<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833</id><updated>2011-09-14T23:26:38.099+08:00</updated><title type='text'>Bicara Ad-Din</title><subtitle type='html'>Zaman-Zaman mutaakhir ini....fitnah dan hasad merajai dunia.....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-8382844116903357893</id><published>2011-05-11T13:01:00.000+08:00</published><updated>2011-05-11T13:06:15.339+08:00</updated><title type='text'>Kaedah Menyebar Artikel 'Agama'</title><content type='html'>Assalamualaikum warahmatullah.Sungguh amat sukacita melihat kesungguhan para sahabat-sahabat FB sekalian berdakwah dengan cara menyebarkan artikel-artikel agama yang mengandungi nasihat-nasihat yang baik.Namun,agak sedih jika melihat artikel-artikel ini tidak disertakan sumber,bahkan sesetengahnya terdedah pula kepada bahaya kedustaan yang dilakukan atas nama agama.Justeru saya 2 kaedah mudah dalam menyebarkan artikel-artikel  berkaitan agama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertamanya,ialah menyemak dari manakah sumber artikel yang anda dapat.Firman Allah 'Azza wa Jalla:&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan. "&lt;br /&gt;(49:6)&lt;br /&gt;Sebab turunnya ayat ini merujuk kepada peristiwa salah seorang sahabat Rasulullah yang silap membawa berita kepada Rasulullah sehingga hampir-hampir menyebabkan ada kaum yang nyaris diperangi oleh baginda.justeru artikel berkaitan agama,tambahan lagi yang melibatkan status halal-haram sesuatu perkara,patu disemak dulu dari mana asal-usulnya.Para imam hadith juga,kebiasaannya menyemak sumber-sumber hadith yang mereka terima,bagi memastikan mereka tidak meriwayatkan hadith yang palsu.Justeru,apabila anda membaca tulisan yang dinyatakan sebagai Al-Hadith,maka pastikan dari mana datangnya,dari kitab manakah,dan status hadith tersebutJangan kerana keghairahan kita hendak menyebarkan kebaikan kita termasuk dalam ancaman Rasulullah,berkenaan dengan orang yang menyebarkan kedustaan atas nama baginda:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata. telah bersabda Rasulullah SAW. "Janganlah kamu berdusta atas (nama)ku.! Karena, sesungguhnya barangsiapa yang berdusta atasku, maka hendaklah ia memasuki neraka".&lt;br /&gt;Hadist shahih, riwayat Bukhari (1/35), Muslim (1/7), Tirmidzi (4/142 Kitabul Ilmi), Ibnu Majah (No. 3) dan Ahmad.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari Mughirah (bin Syu'bah) radliyallahu 'anhu, ia berkata, Aku telah mendengar Nabi SAW bersabda : "Sesungguhnya berdusta atasku tidaklah sama berdusta kepada orang lain (selainku), maka barangsiapa yang berdusta atas (nama)ku dengan sengaja, hendaklah ia mengambil tempat tinggalnya di neraka".&lt;br /&gt;Hadist shahih riwayat Bukhari (2/81), Muslim (1/8) dan Ahmad (4/252).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari Watsilah bin Asqa', ia berkata. telah bersabda Rasulullah SAW. "Sesungguhnya dari sebesar-besar dusta adalah, seorang menda'wahkan/mengaku (berbapak) kepada yang bukan bapaknya (yakni menasabkan diri kepada orang lain yang bukan bapaknya), atau (ia mengatakan) telah diperlihatkan kepada matanya apa yang (sebenarnya) matanya tidak pernah melihat (yakni ia mengaku telah bermimpi dan melihat sesuatu tetapi sebenarnya bohong).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam riwayat yang lain di jelaskan, atau (ia mengatakan), telah diperlihatkan kepada kedua matanya dalam tidur mimpi) apa yang tidak dilihat oleh kedua matanya (yakni ia mengaku telah bermimpi sesuatu padahal dusta), atau ia mengatakan atas (nama) Rasulullah SAW apa yang beliau tidak pernah sabdakan".&lt;br /&gt;Hadits shahih, riwayat Bukhari (4/157) dan Ahmad (4/106) dan riwayat yang kedua, dari jalannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari Abi Bakar bin Salim dari bapaknya (yaitu Salim bin Abdullah bin Umar) dari kakeknya (yaitu Abdullah bin Umar), ia berkata. Sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda. "Sesungguhnya orang yang berdusta atas (nama)ku akan dibangunkan untuknya satu rumah di neraka". Hadist shahih, dikeluarkan oleh Imam Ahmad bin Hambal di musnadnya (2/22, 103 &amp; 144) dan sanadnya shahih atas syarat Bukahri dan Muslim.&lt;br /&gt;***Takhrij hadith dipetik dari tulisan Al-Ustadz Abdul Hakim Amir Al-Abdat(http://terjemah-tafsirquran.blogspot.com/2009/12/tafsiir-quran-kontemporer-lengkap-qs.html)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang kedua,menyemak isi kandungan sesuatu artikel.Jika tidak mampu,maka bertanyalah dahulu kepada mereka yang tahu.Firman Allah :&lt;br /&gt;"Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu (wahai Muhammad) melainkan orang-orang lelaki yang Kami wahyukan kepada mereka (bukan malaikat); maka bertanyalah kamu kepada Ahl Al-Dzikri jika kamu tidak mengetahui.  "&lt;br /&gt;(21:7)&lt;br /&gt;Di dalam ayat ini Allah mengajarkan satu kaedah yang amat penting,iaitu BERTANYA jika tidak tahu.Pepatah Melayu juga ada menyebut: "Malu bertanya sesat jalan".Ingatlah tidak akan jatuh martabat seseorang yang berkata "aku tidak tahu" berbanding kita memandai-mandai dalam perkara yang kita jahil mengenainya.&lt;br /&gt; Sekian sahaja perkataan saya yang dha'if ini.Semoga bermanfaat kepada anda setiapkali anda mendapat artikel-artikel yang berkaitan agama.Mudah-mudahan Allah menjadikan kita orang-orang yang memenangkan agama-Nya dan menjaga ketulenan agama-Nya.Saya akhiri tulisan ringkas ini dengan sepotong hadith:&lt;br /&gt;عن أبي رقية تميم بن أوس الداري رضي الله عنه, أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ» قلنا: لمن؟ قال: «لله, ولكتابه, ولرسوله, لأئمة المسلمين وعامتهم». رواه مسلم&lt;br /&gt;Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Daary radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Agama itu nasihat”. Kami pun bertanya, “Hak siapa (nasihat itu)?”. Beliau menjawab, “Nasihat itu adalah hak Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, pemerintah kaum muslimin dan rakyatnya (kaum muslimin)”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wallahu 'Alam.Wallahu waliyyut tawfiq.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-8382844116903357893?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/8382844116903357893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=8382844116903357893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/8382844116903357893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/8382844116903357893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2011/05/kaedah-menyebar-artikel-agama.html' title='Kaedah Menyebar Artikel &apos;Agama&apos;'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-4613871450329622802</id><published>2008-11-29T11:49:00.003+08:00</published><updated>2008-11-29T12:14:27.056+08:00</updated><title type='text'>Fiqh Dakwah 1-Kepentingan Dakwah</title><content type='html'>Dakwah adalah suatu kerja yang diamanahkan kepada para nabi dan rasul sejak zaman-berzaman.Ummat Islam juga turut diberikan "kemuliaan" oleh ALLAH Rabbul 'Alamin untuk meneruskan kesinambungan kerja ini.Firman ALLAH:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji) serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman) dan kalaulah Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) itu beriman (sebagaimana yang semestinya), tentulah (iman) itu menjadi baik bagi mereka. (Tetapi) di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka orang-orang yang fasik. (QS 3:110)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Dan ALLAh memberikan kesaksian-Nya terhadap para da'i yang menyeru kepada jalan-Nya: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ&lt;br /&gt;Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah, serta dia sendiri mengerjakan amal yang soleh, sambil berkata: Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah)!&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dakwah sememangnya menjadi tanggungjawab setiap Muslim,hatta ia seorang pendosa sekalipun.Adalah tidak patut kita menyembunyikan isi kandungan Kitab-Nya.Mengenai hal ini ALLAh Ta'ala telah berfirman:&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;أَمْ تَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطَ كَانُوا هُودًا أَوْ نَصَارَىٰ ۗ قُلْ أَأَنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ ۗ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَتَمَ شَهَادَةً عِندَهُ مِنَ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau patutkah kamu mengatakan, bahawa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dan Nabi Ishak dan Nabi Yaakub berserta anak-anaknya, mereka semua adalah orang-orang Yahudi atau Nasrani, (padahal agama mereka telahpun ada sebelum adanya agama Yahudi atau agama Kristian itu)? Katakanlah (wahai Muhammad): Adakah kamu yang lebih mengetahui atau Allah? Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan keterangan (saksi dan bukti) yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan apa yang telah kamu lakukan. &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali pandang,sememangnya ayat ini tertuju kepada rabbi-rabbi Yahudi,namun dalam ayat yang lain ALLAH Ta'ala sendiri telah menafsirkan ayat ini dengan ayat yang lain,iaitu:&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;نَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَىٰ مِن بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ ۙ أُولَـٰئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللَّاعِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan dari keterangan-keterangan dan petunjuk hidayat, sesudah Kami menerangkannya kepada manusia di dalam Kitab Suci, mereka itu dilaknat oleh Allah dan dilaknat oleh sekalian makhluk. &lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini bersifat umum dan ditujukan kepada semua Muslimin tanpa bias.Ini kerana menyembunyikan kebenaran adalah suatu perbuatan yang keji.Saya berikan anda suatu analogi mudah.katakan anda dalam perjalanan ke Kuala Lumpur.anda memang tidak tahu jalan ke sana dan di sepanjang perjalan,terdapat papa tanda yang sengaja ditutup.Apa perasaan anda?marah?Sakit hati?Begitu jugalah dengan perbuatan menyembunyikan kebenaran,bahkan ia lebih keji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru,marilah kita bersama-sama istiqamah dalam menyampaikan firman ALLAH kepada semua hamba-hamba-Nya.Inysa ALLAH saya akan sambung di kesempatan yang lain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-4613871450329622802?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/4613871450329622802/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=4613871450329622802' title='47 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/4613871450329622802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/4613871450329622802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/11/fiqh-dakwah-1-kepentingan-dakwah.html' title='Fiqh Dakwah 1-Kepentingan Dakwah'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>47</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-4962925566705418656</id><published>2008-11-29T11:41:00.002+08:00</published><updated>2008-11-29T11:48:13.823+08:00</updated><title type='text'>Fiqh Dakwah</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Objektif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berkongsi ilmu dan menambah ilmu untuk meneruskan dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Manhaj Penulisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengisian Fiqh Dakwah adalah diambil dari pelbagai da'i yang sempat saya temui,yang tak sempat saya temui,yang masih hidup,yang telah mati dan yang saya baca,atau tonton ceramah-ceramah mereka.Saya cuba untuk menyenaraikan sumber ambilan sekadr termampu,insya-ALLAH.sesiapa sahaja bebas untuk membuat pembetulan pada tulisan saya dengan syarat pembetulan yang dibuat atas dasar ikhlas,jujur dan berlandaskan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Harapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Saya berharap usaha yang sedikit ini menjadi penyelamat di Akhirat kelak.Bak kata Ustaz Zaharuddin,ingin Jadi Jutawan  Akhirat!Mudah-mudahan begitu hendaknya ameen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-4962925566705418656?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/4962925566705418656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=4962925566705418656' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/4962925566705418656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/4962925566705418656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/11/fiqh-dakwah.html' title='Fiqh Dakwah'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-3574475002513017309</id><published>2008-11-29T11:09:00.002+08:00</published><updated>2008-11-29T11:36:20.884+08:00</updated><title type='text'>Wahabi...isu yang tak pernah kunjung padam....</title><content type='html'>Saya terasa hampir malas dan muak melayan kerenah sesetengah manusia yang sungguh sempit akalnya.lagi-lagi isunya WAHABI...Semacam sudah menjadi zikir pula.Apakah sudah kontang isu umat untuk dibicarakan selain daripada isu WAHABI?Mual,lagi memualkan.Sekadar gah membaling batu,melontar tuduhan dan sembunyikan diri bila "gossip" yang dibuat sudah terjawab.Maaf tak ingin saya buang masa melayan kerenah anda.Alhamdulillah saya mendapat lebih manfaat mengkaji perbandingan agama daripada melayan kerenah para "pencinta" WAHABI.Masakan tak cinta kalau mulut selalu menyebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat "pencinta-pencinta" wahabi di luar sana,perbuatlah apa yang kamu kehendaki,sehingga datang ketetapan ALLAH antara kami dan kamu.Kepada yang teruduh WAHABI,berbahagialah kerana anda sedang mengalami sebahagian daripada tarbiyyah dari Rabbul Alamin.Bukakankah dia telah berjanji akan membiarkan hamba-hambanya yang beriman diuji?Dia telah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;br /&gt;أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم ۖ مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk Syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang-orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: Bilakah (datangnya) pertolongan Allah? Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada agama Allah).&lt;/blockquote&gt; (QS 2:213)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan kita dipandang pelik kerana Islam sememngnya agama yang "alien" dan akan kembali menjadi "alien" maka selaku "alien" kita patut merasa bahagia(Adaptasi Hadith No 270 Shahih Muslim).Apa yang penting tak perlu dilayan,mari kita sibukkan diri dengan dakwah di jalan ALLAh 'Azza wa Jalla.Berikut adalah web-web yang bermanfaat untuk belajar berdakwah kepada yang bukan Islam.Moga ALLAh kurniakan kepada kita umur yang panjang dalam ketaatan dan menjadikan kita "pembawa" hidayah,ameen ya Rabbul 'Alamin.Berikut adalah web-web yang bermanfaat untuk belajar berdakwah kepada yang bukan Islam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)laman Dr Zakir Naik&lt;br /&gt;www.irf.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)Laman-laman Syeikh Yusuf Estes&lt;br /&gt;www.islamtoday.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.scienceislam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.yusufestes.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.hearislam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.watchislam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.islamnewsroom.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.youtubeislam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.searchforislam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.godAllah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.911bible.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.bibleislam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;www.bridgetofaith.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laman Hadith dan Al-Quran terjemahan&lt;br /&gt;1)www.searchtruth.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)www.imaanstar.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)www.al-islam.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan blog ini akan cuba untuk mengelakkan isu remeh-temeh dan akan lebih dokus pada dakwah dan methodologinya.Insya-ALLAH.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-3574475002513017309?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/3574475002513017309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=3574475002513017309' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3574475002513017309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3574475002513017309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/11/wahabiisu-yang-tak-pernah-kunjung-padam.html' title='Wahabi...isu yang tak pernah kunjung padam....'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-3845022744365182157</id><published>2008-10-09T16:24:00.003+08:00</published><updated>2008-10-09T16:41:47.999+08:00</updated><title type='text'>كڤوڤوسن توليسن جاوي،اڤ تيندقن كيت؟</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;سجنق ترماڠو دان ترمنوڠ ديري اين،اڤابيلا منراوڠ ك لامن الفيكرح.نيت،تتكالا مونچول سواتو كاليعامت دري سأورڠ ڤمفوروم:"زمان سكارڠ ني ده راماي اورڠ يڠ ده تق تاهو باچ جاوي.مليسيا تق ماچم نڬارا بروني"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بنر،تركسيم ساي منريما حقيقة اين.ساي سنديري مڠاكوي،لاهير سباڬاي سأورڠ ورڬنڬارا مليسيا ڤسچ مرديك ڤرلاهن-لاهن "لوڤا" كڤد واريثن بڠسا يڠ ساتو اين&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ڬلومبڠ كمودنان مليسيا يڠ كونونڽ مڠيكوت اچوان سنديري،سبنرڽ تله مرانڤكن واريثن اين.بتاڤ تيدق!د زمان ڤنجاجاهن بريتيسه دهولو ڤون،"اورڠ-اورڠ ڤوتيه" تله مڠهانتر سورت-سورت راسمي كڤد سلطان-سلطان ملايو دالم بهاس ملايو دان توليسن جاوي.نامون ڬينراسي "مودن" هاري اين،همڤير-همڤير سهاج لوڤا كڤد بهاس ملايو،اڤاته لاڬي توليسن جاوي.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سيكڤ ڤارا ڤميمڤين،يڠ مراساكن بهاس ملايو "تيدق سسواي" دڬوناكن د ڤريڠكت انتارابڠسا،جوڬ فكتور يڠ تيدق داڤت د ساڠكل لاڬي،يڠ منجادي ڤڽومبڠ كڤد كڤوڤوسن جاوي دالم صنوباري بڠسا يڠ برنام:ملاي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لبيه جلق لاڬي،ترداڤت سڬلينتير ڤميمڤين ملايو يڠ ديجوكن سؤالن دالم بهاس ملايو،ميجاوب دالم بهاس اسيڠ،سأولهڽ بهاس ملايو ايت جڠڬل دان تيدق مودن.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جوسترو،ماريله كيت كمبالي ممرتبتكن توليسن جاوي دان بهاس ملايو.كالاو كمودنان كيت ڬاڤا دڠن مڠڬادايكن خزانه واريثن بڠسا اين،مك تيدك اد فاءيده والاو سديكيت ڤون كمودنان يڠ تله مڠهاڤوسكن جاتيديري كيت ايت.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-3845022744365182157?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/3845022744365182157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=3845022744365182157' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3845022744365182157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3845022744365182157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/10/blog-post.html' title='كڤوڤوسن توليسن جاوي،اڤ تيندقن كيت؟'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-1984340528207820502</id><published>2008-08-29T15:41:00.001+08:00</published><updated>2008-08-29T15:49:41.750+08:00</updated><title type='text'>Khabar-khabar Gembira yang diberitakan oleh ALLAH dalam bulan Ramadhan</title><content type='html'>1) Keberkahan yang berterusan selama sebulan penuh.&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W bersabda:&lt;br /&gt;“Telah datang kepada kamu bulan Ramadhan ,bulan yang penuh berkah,diwajibkan oleh ALLAH kepada kalian puasa(di dalamnya-pent)padanya dibuka pintu-pintu langit,pintu-pintu Neraka Jahim ditutup,syaitan-syaitan dibelenggu,di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.Barangsiapa tidak mendapatkan kebaikannya(malam tersebut)maka dia benar-benar tidak mendapatkannya.”&lt;br /&gt;(Riwayat an-Nasai dan al-Baihaqi)&lt;br /&gt;Maka sewajarnya kta bersikap menyibukkan diri dengan ibadah dengan hati yang ikhlas,serta menuruti cara yang diajarkan oleh Nabi S.A.W.Tinggalkanlah perkara-perkara yang tidak bermanfaat dalam bulan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Pada bulan inilah al-Quran diturunkan.&lt;br /&gt;Firman ALLAH:&lt;br /&gt;“(Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari antara kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadan (atau mengetahuinya), maka hendaklah dia berpuasa bulan itu dan sesiapa yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah dia berbuka, kemudian wajiblah dia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan dan Dia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa (sebulan Ramadan) dan supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat petunjukNya dan supaya kamu bersyukur”(Surah al-Baqarah,185)&lt;br /&gt;Tadarrus al-Quran serta mentadabbur isi kandungan ayat yang dibaca merupakan salah satu ibadah yang dituntut untuk diperbanyakkan dalam bulan yang mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Satu-satunya bulan yang bebas dari syaitan.&lt;br /&gt;Rasulullah S.A.W bersabda:&lt;br /&gt;“Telah datang kepada kamu bulan Ramadhan ,bulan yang penuh berkah,diwajibkan oleh ALLAH kepada kalian puasa(di dalamnya-pent)padanya dibuka pintu-pintu langit,pintu-pintu Neraka Jahim ditutup,syaitan-syaitan dibelenggu,di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.Barangsiapa tidak mendapatkan kebaikannya(malam tersebut)maka dia benar-benar tidak mendapatkannya.”&lt;br /&gt;(Riwayat an-Nasai dan al-Baihaqi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, persoalan yang timbul di sini bahawa sekiranya syaitan dan jin dibelenggu pada bulan Ramadan mengapa manusia masih melakukan kemungkaran pada bulan ini? Menurut al-Hafiz Ibn Hajar al-'Asqalani, Imam al-Qurthubi r.h telah berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila semua syaitan terbelenggu tidak bermakna langsung tidak akan berlaku kejahatan dan kemaksiatan. Ini kerana, punca berlakunya kemaksiatan mungkin berpunca daripada faktor selain (hasutan) syaitan seperti diri manusia itu yang sememangnya berperangai buruk, sentiasa melakukan perbuatan mungkar serta manusia yang nafsunya masih terdorong mengikut hasutan syaitan." - Rujuk Fath al-Baari Syarh Sahih al-Bukhari, Tahqiq oleh Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, edisi terjemahan oleh Amiruddin, Pustaka Azzam, Jakarta (1997), jil. 11, ms. 43.&lt;br /&gt;(Credit to bro Akob- Keistimewaan Bulan Ramadan.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Malam yang paling afdal dikurniakan dalam bulan ini.(Lailatul Qadar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasul S.A.W:“Telah datang kepada kamu bulan Ramadhan ,bulan yang penuh berkah,diwajibkan oleh ALLAH kepada kalian puasa(di dalamnya-pent)padanya dibuka pintu-pintu langit,pintu-pintu Neraka Jahim ditutup,syaitan-syaitan dibelenggu,di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.Barangsiapa tidak mendapatkan kebaikannya(malam tersebut)maka dia benar-benar tidak mendapatkannya.”&lt;br /&gt;(Riwayat an-Nasai dan al-Baihaqi-Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Tarhib wa Targhib)&lt;br /&gt;Dan hendaknya berebut-rebut untuk memenuhkan masjid-masjid pada bulan ini.Berikan fokus yang lebih pada malam-malam kesepuluh terakhir,terutamanya malam-malam yang witir(ganjil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Orang yang berpuasa akan mendapatkan ganjaran istimewa daripada ALLAH&lt;br /&gt;• Keampunan ALLAH S.W.T,&lt;br /&gt;Mengenai hal ini ALLAH S.W.T telah berfirman :&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang-orang lelaki yang Islam serta orang-orang perempuan yang Islam dan orang-orang lelaki yang beriman serta orang-orang perempuan yang beriman dan orang-orang lelaki yang taat serta orang-orang perempuan yang taat dan orang-orang lelaki yang benar serta orang-orang perempuan yang benar, dan orang-orang lelaki yang sabar serta orang-orang perempuan yang sabar dan orang-orang lelaki yang merendah diri (kepada Allah) serta orang-orang perempuan yang merendah diri (kepada Allah) dan orang-orang lelaki yang bersedekah serta orang-orang perempuan yang bersedekah dan orang-orang lelaki yang berpuasa serta orang-orang perempuan yang berpuasa dan orang-orang lelaki yang memelihara kehormatannya serta orang-orang perempuan yang memelihara kehormatannya dan orang-orang lelaki yang menyebut nama Allah banyak-banyak serta orang-orang perempuan yang menyebut nama Allah banyak-banyak, Allah telah menyediakan bagi mereka semuanya keampunan dan pahala yang besar.(Surah al-Ahzab,ayat 35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Memasuki syurga melalui pintu yang dikhaskan,&lt;br /&gt;Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu alayhi wasallam,Baginda bersabda:&lt;br /&gt;“Di syurga ada pintu yang bernama “ar-Rayyan”.Orang-orang yang berpuasa akan memasukinya pada hari kiamat.Selain mereka tidak ada seorang pun yang masuk ke sana.Apabila mereka telah masuk,pintu itu dikunci,setelah itu tidak ada yang masuk seorang pun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh al-Bukhari ,Muslim dan Ibnu Khuzaimah dengan tambahan lafaz: “Apabila yang terakhir telah masuk,pintu itu dikunci dan siapa sahaja yang memasukinya,ia tidak akan merasa keahusan selamanya”)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Puasa dihadiahkan dengan ganjaran yang tersendiri dan berbeza daripada ibadah lain:&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a ,dia berkata:Rasulullah S.A.W bersabda:&lt;br /&gt;ALLAH ‘Azza Wa Jalla berfirman:”Setiap amalan anak Adam adalah untuk dirinya kecuali puasa,sesungguhnya ia untuk-Ku dan aku akan membalasnya”.Dan puasa itu perisai,maka apabila salah seorang di antara kamu berpuasa pada hari tiu,janganlah dia berkata-kata dengan perkataan yang kotor dan jangan marah.Jika seseorang menghinanya atau memusuhinya,maka katakanlah”Sesungguhnya aku sedang berpuasa”.Demi Dzat yang jiwa Muhammad dalam tangan-Nya,bau mulut orang yang berpuasa,sungguh,lebih baik daripada wangian misik(kasturi),bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan yang dapat dia rasakan;iaitu apabila dia berbuka dan apabila ia bertemu Tuhannya,(maka) ia bergembira dengan puasanya”&lt;br /&gt;(Riwayat al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Solat Tarawih, Sebagai Hadiah Ekstra untuk Kaum Muslimin dari ALLAH S.W.T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah R.A,bahawa Nabi S.A.W bersabda: “Barang siapa mendirikan (shalat sunnah-(tarawih dan qiam)-) pada malam bulan ramadhan kerana Iman dan mengharapkan pahala dari ALLAH,maka dosa-dosanya yang telah diampuni”(Riwayat al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh terlalu luas pemberian ALLAH kepada manusia di dalam bulan ini sehingga tidak mampu untuk saya hitungkan.Benarlah firman ALLAH:&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) ketika Tuhan kamu memberitahu: Demi sesungguhnya! Jika kamu bersyukur nescaya Aku akan tambahi nikmatKu kepada kamu dan demi sesungguhnya, jika kamu kufur ingkar sesungguhnya azabKu amatlah keras.”(Surah Ibrahim,ayat 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- nuffnang --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt; &lt;br /&gt;nuffnang_bid = "77b874c6fe3fb09bc3e203f3307b295d";&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://synad2.nuffnang.com.my/j.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- nuffnang--&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-1984340528207820502?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/1984340528207820502/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=1984340528207820502' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1984340528207820502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1984340528207820502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/08/khabar-khabar-gembira-yang-diberitakan.html' title='Khabar-khabar Gembira yang diberitakan oleh ALLAH dalam bulan Ramadhan'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-2264113957259188372</id><published>2008-08-12T01:33:00.005+08:00</published><updated>2008-08-29T15:51:54.348+08:00</updated><title type='text'>Berita Baik Buat Pencinta Ilmu!!!!!!!!!</title><content type='html'>Mulai 12 Ogos 2008,satu siri muzakarah ilmiah akan diadakan merangkumi perbincangan mengenai ilmu-ilmu Islam.Berikut adalah jadual muzakarah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu Pertama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Selasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan Kepada Aqidah Ahl Sunnah Wal Jamaah oleh Sdr Abdullah Tahmin &lt;br /&gt;bin Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rabu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mustalah Hadith oleh Ustaz Ahmad Fauzan bin Yahya&lt;br /&gt;                                  &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khamis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengenalan Kepada Manhaj Ahl Sunnah Wal Jamaah oleh Sdr Abdullah Tahmin &lt;br /&gt;bin Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu Kedua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selasa&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Fiqh Ibadah oleh Sdr Abdullah Tahmin bin Muhammad&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Rabu &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahasa Arab oleh Ustaz Ahmad Fauzan bin Yahya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khamis &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fiqh Akhlak oleh Sdr Abdullah Tahmin bin Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- nuffnang --&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt; &lt;br /&gt;nuffnang_bid = "77b874c6fe3fb09bc3e203f3307b295d";&lt;br /&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script type="text/javascript" src="http://synad2.nuffnang.com.my/j.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;!-- nuffnang--&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muzakarah akan dimulakan selepas Isya’ di rumah Saudara Mohammad Faeez(Muhammady7) di alamat:&lt;br /&gt;No71,Jalan 45/10&lt;br /&gt;Taman Koperasi Polis Fasa 2&lt;br /&gt;68100,W.P Kuala Lumpur&lt;br /&gt;Sebarang pertanyaan,sila hubungi:&lt;br /&gt;Mohammad Faeez Harith(Muhammady7):013-9399085&lt;br /&gt;*Penting:&lt;br /&gt;-Muzakarah hanya terbuka buat muslimin sahaja buat masa ini.&lt;br /&gt;-Sila maklumkan dahulu kehadiran bagi menelakkan sebarang kesulitan.&lt;br /&gt;-Modul akan disediakan atas permintaan peserta dan kos penyediaan modul ditanggung oleh peserta.&lt;br /&gt;-Segala sumbangan untuk menghidupkan muzakarah ini amatlah dialu-alukan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-2264113957259188372?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/2264113957259188372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=2264113957259188372' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/2264113957259188372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/2264113957259188372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/08/berita-baik-buat-pencinta-ilmu.html' title='Berita Baik Buat Pencinta Ilmu!!!!!!!!!'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-425340883077632044</id><published>2008-06-21T13:30:00.005+08:00</published><updated>2008-06-22T02:08:18.019+08:00</updated><title type='text'>Kuliah Sirah Nabawiyyah-Raheeq Makhtum-Siri 01(a)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sejarah ringkas mengenai kitab Raheeq Makhtum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kitab ini ditulis oleh As-Syeikh Safiyyu al-Rahman al-Mubarakfuri,sebaik sahaja pengumuman dibuat oleh pihak Rabitah al-'Alam al-Islami di muktamar Sirah Nabawiyyah,di Pakistan pada bulan Rabi' al-Awwal tahun 1936 Hijrah.&lt;br /&gt;Kitab ini telah menjuarai sayembara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Biodata Ringkas Penulis Raheeq Makhtum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Penuh penulis ialah Safiyyu al-Rahman bin Abd Allah bin Muhammad Akbar bin Muhammad Ali bin Abdul Mukmin bin Faqirullah al-Mubarakfuri Al-'Azamiy.Beliau berasal daripada keluarga Ansar yang merupakan suku terbesar dalam kalangan orang-orang Islam di India.Lahir pada bulan Jun tahun 1943di perkampungan Hussin Abbad di Mubarakfur,uttar pradesh,India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis mendapat pendidikan awalnya dengan mempelajari ulum al-Quran dengan datuknya dan bapa saudaranya.kemudian melanjutkan pula pelajaran di Dar al-Ta'lim di Mubarakfur pada tahun 1948.Pada tahun 1954 penulis berpindah ke sekolah Ihya' Al-Ulum di Mubarakfur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun kemudian syeikh telah bertukar sekolah ke sekolah Faid 'Am di negeri Mi'u dan memperolehi sijil yang melayakkan beliau mengeluarkan fatwa.Beliau juga telah menduduki "ujian Mawlawi" pada Februari 1959 dan "Ujian 'Aliim" pada Februari tahun berikutnya.Terakhir Syeikh tealh menduduki ujian "al-Fadhilah Fi al-Adab al-'Arabi" dan mendapat pangkat "jayyid jiddan"(amat baik)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-425340883077632044?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/425340883077632044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=425340883077632044' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/425340883077632044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/425340883077632044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/06/kuliah-sirah-nabawiyyah-raheeq-makhtum.html' title='Kuliah Sirah Nabawiyyah-Raheeq Makhtum-Siri 01(a)'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-8236368480636057962</id><published>2008-06-17T11:50:00.003+08:00</published><updated>2008-06-17T12:11:27.149+08:00</updated><title type='text'>Catatan Hari-hari Baru-Menjejak kaki ke IPT</title><content type='html'>Alhamdulillah,setelah 6 bulan berlalu akhirnya ana dapat menjejakkan kaki ke Kolec Islam Antarabangsa(IIC)Sekaligus bergelar seorang pelajar,dalam jurusan Diploma Pengajian Sains-Sains Islam Kontemporari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu baharu dan hampir tiada apa yang ingin diceritakan,namun hanya ada sedikit cebisan Memoir yang akan diupload nanti,Insya-ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat para pengunjung,doakan kejayaan ana,semoga ana bisa menjadi seorang yang berguna kepasa Nusa dan Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Perjuangan.&lt;br /&gt;Abu Al-Hassan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-8236368480636057962?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/8236368480636057962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=8236368480636057962' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/8236368480636057962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/8236368480636057962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/06/catatan-hari-hari-baru-menjejak-kaki-ke.html' title='Catatan Hari-hari Baru-Menjejak kaki ke IPT'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-9092148724668661851</id><published>2008-06-11T15:00:00.001+08:00</published><updated>2008-06-11T15:02:40.766+08:00</updated><title type='text'>Suara Tajdid Kami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SE94bU8lNeI/AAAAAAAAAF4/1ieeTpgZfzc/s1600-h/suaratajdid.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SE94bU8lNeI/AAAAAAAAAF4/1ieeTpgZfzc/s320/suaratajdid.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210515704765560290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;www.drmaza.com&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-9092148724668661851?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/9092148724668661851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=9092148724668661851' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/9092148724668661851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/9092148724668661851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/06/suara-tajdid-kami.html' title='Suara Tajdid Kami'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SE94bU8lNeI/AAAAAAAAAF4/1ieeTpgZfzc/s72-c/suaratajdid.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-8726927118524313261</id><published>2008-06-10T11:45:00.000+08:00</published><updated>2008-06-10T11:46:50.937+08:00</updated><title type='text'>Keghairahan Menyampaikan Berita: Antara hak dan batil</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Keghairahan Menyampaikan Berita: Antara hak dan batil&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dewasa ini, segala macam perkhabaran disampaikan melaui wasilah dan wahana yang pelbagai. Dari segala urusan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; menyurat,hinggalah e-mail dan pelbagai lagi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun adakah kita prihatin dengan syarat-syarat yang ALLAH S.W.T tetapkan? Perhatikan dan renungkan firman ALLAH dalam surah al-Hujurat,ayat 6 : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;“Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepada kamu seorang fasik membawa sesuatu berita, maka selidikilah (untuk menentukan) kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu (mengenainya) sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu telah lakukan”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Demikian juga amaran dari Rasulullah S.A.W, mengenai orang yang berbohong ,melalui sabdanya daripada Hafsh bin 'Aashim, (sabda Nabi saw): &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;"Cukuplah seseorang itu dikatakan seorang pendusta, kalau dia menceritakan apa saja yang dia dengar."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; [Riwayat Muslim 05, al-Albani, silsilah al-Sahihah 205] &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kalau tindakan seperti dalam hadith ini sudah dianggap pembohong, maka renungilah pula ancaman Rasulullah S.A.W terhadap pembohong: &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;"Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. pernah melalui seorang laki-laki yang sedang menjual makanan (biji-bijian). Baginda sangat mengaguminya, kemudian memasukkan tangannya ke dalam tempat makanan itu, apabila dilihatnya makanan itu nampak basah, maka bertanyalah baginda: Apa yang dilakukan oleh pemilik makanan ini? Dia menjawab: Kena hujan. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;b style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;"Mengapa tidak kamu letakkan yang basah itu di atas, supaya orang lain mengetahuinya? B&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;i style=""&gt;arangsiapa menipu , bukanlah (mereka) dari golongan kami (Islam)&lt;/i&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;" (Riwayat Muslim, 1/99)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menerusi hadis yang lain Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Barangsiapa yang menipu Arab ( dan manusia lain) , mereka tidak termasuk dalam kalangan yang boleh mendpaat syafaatku, dan tidak layak mendapat belas kasihanku" &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(Riwayat At-Tirmidzi, no 3928, 5/724 ; Hadis ghorib) &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Imam al-Munawi berkata, salah satu maksud menipu arab adalah menghalang mereka dari menyampaikan kebenaran sehingga menjadikan orang ramai jauh daripada Nabi s.a.w (Penjelasan Al-Munawi dipetik dari Tuhfatul Ahwazi, Al-Mubarakfuri, 10/296) &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mutaakhir ini,kita saksikan terdapat beberapa golongan yang “galak” menyebarkan dan menggembar-gemburkan sesuatu berita atau khabar yang tanpa disebutkan dari mana sumbernya. Maka tersebarlah segala macam sms, e-mel, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; berantai dan sebagainya yang cukup merimaskan kita. Lebih &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;malang&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; lagi, kebanyakan berita-berita sebegini diberi nafas “agama” dengan menyertakan ke dalamnya riwayat-riwayat palsu yang disandarkan kepada Rasulullah s.a.w.. Maka bertitik-tolak dari sinilah berlakunya amal-amalan pelik dalam masyarakat seperti memuja kubur, menyemah tapak rumah, dan pelbagai lagi amalan khurafat lagi syirik yang boleh merosakkan akidah tanpa disedari.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Hal ini jika dibiarkan berlarutan,akan mewabak dan akan menjadi barah dalam hati dan sanubari umat Islam jika tidak ditangani dengan segera. Antara punca terjadinya perbuatan seperti ini adalah kerana : &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;1)Terlalu taksub dalam mendukung mana-mana mazhab atau parti.Sebagai contoh,tohmahan-tohmahan yang dilontarkan oleh ahli-ahli politik kepada lawan mereka,bagi membolehkan mereka mendapatkan kedudukan yang stabil selepas lawannya berjaya dijatuhkan dan dimalukan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;2)Untuk mendapatkan pujian dan sanjungan dari orang dan golongan yang tertentu. Mungkin disini penulis dapat contohkan mengenai seorang tokoh,iaitu Al-Imam Ibnu Taymiyyah yang difitnah dengan pelbagai tuduhan kemudian tuduhan itu diperbesarkan sehingga beliau dipenjarakan oleh pemerintah akibat hasutan orang-orang yang khianat dan dengki.Maka pihak yang menuduh tadi pula telah mendapatkan kedudukan yang istimewa di sisi pemerintah akibat fitnahnya terhadap orang yang tidak bersalah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Justeru penulis ingin menyeru kepada seluruh umat Islam agar kita mengambil sikap berhati-hati dalam menjadi penyebar sebarang maklumat terutamanya dalam perkara bersangkutan dengan agama. Jika perkara ini terabai nescaya musnahlah ketulenan agama serta pincanglah masyarakat lantaran berita-berita palsu yang boleh menggoyahkan akidah. Mungkin pada hari ini kita galak menyebarkan berita palsu mengenai orang lain, esok lusa kita bimbang impaknya akan berbalik kepada kita. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-8726927118524313261?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/8726927118524313261/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=8726927118524313261' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/8726927118524313261'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/8726927118524313261'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/06/keghairahan-menyampaikan-berita-antara.html' title='Keghairahan Menyampaikan Berita: Antara hak dan batil'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-6220105049468671033</id><published>2008-06-02T20:43:00.001+08:00</published><updated>2008-06-02T20:45:42.450+08:00</updated><title type='text'>Mengapa Perlu Sangka Buruk ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Oleh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Zaharuddin Abd Rahman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: left;"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;www.zaharuddin.net&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Hidup kita tidak lekang dari disangka buruk dan menyangka buruk. Jika diri terlibat, kunci menanganinya adalah   beristighfar dan taubat. Nabi s.a.w bersabda :-&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" align="center"&gt; &lt;span style="font-family:comic sans ms,sand;font-size:6;"&gt;كُلُّ بن آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Ertinya : "Setiap anak Adam itu ada kesilapan ( dosa) dan orang berdosa yang terbaik adalah mereka yang bertaubat" (Riwayat At-Tirmidzi, no 2499, 4/659)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Sangka buruk ini sering berkait rapat dengan rasa hasad, dengki atau cemburu. Ia amat-amat sukar dibuang namun wajiblah ia dimasukkan dalam senarai utama yang perlu kita usaha hindarinya sedaya upaya. Saya sendiri tidak bebas darinya. Namun atas dasar nasihat menasihati saya tuliskan artikel ini agar kita sama-sama mampu berusaha menjauhinya agar kehidupan kita akan lebih diredhai oleh Allah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Ia bertepatan dengan apa yang disebut di dalam sebuah hadis&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" align="center"&gt; &lt;span style="font-family:comic sans ms,sand;font-size:6;"&gt;ثلاث لازمات لأمتي : الطيرة ، والحسد ، وسوء الظن " . فقال رجل : ما يذهبهن يا رسول الله ! ممن هو فيه ؟ قال : " إذا حسدت فاستغفر الله ، وإذا ظننت فلا تحقق ، وإذا تطيرت فامضه&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Ertinya : Tiga perkara lazim yang sukar dibuang oleh umatku : mengganggap sial, hasad dengki dan bersangka buruk" lalu seorang lelaki bertanya : "apakah yang boleh menghilangkannya wahai Rasulullah ?" &lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Jawab Nabi : Jika kamu datang perasaan hasad dengki beristighfar lah kamu kepada Allah, apabila kamu bersangka buruk, janganlah kamu membenarkan sangkaan itu, dan apabila kamu menganggap sial belaku, abaikan dan jangan endahkannya" ( At-Tabrani, no 3227, 3/228 ; Al-Haithami : Dhoif kerana perawi bernama Ismail Bin Qais)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Terdapat sebuah lagi hadis yang mempunyai erti yang sama dengannya iaitu :-&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" align="center"&gt; &lt;span style="font-family:comic sans ms,sand;font-size:6;"&gt;ثلاثة لا يسلم منهن أحد : الطيرة ، والظن ، والحسد ، فإذا تطيرت فلا ترجع ، وإذا حسدت فلا تبغ ، وإذا ظننت فلا تحقق&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Ertinya : Tiga perkara yang tidak seorang Muslim pun dapat melepaskan diri darinya; sial menyial, sangka buruk, hasad dengki; maka apabila kamu berasa ada sial, jangan kamu pulang dan mengendahkannya, bila kamu hasad, jangan melampau (hingga bertindak) , dan bila kamu bersangka jangan kamu membenarkannya" ( Musannaf Abd Razzak : Ibn Hajar : hadis mursal, Albani : Dhoif)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Al-Qaradawi menerangkan maksud jangan kamu membenarkan sangkaan buruk itu adalah dengan tidak berubahnya sikap dan pandangan kamu terhadap orang yang disangka buruk itu. Jika itu tidak dikawal, bermakna kamu sudah membenarkannya&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;SANGKA BURUK YANG HARUS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Tidak dinafikan ada beberapa jenis sangka buruk yang diperlukan demi keselamatan diri. Ia juga dinamakan berhati-hati atau ‘hazar'. Mudahnya, seperti pemandu kereta dikehendaki ‘bersangka buruk' apabila melihat sebuah bas dan teksi di depan mereka akan bersangka buruk ada kemungkinan kenderaan itu berhenti mengejut kerana ingin mengambil penumpang atau menurunkan penumpang. Ia jelas sangka buruk yang tidak berdosa.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Demikian juga dalam proses majikan ingin mengambil kakitangan baru. Biasanya pihak majikan akan membuat &lt;em&gt;survey&lt;/em&gt; rambang dengan menghubungi beberapa orang yang yang mengenali calon, bagi mendapatkan pandangan mereka berkenaan kemampuan dan lain-lain informasi berguna berkaitan calon. Saya masih ingat, saya pernah menerima &lt;em&gt;Curriculum Vitae&lt;/em&gt; (CV) sewaktu bertugas di institusi kewangan dahulu, CV calon ini cukup menarik sekali. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Namun mengikut prosedur, sebelum pihak kami memanggil interview, saya perlu menghubungi seseorang yang diyakini mengenali si calon untuk mendapatkan komen beliau, akhirnya kami tidak jadi memanggilnya interview kerana rupanya calon tersebut mempunyai masalah mental. Kami daptkan komen beberapa orang lagi demi memastikan info yang diberi benar serta tidak berniat jahat. Namun info yang sam a diperolehi.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;SANGKA BURUK YANG HARAM&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Sangka buruk jenis haram dan berdosa ini biasanya didasari oleh perasaan cemburu, hasad, dengki dan berniat ingin menjatuhkan individu yang dijadikan sasarannya.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Sangka buruk jenis ini juga hakikatnya lahir dari jiwa dan minda seseorang yang kotor. Ia adalah refleski dirinya yang kerap bergelumang dengan kejahatan dan dosa. Atau dari jiwa yang tiada ikhlas dalam membuat sesuatu perkara.  &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Justeru, dalam mindanya kerap tergambar mustahil ada seseorang boleh berbuat atau bercakap baik kecuali mesti ada helah, agenda kepentingan diri dan muslihat di sebalik&lt;/strong&gt;. Ia berfikiran demikian kerana demikianlah dirinya. Ia melihat orang lain sepertinya.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;JENIS PERTAMA : KERANA ALIRAN POLITIK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Sangka buruk jenis pertama ini didasari oleh permusuhan politik kepartian. Sangka buruk ini juga sangat popular di masa ini terutamanya di zaman isu politik sentiasa hangat. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Memang benar, setiap orang politik kerap mempunyai agenda disebalik segala tindakannya, biasanya adalah untuk kepentingan masa depan politiknya. Namun tidak wajar dinafikan ada antara mereka yang benar-benar berniat membantu dalam sesuatu tindakannya.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Hasilnya, apabila ada saja seorang ahli politik PAS melakukan satu tindakan yang patut dipuji pada zahirnya, akan wujud sebahagian kumpulan dalam UMNO yang mentakwil apa yang tersirat dan tujuan sebenar dari setiap tindakan baik yang dibuat, sehinggalah ia AKAN dilihat jahat dan tidak layak mendapat pujian, penghargaan dan terima kasih. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Demikian juga sebaliknya, apa sahaja tindakan politik yang baik dibuat oleh pemimpin UMNO, akan sentiasa dilihat jahat oleh sebahagian pihak pembangkang. &lt;strong&gt;Saya tidak kata semua, namun saya kata ada sebahagian mereka&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Sebagai contoh apabila kerajaan Pak Lah mengumumkan pembayaran Ex-Gratia kepada bekas-bekas hakim yang terlibat dalam kes 20 tahun lepas, maka ada yang tetap tidak mahu menghargai tindakan itu lantas berkata :-&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;"Mengapa baru sekarang? Nampak sangat ia dibuat dengan agenda tertentu"&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Individu dalam kategori ini biasanya akan merasakan diri mereka bijak, sukar diperdaya serta mampu melihat dari dimensi yang luar biasa (kononnya). &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Namun jika ada pimpinan mereka atau rakan mereka yang melakukan kesilapan yang terang-terang tersalah dan tidak boleh ditakwil lagi, mereka akan bersangka baik pula demi membela segala tindakan tersebut atas dasar maslahat katanya. Bagus, ia memang satu sifat yang baik, tetapi boleh menjadi buruk jika tidak betul cara kendaliannya.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Keadaan ini amat membimbangkan kerana ia seolah-olah menjadikan sangka buruk sebagai satu keperluan politik. Tatkala itu, dosa menjadi mainan diri. Sangka baik pula adakalanya digunakan bukan pada tempat yang sepatutnya sehingga menjadikan diri &lt;em&gt;taksub&lt;/em&gt; kepada team mereka. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;JENIS KEDUA : KERANA ALIRAN PEMIKIRAN DAN ANUTAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Kali ini ia didasari oleh aliran pemikiran pula. Manusia tidak boleh lari dari perbezaan aliran pemikiran. Tidak perlulah dikesali hal ini kerana ia satu hal yang normal. Namun yang dikesali adalah permusuhan dahsyat antara satu kumpulan dengan yang lain. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Sebagai contohnya aliran Salafi, Wahabi, Khalafi, Pondok, Sufi, Syiah Malaysia, Hizb Tahrir, Ahbash, Liberal, Hadari dan lain-lain. &lt;strong&gt;Masing-masing kelihatan suka kalau pihak yang lain dibenci sehabis mungkin, malah mungkin wujud mereka yang akan sujud syukur jika pimpinan kumpulan sebelah sana meninggal dunia&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Tatkala itu sangka buruk sentiasa menjadi idaman dan ruh perjuangan masing-masing. Jika ada sahaja tindakan yang baik dilakukan oleh pimpinan atau ahli aliran yang bertentangan dengan mereka. Akan ditakwilkan sejahatnya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Sebagai contoh yang saya kira paling nyata adalah apa yang berlaku kepada S.S Mufti Perlis. Akhir-akhirnya ini S.S Mufti Perlis semakin berterus terang mengkritik beberapa dasar kerajaan yang kurang tepat sebagai contohnya ISA. Akhirnya, pelbagai sangka buruk timbul antaranya, &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify"&gt;  &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Kononnya ia bersifat demikian hanya selepas pilihnraya 8 Mac, iaitu setelah dilihat kerajaan lemah dan pakatan rakyat kuat, lalu barulah dia bersuara untuk ‘membodek' kerajaan pakatan rakyat untuk melantiknya pula.&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify"&gt;  &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Kononnya beliau berani kerana ingin memenangi hati pemimpin pakatan rakyat kerana tempoh sebagai mufti di Perlis sudah di penghujung.&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;li&gt;  &lt;div align="justify"&gt;  &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;"Mengapa sekarang baru nak kritik, mengapa tidak dari dulu lagi, nampak sangat ada udang di sebalik batu.?!!" Tempelak mereka.&lt;/span&gt;   &lt;/div&gt;  &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Dan macam-macam lagi.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Saya kerap dengar komen "mengapa baru sekarang!!?" sebagai hujjah untuk membidas segala kebaikan orang lain. Wajarkah komen sebegini?&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Saya dan rakan-rakan pembaca juga tentu ada penglaman masing-masing dalam hal ini. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Bila saya sebut masalah hukum di dalam ASB, &lt;em&gt;Overridding Commission&lt;/em&gt; dalam MLM, Pelaburan haram cepat kaya.. muncul orang marah lalu berkata &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;"Mengapa baru sekarang ustaz sibuk-sibuk, mengapa tak beritahu awal-awal dulu, ni kami dah join lama dan untung ribu-ribu baru nak sibuk kata haram, jangan dengki la ustaz. Mesti sebab ustaz ni ada join skim lain dan sekarang dah rugi kot" Katanya.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Saya menjadi pelik pula. Apa yang perlu dipertikaikan dengan sekarang atau dulu, bukankah kekuatan, hidayah, ilmu dan kemampuan itu baru tiba kini dan bukan dahulu. Justeru apa yang perlu dipertikaikan.? &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Bersyukur sahajalah jika ia membawa kebaikan. Sama juga dengan keadaan kesihatan, dulu sihat, sekarang sakit, dulu kanak-kanak sekarang dewasa dan lain-lain. Jadi apakah wajar kita beteriak memarahi virus yang menghinggapi kita lalu berkata &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;"hei virus, mengapa sekarang mahu kacau, mengapa tidak dulu!!. Lucu juga memikirkannya.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Jawapan mengapa sekarang itu mudah saja, mungkin dahulu belum cukup kajian dan ilmu, sekarang sudah..kerana itu baru bersuara sekarang.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Mungkin dahulu ada gangguan, sekarang sudah berjaya diketepikan lalu kerana itu baru bersuara sekarang.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Dulu, mungkin belum terperasan kesilapan itu, sekarang baru sedar, kerana itu baru tegur.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Justeru, mengapa masih ada juga ingin sangka buruk dalam hal seperti ini?.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;JENIS KETIGA : PERTIKAI KEBAIKAN &amp;amp; KEIKHLASAN ORANG LAIN &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Jenis yang ketiga adalah hasil dari kesemua jenis di atas. Akibat sudah mendarah dagingnya perangai dan tabiat itu menyebabkan kehidupan seharian akan dipenuhi dengan sangka buruk dosa ini.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Saya masih ingat di waktu heboh isu pelaburan internet skim cepat kaya dahulu (Ketika itu, Majlis Fatwa Kebangsaan masih belum memfatwakan haramnya skim ini). Ada individu menghantar link satu forum kepada saya, forum itu membicarakan artikel saya yang menyebut hukum skim haram. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Tiba-tiba mucul seorang former yang berkata :"puas aku fikir dan cari di web zaharuddin ini, apakah niat sebenar si zaharuddin ini sibuk-sibuk menulis isu ini dan menyusahkan kitorang, apa yang dia hendak sebenarnya?"&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;"akhirnya aku jumpa, rupanya dia nak jual vcd dia!!, hem tak respeklah aku ust nak jual barang dia ni"&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Begitulah lebih kurang ayatnya, demikian dahsyatnya manusia di zaman ini. Otak dan mindanya sentiasa memikirkan kejahatan dan muslihat di sebalik segala jenis kebaikan, baginya mustahil ada orang sanggup bersusah payah tanpa ganjaran dan agenda DUNIA.  &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Ini bolehlah saya kelaskan sebagai kumpulan orang sangka buruk jenis ketiga yang wujud di dalam masyarakat kita. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Sebagai contoh lain.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Ada yang menghantar sms, email atau melalui system sms 33221 bertanya sambil bersangka buruk berkenaan orang di sekitarnya:-&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;a- "Ustaz ada dengar tak slot Dr Zainol Hadja pengasas ayam organik di radio ikim. Cara cakapnya macam dia sorang yang halal, dan semua yang tanda halal JAKIM tidak boleh pakai. Apa pandangan ustaz tentang dakwaan Dr Zainol dan perjuangannya memartabatkan makanan yang betul-betul halal kononnya tu?.. boleh caya ke. Nampak macam nak perkayakan diri sendiri jer" &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;b- "PPIM ni sebenarnya ustaz bukan nak perjuang isu kepenggunaan Islam, mereka nak jual nama persatuan mereka, lepas ni senang nak dapat budjet" &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;c- "Ustaz ni dah buat tebiat apa? Dalam banyak-banyak urusan umat yang begitu kritikal, sempat pula dia menulis buku cinta(n)!", simpul seorang pemerhati jarak jauh. (petikan dari web saifulislam.com)&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;d- "eleh ustaz-ustaz TV ni, hanya layak mendapat gelaran ‘pelawak' dari penceramah, asyik buat lawak aja. Depa ni sebenarnya sedang jual agamanya untuk popular di televisyen"&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;e- "Saya benci dengan ustaz yang tak jelas parti apa ni, bagi saya mereka ni munafiq dan hanya pentingkan perut mereka saja, kerana itu tidak berani berterus terang" &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;f- "Kecewa dengan ustaz. Mengapa ustaz tak aktif lagi dalam perjuangan jemaah Islam, ustaz dah &lt;em&gt;futur&lt;/em&gt; dan tergelincir dari perjuangan dakwah ke?" Tanya seorang bersangka buruk kepada saya melalui ruang komentar. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;g- Seorang isteri dinasihatkan oleh seorang penulis artikel bahawa : "jika suami anda tiba-tiba baik, spoting, romantik, ketahuilah sebenarnya ia ada benda jahat yang sedang disorokkan"&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Banyak lagi contoh-contoh yang tidak larat saya kumpulkan, ia cuma beberapa contoh betapa budaya sangka buruk berbaur dengki dan hasad begitu meriah dalam masyarakat kita hari ini. Tidak bolehkah kita bersangka baik terlebih dahulu. Semua punyai peranannya, samada seseorang itu ikhlas atau tidak, itu bukan urusan kita untuk bersangka buruuk mereka tidak ikhlas atau punyai agenda lain. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt; &lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;img src="http://www.zaharuddin.net/images/stories/envy.jpg" alt="Ada tersirat ke?" border="4" height="332" hspace="35" vspace="1" width="500" /&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Malah jika mereka memang punyai agenda tetapi agenda yang halal, apa salahnya. Selagi mana zahir tindakan semua mereka tadi adalah baik dan menghasilkan kesan yang baik kepada masyarakat umum. Kita wajar bersangka baik dan menyokongnya tanpa perlu menghentam sambil menambah dosa dan menyubur kebencian di hati. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt; Allah swt mengingatkan :-&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" align="center"&gt; &lt;span style="font-family:comic sans ms,sand;font-size:6;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ertinya : Wahai orang-orang yang beriman! &lt;strong&gt;Jauhilah kebanyakan dari sangkaan (supaya kamu tidak tergelincir ke dalam sangkaan yang dilarang) kerana sesungguhnya sebahagian dari sangkaan itu adalah dosa&lt;/strong&gt;..." [Surah al-Hujurat, ayat 12]&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Imam Fakhruddin Ar-Razi menghuraikan :&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" align="center"&gt; &lt;span style="font-family:comic sans ms,sand;font-size:6;"&gt;الظن ينبغي بعد اجتهاد تام ووثوق بالغ&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ertinya : "Sangkaan ini mestilah disokong oleh ijtihad ( usaha bersungguh memastikan kebenarannya, dan penyelidikan yang dalam" ( Tafsir Ar-Razi, 28/115 )&lt;/em&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Justeru, dalam hal mencari keikhlasan seseorang dalam sesuatu teguran dan usaha baikknya, Islam tidak menyuruh kita menyelidik hati seseorang. Hanya hal berkaitan zahir seperti jenayah, kesalahan fizikal dan yang sepertinya sahaja memerlukan penyelidikan yang disebutkan oleh imam Ar-Razi tadi. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Namun begitu, kepada para pendakwah, teruskan usaha anda dengan cara anda yang tersendiri. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Jangan dipedulikan hasad dan sangka buruk manusia lain yang berhati busuk. Malah Nabi s.a.w sendiri juga pernah terkena sangka buruk seorang lelaki sebagaimana dicatatkan dalam hadis sohih berikut :-&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" align="center"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms,sand;font-size:6;"&gt;قال فَقَامَ رَجُلٌ غَائِرُ الْعَيْنَيْنِ مُشْرِفُ الْوَجْنَتَيْنِ نَاشِزُ الْجَبْهَةِ كَثُّ اللِّحْيَةِ مَحْلُوقُ الرَّأْسِ مُشَمَّرُ الْإِزَارِ فقال يا رَسُولَ اللَّهِ اتَّقِ اللَّهَ قال وَيْلَكَ أو لست أَحَقَّ أَهْلِ الأرض أَنْ يَتَّقِيَ اللَّهَ قال ثُمَّ وَلَّى الرَّجُلُ قال خَالِدُ بن الْوَلِيدِ يا رَسُولَ اللَّهِ ألا أَضْرِبُ عُنُقَهُ قال لَا لَعَلَّهُ أَنْ يَكُونَ يُصَلِّي فقال خَالِدٌ وَكَمْ من مُصَلٍّ يقول بِلِسَانِهِ ما ليس في قَلْبِهِ قال رسول اللَّهِ إني لم أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ قُلُوبِ الناس ولا أَشُقَّ بُطُونَهُمْ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Ertinya : Berdiri seorang lelaki yang matanya ke dalam, lebat janggutnya, kepalanya tercukur lalu berkata : &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;"Wahai Rasulullah bersikap takutlah kepada Allah" ( Sebagai tanda tidak puas hati terhadap pembahagian yang dilakukan oleh Nabi), &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Baginda menjawab : "Bukankah aku sepatutnya ( sebagai Rasulullah ) orang yang paling takut kepada Allah." &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Lelaki itu terus beredar dan Khalid Ibn Walid berkata &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;"Adakah perlu aku memenggal kepalanya (kerana tidak taat kepada pembahagian yang dilakukan oleh Nabi dan seolah-olah telah murtad) : &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Baginda menjawab : "Tidak, mungkin ia orang yang masih menunaikan solat". &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Khalid berkata : "Berapa ramaikah yang menunaikan solat dan lidahnya berkata seusatu yangtidak sama dengan apa yang di dalam hatinya (merujuk kepada orang munafiq)"&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Baginda membalas :-&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" align="center"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms,sand;font-size:6;"&gt;إني لم أُومَرْ أَنْ أَنْقُبَ قُلُوبِ الناس ولا أَشُقَّ بُطُونَهُمْ&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ertinya : "Aku tidak diperintahkan untuk meninjau hati manusia (menjangkakan niat manusia lain) dan mengorek perut mereka" ( Riwayat Al-Bukhari, no 4094, 4/1581 : Muslim, 2/742 )&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Imam An-Nawawi dan Ibn Hajar mentafsirkan kata-kata baginda ini sebagai :- &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p dir="rtl" align="center"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:comic sans ms,sand;font-size:6;"&gt; إنما أمرت أن آخذ بظواهر أمورهم والله يتولى السرائر&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ertinya : Aku hanya diperintahkan untuk mengambil kira luaran urusan mereka sahaja manakala niat dan apa yang terselindung adalah urusannya dengan Allah) (Syarah Sohih Muslim, 7/163; Fath Al-Bari, 8/69 )&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;KESIMPULANNYA&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Akhirnya, jauhilah sangka buruk yang sebahagiannya membawa dosa. Dahulukan sangka baik di kalangan umat Islam selaras dengan arahan Allah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;span style="font-family:comic sans ms,sand;font-size:6;"&gt;لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُّبِينٌ&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;Ertinya : Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak ber&lt;strong&gt;sangka&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;baik&lt;/strong&gt; terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: ""Ini adalah suatu berita bohong yang nyata. ( An-Nur : 12 )&lt;/em&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Banyakkanlah bersangka baik. Sebenarnya masih ada ramai orang baik yang berbuat baik hanya kerana agenda akhirat semata-mata. Janganlah dirasakan dunia ini sudah tiada yang ikhlas kerana Allah. Mulakan dengan diri sendiri lalu anda akan mampu mencari orang sepertinya. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:Times New Roman;font-size:130%;"&gt;Namun, apa yang menyedihkan mereka yang kerap bersangka buruk kepada kebaikkan ini suka pula bersangka baik kepada penganjur skim-skim cepat kaya yang tumbuh dengan pelbagai nama dan lesen hari ini. Sepatutnya anda perlu bersangka buruk lebih sedikit dengan skim-skim sebegini. Ia dinamakan berhati-hati yang sebenar.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Sekian&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;Zaharuddin Abd Rahman&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dipetik dari:    &lt;a href="http://www.zaharuddin.net/"&gt;&lt;span style="font-family:times new roman,times;font-size:130%;"&gt;http://www.zaharuddin.net/&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-6220105049468671033?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/6220105049468671033/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=6220105049468671033' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/6220105049468671033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/6220105049468671033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/06/mengapa-perlu-sangka-buruk.html' title='Mengapa Perlu Sangka Buruk ?'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-694025256950321966</id><published>2008-05-22T08:23:00.003+08:00</published><updated>2008-05-22T08:58:40.752+08:00</updated><title type='text'>SYIAH MENGGANAS DI MALAYSIA!!!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Pertamanya,maaf kerana sudah lama tidak mengupdate blog ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Straight to the point:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:times new roman;" &gt;Pada 12 Mei yang lalu sebuah seminar dianjurkan atas nama PAS,iaitulah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;SEMINAR ISU ANTARABANGSA BANTAHAN PENDUDUKAN 60 TAHUN ISRAEL DI BUMI PALESTIN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikatnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;IA ADALAH SEBUAH SEMINAR SYIAH!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Penjelasannya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="ratingblock"&gt;&lt;div id="unit_long78"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;img src="http://al-qayyim.net/news/images/stories/zaini_121px.gif" style="float: left;" alt="Image" title="Image" border="2" height="127" hspace="6" width="121" /&gt;&lt;strong&gt;Web2 IQ, 18 Mei (zain-ys)&lt;/strong&gt; - Pada 12 Mei yang lalu khabarnya, satu majlis seminar di hotel Ansar sempena membantah 60 tahun penjajahan Israel ke atas bumi Palestine telah diadakan. &lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Namun, agak musykil kerana majlis itu juga adalah bersempena hari kelahiran Zainab al-Kubro.&lt;/p&gt; Merayakan kelahiran Zainab bukan budaya umat Islam di Malaysia. Ini bermakna, jika ada orang yang merayakannya juga, pasti ada yang tak kena dengan orang berkenaan. &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Zainab adalah salah seorang ahlil bait. Golongan yang memuja secara berlebihan terhadap ahlil bait adalah Syiah. Golongan Ahlus Sunnah juga amat menyintai Ahlil bait tetapi tidak bersikap melampau.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Apakah penganjur seminar berkenaan adalah kelompok Syiah?&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Dugaan ini dikuatkan lagi dengan barisan panelnya yang antaranya:&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;img src="http://al-qayyim.net/news/images/stories/zaini_255px.gif" style="float: right;" alt="Image" title="Image" border="2" height="290" hspace="6" width="255" /&gt;1. Zaini Zainal Abidin. Beliau sering menelefon rtm dunia dan melontarkan idea-idea berbau Syiah. Pernah sekali dua dia diundang untuk rancangan berkenaan sebagai tetamu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;2. Hasan Askari. Dari namanya sahaja sudah dapat dicam bahawa beliau adalah seorang Syiah. Beliau adalah bekas pelajar Qom, Tehran&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;3. Mohd Nor Daud, Ketua Urusan Ulama MTD PAS Kota Lama &lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Bila meneliti isikandungan seminar berkenaan, memang jelas bahawa seminar berkenaan adalah seminar Syiah Imamiyah. Hal ini tidak dapat ditutup lagi sekalipun pada penghujung seminar pengerusi majlis berkali-kali menekankan bahawa mereka adalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Menurut sumber yang hadir di seminar berkenaan; “&lt;em&gt;..manakan mungkin mereka adalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Mereka menuduh yang bukan-bukan terhadap para ulama Ahlus Sunnah. Mereka juga mentohmah para sahabat Rasulillah s.a.w. Terutamanya Abu Hurairah r.a.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;“&lt;em&gt;Mana mungkin Ahlus Sunnah mentohmah para sahabat!&lt;/em&gt;” Sambung sumber ini lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Menurut seorang lagi yang hadir; “.&lt;em&gt;.mereka juga cuba menipu para hadirin dengan menyelewengkan beberapa fakta.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;“&lt;em&gt;Contohnya mereka mengatakan bahawa Hadith Bahtera terdapat di dalam Sahih Muslim dan Sunan Sittah. Sedangkan hakikatnya hadith berkenaan tidak pernah wujudpun di dalam kitab-kitab berkenaan.&lt;/em&gt;”&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Golongan Syiah memang terkenal dan masyhur sebagai golongan yang gemar memalsukan fakta.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Apa yang menyedihkan ialah seminar berkenaan dianjurkan oleh PAS. Lihat sendiri logo PAS tertera megah pada poster (lihat gambar).&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;Pihak PAS perlu menyiasat tentang hal ini agar ia tidak terus merebak dan menjadi parah. Jika hal ini tidak diselesaikan segera, adalah dipercayai ia akan menjadi fitnah terhadap PAS. Juga mengiyakan tuduhan sebahagian masyarakat bahawa PAS sudah dipengaruhi oleh Syiah Imamiyah yang sesat itu. &lt;em&gt;(zain-ys 4 web2 IQ)&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;" align="center"&gt;&lt;img src="http://al-qayyim.net/news/images/stories/poster_seminar_syiah_550px.gif" alt="Image" title="Image" border="0" height="413" hspace="6" width="550" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Seminar ini juga turut dibantah oleh Al-Fadhil Ustaz Nasruddin Tantawi dalam blognya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Percubaan Untuk Sabotaj PAS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5202635119694103570" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://bp2.blogger.com/_nULhBKCa4KQ/SDN5E51WxBI/AAAAAAAAAoM/WT5oJIZzDt8/s400/poster_seminar_syiah_550px.gif" border="0" /&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Saya mendapat maklumat bahawa majlis anjuran UPU Sekolah Taman Sekebun Bunga yang kononnya untuk membantah pendudukan 60 tahun Israel di Palestine telah dijadikan medan untuk propaganda syiah .&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kalau saya melihat kepada panel yang diundang iaitu Hasan Askari dan Zaini Zainal Abidin sudah cukup memperlihatkan apakah wajah sebenar program tersebut .&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dengan ini Dewan Pemuda PAS Pusat membantah program tersebut dan sangat kesal di atas sikap tidak bertanggungjawab menggunakan pentas PAS untuk tujuan jahat tersebut dengan membawa masuk pengaruh dan idea syiah ke dalam PAS sedang PAS adalah perjuangan yang berasaskan Ahlis sunnah wal Jamaah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Saya mengharapkan agar pimpinan PAS khasnya sahabat - sahabat pemuda dapat mengambil tindakan sebenar . Saudara Yb. Zaki , Ustaz Nik Abduh , Ustaz Ahmad Baihaqi dan saudara Zuraidin mungkin boleh beri perhatian dengan menyiasat betul duduknya kes atau isu ini kemudian dapat bertindak agar pengaruh syiah tidak dibawa masuk ke dalam PAS melalui mana - mana jua pintu .&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;dari blog:http://ustaznasrudin-tantawi.blogspot.com&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Juga dibantah oleh Al-Fadhil Ustaz Abdul Rashid bin Idris,Presiden Institut Ibn Qayyim di Pulau Pinang:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bantahan terhadap kedurjanaan Syiah  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pihak Institut Al-Qayyim (IQ), Pulau Pinang dengan ini mengutuk sekeras-kerasnya kedurjanaan golongan Syiah Malaysia yang telah menjadikan pentas SEMINAR ISU ANTARABANGSA BANTAHAN PENDUDUKAN 60 TAHUN ISRAEL DI BUMI PALESTIN yang telah dilangsungkan pada 12 Mei 2008 bertempat di Dewan Hijrah HOTEL ANSAR, Kota Bharu sebagai medan menghina sahabah Rasulullah SAW dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="center"&gt;   &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img alt="" src="http://al-ahkam.net/home/upload/rte/pres_iq_kamibantah.gif" align="bottom" border="2" hspace="5" vspace="5" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Majlis tersebut secara terang-terangan telah mempromosi aqidah Syiah yang bertentangan dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Pihak IQ sangat kesal di atas ketidak pekaan pihak penganjur iaitu UPU Sekolah Taman Sekebun Bunga berhubung sensitiviti umat Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah yang merupakan majoriti di Malaysia bahkan di seluruh dunia. IQ juga kesal kerana pihak terbabit sanggup memperalatkan pentas PAS untuk memberi ruang dan tempat kepada golongan Syiah Malaysia. Tindakan ini hanya mengundang imej buruk terhadap PAS.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Pihak IQ menyeru malah merayu kepada pimpinan PAS Pusat dan kerajaan Kelantan agar dapat mengambil tindakan sewajarnya bagi membendung pengaruh Syiah yang menular di celah-celah saf perjuangan. Dicadangkan agar suatu langkah serius mendedahkan hakikat penyelewengan ajaran Syiah dapat dilaksanakan hingga ke peringkat akar umbi.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Semoga Allah memberikan kekuatan kepada pihak tuan untuk menegakkan Islam dengan berteraskan Al-Quran dan As-Sunnah sepertimana yang difahami oleh as-salaf as-soleh.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;“Sebaik-baik umat Rasulullah SAW ialah para sahabah baginda”&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Yang benar,&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Abd. Rasyid Bin Idris)&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Presiden IQ, &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pulau Pinang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="margin-bottom: 0in; font-weight: bold;font-family:times new roman;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sumber:www.al-ahkam.net/modules.php?op=modload&amp;amp;name=News&amp;amp;file=article&amp;amp;sid=87674&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Berikut ialah sebahagian rakaman seminar tersebut yang memang jelas menampilkan kebiadaban ZAINI ZAINAL ABIDIN yang mencela dan mencerca para sahabat radhiyallahu anhum,dengan alsan 'berlapang dada'.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/MPfGn2Moq0Q&amp;amp;hl=en"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/MPfGn2Moq0Q&amp;amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/wt7lFcbnAGA"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/wt7lFcbnAGA" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;object height="355" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/14Lr00TIR3c"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/14Lr00TIR3c" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" height="355" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-694025256950321966?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/694025256950321966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=694025256950321966' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/694025256950321966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/694025256950321966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/05/syiah-mengganas-di-malaysia.html' title='SYIAH MENGGANAS DI MALAYSIA!!!!'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_nULhBKCa4KQ/SDN5E51WxBI/AAAAAAAAAoM/WT5oJIZzDt8/s72-c/poster_seminar_syiah_550px.gif' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-5790670152446614314</id><published>2008-05-13T11:02:00.000+08:00</published><updated>2008-05-13T11:04:30.132+08:00</updated><title type='text'>Agamawan yang meng ‘sekular’ kan agama</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Agamawan yang meng ‘sekular’ &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; agama&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Seringkali apabila kita berbicara tentang sekularisme,kita akan menyebut tentang betapa bangsatnya Mustafa Kemal Attarturk yang mencanangkan konsep sekularisme sebaik sahaja Sultan Abdul Hamid, Khalifah Islam yang terakhir.Namun begitu,bukan Turki sahaja yang sekular,bahkan di negara kita sendiri pun,bahkan sikap sestengah agamawan(baca:Ustaz,Da’ie,Ustazah) yang mensekularkan kita.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tak percaya?baiklah saya berikan situasi yang pertama:&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;“Imam,boleh tak kalau kita gantikan kuliah agama ni dengan kuliah kesihatan sekali-sekala,biar ada kelainan sikit”,cadang seorang makmum kepada imam masjid X.”Eh,hang gila ka cakap menda dunia dalam masjid?”,balas sang imam,terkaku para jemaah…&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Siapa yang sekular,Imam atau makmum?.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Situasi2:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;“eh,apahal ngan mamat tu,sibuk-sibuk je bagi tazkirah,bagi kuliah, dia bukan ustaz pun,kerja kat Telekom je,”Rungut seorang ustaz di surau Y pula.&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ya,inilah situasi yang lazim berlaku di Malaysia.Kita sebenarnya terkadang lebih sekular daripada Turki.Walhal apa salahnya kita mengintegrasikan perkara-perkara ‘dunia’ dalam agama?ALLAH ‘Azza wa Jalla telah mengajarkan kita sedemikian.Tak percaya?Lihat ni:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana; color: black;"&gt;Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam agama Islam (dengan mematuhi) segala hukum-hukumnya dan janganlah kamu menurut jejak langkah Syaitan; sesungguhnya Syaitan itu musuh bagi kamu yang terang nyata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Allah menyuruh kita ISLAM keseluruhannya,bukan sebahagiannya.Maka siapakah kita nak mengasingkan urusan agama dan urusan dunia?Apakah urusan dunia kita,kita bebas semau kita tanpa perlu akan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;peraturan dari yang Maha Esa?&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Jadi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kita mestilah ISLAM dalam urusan kehidupan kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kita mestilah ISLAM dalam urusan rumahtangga kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Kita mestilah ISLAM dalam urusan jual-beli kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Dan ISLAM dalam seluruh perkara.Jangan hanya melihat agama dari perpekstif yang sempit,akibatnya agama akan jadi milikan eksklusif sesetengah pihak sahaja.Maka:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ISLAM hanya milik Ustaz&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ISLAM hanya milik Kiyai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ISLAM hanya milik Ustazah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ISLAM Hanya Milik Da’i&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;ISLAM bukan untuk selain yang di atas……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: black;"&gt;Akhirnya penghujung agama kita akan jadi saling tak tumpah seperti agama-agama samawi lain,hanya dimonopoli oleh para Rahib-Rahib,Pendeta-Pendeta dana Rabbi-Rabbi,justeru di mana kesudahannya?Fikir-fikirkan dan selamat bertindak!!!!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-5790670152446614314?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/5790670152446614314/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=5790670152446614314' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/5790670152446614314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/5790670152446614314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/05/agamawan-yang-meng-sekular-kan-agama.html' title='Agamawan yang meng ‘sekular’ kan agama'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-2482706882539303032</id><published>2008-05-12T08:12:00.003+08:00</published><updated>2008-05-12T09:22:16.738+08:00</updated><title type='text'>Ibu....engkaulah ratu hatiku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SCebVS3FpgI/AAAAAAAAAFw/zalvDRjSiYU/s1600-h/001.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SCebVS3FpgI/AAAAAAAAAFw/zalvDRjSiYU/s320/001.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199295084964980226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                                                                                     Gambar(Ibuku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,setiap Ahad,minggu kedua dalam bulan Mei,seluruh dunia akan menyambut Hari Ibu.Walaupun ada yang berkhilaf,sama ada sambutan ini bersifat keagamaan atau tidak namun saya merasakan tidak mengapa,dan (slogan lazim orang melayu)"Benda baik,apa salahnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu....ibu....engkaulah ratu hatiku....&lt;br /&gt;Begitulah lirik lagu iklan susu 'Nespray' yang sering saya dengar sekitar tahun 1995 dahulu.Liriknya memang simple,namun maksudnya sungguh dalam dan begitu beerti buat seorang manusia yang berhati perut.Masakan tidak,betapa besarnya jasa seorang ibu,bersabung nyawa,menanggung kelelahan membesarkan anak-anaknya,adakah pengorbanan yang lebih besar daripada itu?Renungkan secebis mutiara al-Qur'an di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا  إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُل  لَّهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلاً كَرِيمً  وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ارْحَمْهُمَا  كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرً&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ا&lt;br /&gt;Dan Tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya  semata-mata dan hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapa. Jika salah  seorang dari keduanya atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam  jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sebarang  perkataan kasar) sekalipun perkataan "Ha" dan janganlah engkau menengking  menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang  bersopan santun). Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan  kasih sayangmu dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): Wahai Tuhanku!  Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih  sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ  وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ  وَإِن جَاهَدَاكَ عَلى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا  تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ  أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ  تَعْمَلُونَ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah  mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung  hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya ialah dalam masa dua  tahun; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibubapamu;  dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali (untuk menerima balasan). Dan jika mereka berdua mendesakmu supaya engkau mempersekutukan denganKu sesuatu  yang engkau dengan fikiran sihatmu tidak mengetahui sungguh adanya maka  janganlah engkau taat kepada mereka dan bergaulah dengan mereka di dunia dengan  cara yang baik dan turutlah jalan orang-orang yang rujuk kembali kepadaKu  (dengan tauhid dan amal-amal yang soleh). Kemudian kepada Akulah tempat kembali  kamu semuanya, maka Aku akan menerangkan kepada kamu segala yang kamu telah  kerjakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah,bagai terkena lastik dibatang hidungku,adakah aku benar-benar beriman dengan kedua ayat ALLAH ini?Sebagai seorang anak,daku tidak dapat menunjukkan rasa kasihku,pada ibuku dengan baik.Kecelakaanlah ke atas diriku,jika sampai ibuku tidak redha kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduhai....marilah muhasabah diri,apakah kita benar-benar seorang anak,atau sekadar seorang yang  'benak'?Buat yang sudah bekeja,terbelakah nasib ibumu di Kampung?Buat yang masih studi,dapatkah kau penuhi hajatnya?Apakah dapat kau senangkan hatinya?Mudah-mudahan,kita akan dapat membahagiakan ibu-ibu kita,di dunia dan di akhirat kelak.Ameen,ya Rabbal 'Alamin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Selamat Hari Ibu !!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;p/s:hari-hari pun hari ibu,sayangi ibu hari-hari!!!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-2482706882539303032?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/2482706882539303032/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=2482706882539303032' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/2482706882539303032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/2482706882539303032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/05/ibuengkaulah-ratu-hatiku.html' title='Ibu....engkaulah ratu hatiku'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SCebVS3FpgI/AAAAAAAAAFw/zalvDRjSiYU/s72-c/001.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-1426744069649434558</id><published>2008-05-02T08:35:00.003+08:00</published><updated>2008-05-02T09:06:53.619+08:00</updated><title type='text'>Sambungan Kuliyyah Tafsir dan Akidah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span&gt;Kuliyyah Akidah dan Tafsir&lt;br /&gt;oleh As-Syeikh Dr Abdullah Yassin&lt;br /&gt;Juzuk2,Surah Al-Baqarah,166-167&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 166&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُواْ مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُواْ وَرَأَوُاْ  الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الأَسْبَاب&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;ُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iaitu) ketika ketua-ketua yang menjadi ikutan itu berlepas diri dari orang-orang  yang mengikutnya, sedang kedua-dua pihak melihat betapa ngerinya azab seksa itu  dan (ketika) terputusnya segala hubungan di antara mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud ayat : Pada hari akhirat nanti orang-0rang yang menyembah tandingan selain ALLAH iaitu kerana terlalu patuh dan sangat mengharap pertolongan kepada sesama makhluk akan merasa sangat rugi dan menyesal kerana makhluk atau tandingan tersebut yang selama ini mereka sembah atau patuhi atau harapkan boleh membantu ketika susah ternyata akan berlepas diri daripadanya dan tidak bersedia menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah mereka baru menyedari bahawa tandingan-tandingan yang mereka ambil ketika di dunia dulu adalah pembohong dan penipu besar dan sangat lemah serta memiliki kekuatan sedikitpun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayat 167&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُواْ  لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّؤُواْ مِنَّا  كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللّهُ أَعْمَالَهُمْ حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُم  بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (pada masa yang mengecewakan itu) berkatalah orang-orang yang menjadi  pengikut: Alangkah eloknya kalau kami (dengan itu dapat kami berlepas diri  daripada mereka sebagaimana mereka berlepas diri daripada kami (pada saat ini)!  Demikianlah Allah perlihatkan kepada mereka amal-amal mereka (dengan rupa yang  mendatangkan) penyesalan yang amat sangat kepada mereka dan mereka pula tidak  akan dapat keluar dari Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya:"Sekiranya kami boleh kembali lagi ke dunia pasti kami akan mengikuti jalan yang benar dan tawhid yang murni tanpa mencampur adukkan Al-Quran dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup kami.Kemudian kami akan berhimpun di Padang Mahsyar untuk diadili.Pada ketika itu kami akan berlepas diri daripada orang-orang yang sesat sebagaimana mereka berlepas diri daripada kami.Dengan itu,kami akan berbahagia dengan amalan kami dan mereka pula akan menderita akibat amalan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain memperlihatkan azab,ALLAH juga akan memperlihatkan kepada mereka amal perbuatan mereka supaya menjadi sesalan bagi mereka.Maksudnya:Supaya mereka menyedari bahawa sikap mereka sanggup mempertuhankanmakhluk ketika di dunia dulu hanya membawa keburukan sahaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun maksud:&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Dan mereka tidak akan keluar dari api neraka"&lt;/span&gt;,sama ada&lt;span style="font-style: italic;"&gt; kembali ke dunia&lt;/span&gt; untuk memperbaiki akidah dan mempertingkatkan amal saleh,kerana masanya sudah luput:ataupun untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;masuk ke dalam syurga&lt;/span&gt; kerana pada mereka terdapat faktor penghalang untuk memasukinya iaitu syirik kepada ALLAH&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-1426744069649434558?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/1426744069649434558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=1426744069649434558' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1426744069649434558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1426744069649434558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/05/sambungan-kuliyyah-tafsir-dan-akidah.html' title='Sambungan Kuliyyah Tafsir dan Akidah'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-7564431329059067375</id><published>2008-04-30T08:07:00.001+08:00</published><updated>2008-04-30T09:45:16.773+08:00</updated><title type='text'>Sambungan Kuliyyah Akidah dan Tafsir</title><content type='html'>Kuliyyah Akidah Dan Tafsir&lt;br /&gt;oleh : As-Syeikh Dr Abdullah Yasin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juzuk 2,Surah al-Baqarah,ayat 165&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(Walaupun demikian), ada juga di antara manusia yang mengambil selain dari Allah (untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini pula ALLAH S.W.T menyatakan tentang keadaan orang-orang yang enggan menggunakan akal fikiran mereka untuk memikirkan kebesaran ALLAH dan Ke-Esaan-Nya.Oleh sebab itulah mereka mengambil selain ALLAH sebagai tandingan-tandingan.Yang dimaksudkan dengan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tandingan-tandingan selain ALLAH&lt;/span&gt;" dalam ayat diatas ialah mereka menjadikan makhluk,sama ada malaikat atau nabi atau orang saleh atau mana-mana pemimpin,setanding atau setaraf dengan ALLAH dalam &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;urusan ibadah,cinta,ta'zim dan kepatuhan&lt;/span&gt;.Walaupun mereka tetap tidak menyamakan ALLAH dengan tandingan-tandingan tersebut dalam hal penciptaan,rezeki dan pengurusan alam ini.(Rujuk Tafsir Al-Maraghi,Syeikh Ahmad Mustafa Al-Maraghi,jilid 1,mukasurat196)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi golongan tersebut mencintai tandingan itu sama dengan mereka mencintai ALLAH,begitu juga dalam hal mentaati,mematuhi,merasa takut,memohon kebaikan dan perlindungan.Mereka juga memberikankuasa penentuan hukum halal dan haram kepada tandingan tersebut dan lain-lain lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبًّا لِّلّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً وَأَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang orang-orang yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah dan kalaulah orang-orang yang melakukan kezaliman (syirik) itu mengetahui ketika mereka melihat azab pada hari akhirat kelak, bahawa sesungguhnya kekuatan dan kekuasaan itu semuanya tertentu bagi Allah dan bahawa sesungguhnya Allah Maha berat azab seksaNya, (nescaya mereka tidak melakukan kezaliman itu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya,Orang-orang zalim tersebut iaitu mereka yang telah mengambil tandingan-tandingan selain ALLAH,jika seandainya mereka telah melihat azab ALLAH di Akhirat nanti nescaya mereka akan sedar bahawa tandingan-tandingan yang mereka ambil ketika di muka bumi dulu sama sekali tidak dapat  menolong mereka terlepas daripada siksaan ALLAH.Segala kekuatan hanya milik ALLAH dan Dia-lah yang menetukan segala-galanya.Ketika itu baru merke yakin bahwa sebenarnya yang mengatur alam akhirat itu,itulah juga kekuatan yang mengatur alam dunia dulu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-7564431329059067375?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/7564431329059067375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=7564431329059067375' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/7564431329059067375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/7564431329059067375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/04/sambungan-kuliyyah-akidah-dan-tafsir.html' title='Sambungan Kuliyyah Akidah dan Tafsir'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-1022770432562715984</id><published>2008-04-29T07:31:00.003+08:00</published><updated>2008-04-29T08:27:46.512+08:00</updated><title type='text'>Sambungan Kuliyyah Tafsir dan Akidah</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Kuliah Tafsir dan Akidah oleh As-Syeikh Dr Abdullah Yasin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surah Al-Baqarah,ayat 164&lt;br /&gt;.&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ  وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ  اللّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا  وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ  الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُون&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;َ َ&lt;br /&gt;Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi dan (pada) pertukaran malam dan siang  dan (pada) kapal-kapal yang belayar di laut dengan membawa benda-benda yang  bermanfaat kepada manusia; demikian juga (pada) air hujan yang Allah turunkan  dari langit lalu Allah hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah  matinya, serta Dia biakkan padanya dari berbagai-bagai jenis binatang; demikian  juga (pada) peredaran angin dan awan yang tunduk (kepada kuasa Allah)  terapung-apung di antara langit dengan bumi; sesungguhnya (pada semuanya itu)  ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan Allah kekuasaanNya, kebijaksanaanNya  dan keluasan rahmatNya) bagi kaum yang (mahu) menggunakan akal fikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ayat ini pula ALLAH S.W.T menyebut beberapa tanda yang terdapat di alam nyata ini sebagai bukti ke-Esaan dan Kasih Sayang-Nya untuk menguatkan lagi kebenaran yang terkandung dalam ayat sebelumnya.Di antara tanda-tanda tersebut ialah:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Penciptaan langit dan bumi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pergantian sinag dan malam silih berganti&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bahtera yang berlayar di lautan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penurunan hujan darilangit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penghidupan semula tanah yang mati dgn air hujan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyebaran segala jenis haiwan di bumi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pengisaran angin dan awan antara langit dan bumi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Di dalam semua kejadian tersebut mengandungi banyak pengajaran bagi orang-orang yang mahu menggunakan akalnya.Dengan memikirkanny mereka akan mendapati rahsia dan hikmah disebalik setiap peristiwa tersebut dan selanjutnya akan mampu membezakan yang mana mendatangkan manfaat atau sebaliknya mudharat.Dan yang paling penting ialah dengan memikirkan kejadian-kejadian tersebut maka akan timbul pengakuan betapa Kebesaran dan Kekuasaan Yang Mencipta semua itu.Oleh itu sangat tepatlah kalau hanya Dia sahajalah yang layak untuk disembah oleh makhluk,bukan yang selain Dia.Sungguh celaka orang-orang yang enggan memikirkan dan mengambil pengajaran daripada kejadian alam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Sabda Rasulullah S.A.W :Sungguh &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CELAKA &lt;/span&gt;orang yang membaca ayat ini lalu dia tidak mengambil pengajaran daripadanya.(rujuk Tafsir Maraghi,jilid 1 mukasurat 37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebahagian ulama berkata: "ALLAH memiliki dua kitab; Kitab Pertama adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kitab Makhluk &lt;/span&gt;iaitu alam maya ini dan Kitab Kedua pula &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kitab Munazzal&lt;/span&gt;(kitab yang diturunkan) iaitu Al-Quran.Kitab kedua berperanan membimbing kita mencapai ilmu tentang Kitab Pertama(alam maya) dengan menggunakan akal fikiran.Siapa yang mahu mengambil pelajaran daripada kedua-duanya maka ia akan berjaya dan siapa yang berpaling daripada kedua-duanya maka ia akan rugiu di dunia dan di akhirat."(Rujuk Tafsir Maraghi.Jilid 1 ,Mukasurat37)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-1022770432562715984?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/1022770432562715984/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=1022770432562715984' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1022770432562715984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1022770432562715984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/04/sambungan-kuliyyah-tafsir-dan-akidah.html' title='Sambungan Kuliyyah Tafsir dan Akidah'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-5491485181193386925</id><published>2008-04-28T10:02:00.001+08:00</published><updated>2008-04-28T10:04:38.647+08:00</updated><title type='text'>Awak setuju tak?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Assalamu`alaikum warohmatulloh.. Mari kita bermuhasabah diri.. _______________________________________________ &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;AWAK SETUJU TAK DENGAN 14 SOALAN INI?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa awak tak boleh lari daripada bertujuan hidup di dunia sementara ni adalah untuk mendapat redha Tuhan yang menjadikan awak, iaitu Alloh SWT. Dengan redhaNya, Dia akan mengasihi awak, bila Dia mengasihi awak, insyaAlloh di hayat kekal abadi nanti, Dia akan limpahkan kasih sayangNya kepada awak di syurga. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa untuk mendapat redha Alloh SWT, awak mestilah redha bahawa Alloh adalah Tuhan seluruh alam ini, awak mestilah redha bahawa Islam adalah cara hidup terbaik untuk awak dan awak mestilah redha bahawa Nabi Muhammad صلى الله عله وسلام adalah utusan Alloh untuk memperkenalkan Alloh dan Islam kepada awak dan lainnya. Redha, bukanlah semata-mata mengakui, tetapi juga adalah yakin tanpa sangsi dan was-was akan ketiga-tiga perkara ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa untuk awak redha yang Alloh adalah Tuhan awak, awak mestilah mentaatiNya, patuh kepada suruhanNya, tunduk kepada laranganNya, memupuk perasaan cinta kepadaNya serta berkeinginan untuk mendapat kasih sayangNya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa untuk awak redha yang Islam adalah cara hidup terbaik untuk awak, awak mestilah mengamalkan cara hidup yang ditunjukkan dalam Islam bukan hanya mengikut orang, bukan hanya mengamalkan sebahagian dan meninggalkan sebahagian yang lain, tetapi berusaha mengamalkan seluruhnya dengan perasaan penuh rela dan ikhlas mengamalkannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa untuk awak redha yang Nabi Muhammad صلى الله عله وسلام adalah utusan Alloh bagi memperkenalkan Alloh dan Islam kepada awak dan lainnya, awak mestilah menjadikan Nabi Muhammad صلى الله عله وسلام sebagai ikutan untuk awak dalam setiap amalan seharian kehidupan awak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa untuk menuju kepada tujuan meredhai ketiga-tiga keredhaan ini, awak mestilah mempunyai ilmu, yang sebenarnya awak tak dapat kesemuanya dalam waktu awak belajar di sekolah sahaja, tetapi mestilah diteruskan usaha mendapatkan ilmunya sepanjang hayat awak. Dan ilmu itu tidaklah boleh lari daripada panduan utama, iaitu Al-Quran dan hadith yang shohih datangnya daripada Nabi Muhammad صلى الله عله وسلام serta panduan daripada para ulama yang berpegang kepada dua panduan utama ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa awak sekarang ini masih belum berada dalam tujuan utama hidup di dunia, iaitu untuk mendapat redha Alloh SWT. Banyak perkara yang melekakan daripada tujuan itu tetapi awak terus melakukannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa awak perlu berubah, kembali kepada tujuan utama itu, meninggalkan banyak perkara yang melekakan daripada tujuan itu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa awak perlu berubah cepat, bukan menunggu nanti bila dah tua, kerana awak tak dapat kepastian bahawa hidup awak akan berpanjangan hingga tua, sedangkan banyak sebab yang membolehkan nikmat usia awak ditarik balik pada usia awak sekarang ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa untuk berubah itu, bukanlah perkara mudah tanpa bimbingan yang kuat kepada diri awak yang lemah yang mudah saja melayani banyak perkara yang melekakan awak daripada tujuan hidup awak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa untuk mendirikan rumahtangga, amat penting untuk awak mempunyai pasangan yang cenderung untuk memberikan bimbingan yang kuat kepada diri awak, dan awak juga perlu cenderung bekerjasama dengannya saling sokong-menyokong, ingat-mengingati agar sentiasa membawa keluarga kepada tujuan hidup di dunia ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa apabila awak banyak menjawab “setuju” dengan soalan-soalan ini, kaki awak sebenarnya telah berada satu tapak di atas landasan tujuan sebenar hidup awak di dunia ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa apabila kaki awak telah berada satu tapak di atas landasan tujuan sebenar hidup awak ini, sepatutnya awak tidak mengangkatnya kembali meninggalkan landasan ini, tetapi sebaliknya mengangkat sebelah lagi kaki awak, untuk terus melangkah menyelusuri landasan ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa apabila awak telah melangkah menyelusuri landasan ini, awak perlu terus berada di atas landasan ini, jangan berundur meninggalkan landasan ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;Awak setuju tak?&lt;/b&gt; Bahawa apabila awak telah tetap berada di atas landasan ini, awak tak sepatutnya berseorangan menyelusurinya, tetapi awak perlu membawa semua ahli keluarga, saudara-mara, rakan-rakan dan seluruh masyarakat turut menyertai awak menyelusuri landasan ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;   &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;font-size:85%;"&gt;Maka, sebar-sebarkanlah 15 pertanyaan penting ini kepada semua yang anda sayangi. Saya persilakan untuk awak translate 15 pertanyaan ini kepada bahasa-bahasa lain yang awak tahu dan sebarkannya ke seluruh pelusuk alam. Semoga kita mendapat redha Alloh SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ambil dari http://al-ahkam.net/home/modules.php?op=modload&amp;amp;name=News&amp;amp;file=article&amp;amp;sid=84952&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-5491485181193386925?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/5491485181193386925/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=5491485181193386925' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/5491485181193386925'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/5491485181193386925'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/04/awak-setuju-tak.html' title='Awak setuju tak?'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-1894638761477805450</id><published>2008-04-27T11:52:00.004+08:00</published><updated>2008-04-28T08:51:11.228+08:00</updated><title type='text'>Kuliyyah Tafsir dan Akidah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;                                                             Oleh:,As-Syeikh Dr Abdullah Yassin    &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;                                                                                Juzuk 2,Surah Al-Baqarah,Ayat 163-167&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (163)  إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ  وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ  اللّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا  وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ  الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (164)  وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ  اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبًّا لِّلّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ  ظَلَمُواْ إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً وَأَنَّ  اللّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ (165) إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُواْ مِنَ  الَّذِينَ اتَّبَعُواْ وَرَأَوُاْ الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الأَسْبَابُ  (166) وَقَالَ الَّذِينَ اتَّبَعُواْ لَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَتَبَرَّأَ  مِنْهُمْ كَمَا تَبَرَّؤُواْ مِنَّا كَذَلِكَ يُرِيهِمُ اللّهُ أَعْمَالَهُمْ  حَسَرَاتٍ عَلَيْهِمْ وَمَا هُم بِخَارِجِينَ مِنَ النَّارِ                                 &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-weight: bold;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;163. dan Tuhan kamu ialah Tuhan Yang Maha Esa; tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain dari Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;164. Sesungguhnya pada kejadian langit dan bumi; dan (pada) pertukaran malam dan siang; dan (pada) kapal-kapal Yang belayar di laut Dengan membawa benda-benda Yang bermanfaat kepada manusia; demikian juga (pada) air hujan Yang Allah turunkan dari langit lalu Allah hidupkan dengannya tumbuh-tumbuhan di bumi sesudah matinya, serta ia biakkan padanya dari berbagai-bagai jenis binatang; demikian juga (pada) peredaran angin dan awan Yang tunduk (kepada Kuasa Allah) terapung-apung di antara langit Dengan bumi; Sesungguhnya (pada semuanya itu) ada tanda-tanda (yang membuktikan keesaan Allah kekuasaanNya, kebijaksanaanNya, dan keluasan rahmatNya) bagi kaum Yang (mahu) menggunakan akal fikiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;165. (Walaupun demikian), ada juga di antara manusia Yang mengambil selain dari Allah (untuk menjadi) sekutu-sekutu (Allah), mereka mencintainya, (memuja dan mentaatinya) sebagaimana mereka mencintai Allah; sedang orang-orang Yang beriman itu lebih cinta (taat) kepada Allah. dan kalaulah orang-orang Yang melakukan kezaliman (syirik) itu mengetahui ketika mereka melihat azab pada hari akhirat kelak, Bahawa Sesungguhnya kekuatan dan kekuasaan itu semuanya tertentu bagi Allah, dan Bahawa Sesungguhnya Allah Maha berat azab seksaNya, (nescaya mereka tidak melakukan kezaliman itu).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;166. (Iaitu) ketika ketua-ketua Yang menjadi ikutan itu berlepas diri dari orang-orang Yang mengikutnya, sedang kedua-dua pihak melihat betapa ngerinya azab seksa itu, dan (ketika) terputusnya Segala hubungan di antara mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;167. dan (pada masa Yang mengecewakan itu) berkatalah orang-orang Yang menjadi pengikut: Alangkah eloknya kalau Kami (dengan itu dapat Kami berlepas diri daripada mereka sebagaimana mereka berlepas diri daripada Kami (pada saat ini)!" Demikianlah Allah perlihatkan kepada mereka amal-amal mereka (dengan rupa Yang mendatangkan) penyesalan Yang amat sangat kepada mereka, dan mereka pula tidak akan dapat keluar dari neraka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Setelah ALLAH S.W.T melarang Ahl Kitab menyembunyikan kebenaran dalam ayat-ayat sebelum ini,dan bagi mereka yang berbuat demikianakan ditimpakan la'nat daripada ALLAH dan semua makhluk,maka pertama-tama kebenaran yang wajib dinyatakan dan tidak boleh disembunyikan ialah tentang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Men-tawhid-kan&lt;/span&gt; ALLAH.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ (163&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;163. dan Tuhan kamu ialah Tuhan Yang Maha Esa; tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain dari Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah S.W.T menjelaskan dalam ayat di atas bahawa Dia Maha Esa dalam segala hal baik Dzat-nya,sifat-Nya ataupu Af'alnya(perbuatan-Nya).Hanya dia sahaja yang berhak dan layak disembah,tiada sekutu bagi-Nya.Disamping itu juga Dia adalah Maha Pemurahlagi Maha Mengasihani.Prof Dr Wahbah Al-Zuhaily berkata:Adapun rahsia dikhususkandi sini ialah sifat Wahdaniyah(ke-Esaan) dan Rahmah(Kasih Sayang),bukan sifat-sifat-Nya yang lain ialah untuk mengingatkan orang-orang Kafir yang menyembunyikan kebenaran bahawa ALLAh sahaja yang mampu menolong mereka dan tidak ada seorangpun selain Dia yang dapat menyelamatkan mereka daripada siksaannya.Dan selanjutnya menggalakkan mereka agar segera bertaubat kepada ALLAH dan jangan putus asa kerana ALLAH adalah Maha Pemurah dan Maha Mengasihani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Bersambung......&lt;br /&gt;Koleksi Kuliyyah Tafsir dan Akidah bagi Juzuk 1 telah dibukukan dan boleh didapati dengan harga RM70.00 di Madrasah Al-Wahidah.Layari www.al-wahidah.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-1894638761477805450?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/1894638761477805450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=1894638761477805450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1894638761477805450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1894638761477805450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/04/kuliyyah-tafsir-dan-akidahas-syeikh-dr.html' title='Kuliyyah Tafsir dan Akidah'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-5095428197312509583</id><published>2008-04-25T17:25:00.004+08:00</published><updated>2008-04-25T23:48:29.659+08:00</updated><title type='text'>Mengenal Syeikh Idris Al-Marbawi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SBH9O3uvclI/AAAAAAAAAFY/hBNCnQ2kzC8/s1600-h/IdrisMarbawi02.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SBH9O3uvclI/AAAAAAAAAFY/hBNCnQ2kzC8/s320/IdrisMarbawi02.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193210277254885970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Syeikh Muhammad Idris Al-Marbawi&lt;br /&gt;Nama sebenar beliau ialah Muhammad Idris bin Abdul Rauf.Di nisbahkan Marbawi kepada namanya,bersempena dengan tempat asalnya,Merbau.Beliau dilahirkan pada 28 DzulQa'idah 1313/1892,di Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan.&lt;br /&gt;Mendapat pendidkan awal di Sekolah Melayu Lubuk Merbau,Perak.&lt;br /&gt;Setelah itu beliau melanjutkan pelajaran ke Pondok Syeikh Wan Muhammad  di Bukit Chandan,Kuala Kangsar,Perak.Seterusnya beliau kembara menenuntut ilmu dengan pelbagai ulama'-ulama' di Kedah dan Patani,bahkan beliau juga sempat berguru dengan Tok Kenali di Pondok Tok Kenali,Kubang Kerian,Kelantan.1924,Beliau menyambung pelajarannya di al-Azhar dan merupakan anak Melayu pertama yang menuntut di Azhar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumbangan dan Karya-Karya Beliau&lt;br /&gt;Ketokohan beliau dalam bidang pendidikan dan penulisan amat dikagumi.Beliau telah dianugerahkan beberapa anugerah kehormat antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)Ijazah Kehormat Doktor Persuratan daripada Universiti Kebangsaan Malaysia pada 1 Julai 1980&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)Tokoh Maal Hijrah Peringkat Kebangsaan 1Muharram 1408/1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara karya-karya beliau ialah:&lt;br /&gt;1)Kamus Al-Marbawi&lt;br /&gt;2)Kamus al-Jaib&lt;br /&gt;3)Bahrul Maadzi&lt;br /&gt;4)Bulughul Maraam&lt;br /&gt;5)Tafsir al-Qur'an al-Marbawi&lt;br /&gt;6)Tafsir Nur al-Qur'an&lt;br /&gt;7)Usul Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan banyak lagi karya-karya beliau&lt;br /&gt;Beliau meninggal dunia pada pagi Jumaat.13 Oktober 1989.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-5095428197312509583?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/5095428197312509583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=5095428197312509583' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/5095428197312509583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/5095428197312509583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/04/mengenal-syeikh-idris-al-marbawi.html' title='Mengenal Syeikh Idris Al-Marbawi'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SBH9O3uvclI/AAAAAAAAAFY/hBNCnQ2kzC8/s72-c/IdrisMarbawi02.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-7075803444741646403</id><published>2008-04-25T15:52:00.006+08:00</published><updated>2008-04-25T17:57:10.771+08:00</updated><title type='text'>Tokoh Yang Aku Kagumi.....</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Samahatusy-Syeikh.Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SBGSVXuvcjI/AAAAAAAAAFI/Wh4s9g5H4rw/s1600-h/bin-baz.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SBGSVXuvcjI/AAAAAAAAAFI/Wh4s9g5H4rw/s320/bin-baz.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5193092741179863602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Biografi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p&gt;Nama beliau adalah: Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdurrahman bin Muhammad bin Abdul Aali Baz. Beliau dilahirkan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riyadh" title="Riyadh"&gt;Riyadh&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi" title="Arab Saudi"&gt;Arab Saudi&lt;/a&gt; pada tanggal 12 Dzulhijjah 1330 &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijriah" class="mw-redirect" title="Hijriah"&gt;Hijriah&lt;/a&gt;. Pada mulanya beliau bisa melihat, kemudian pada tahun 1336 H, kedua matanya menderita sakit, dan mulai melemah hingga akhirnya pada bulan Muharram tahun 1350 H kedua matanya mulai buta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Pendidikan" id="Pendidikan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="editsection"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" class="mw-headline" &gt;Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt; &lt;p&gt;Sebagai putra seorang ulama' pendidikannya lebih banyak tertuju pada pelajaran Al-Qur'an dan Hadits dibawah bimbingan keluarganya. Kemudian&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau belajar ilmu-ilmu syar'i dari para ulama besar di Riyadh, diantaranya :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Syaikh Muhammad bin Abdullathif bin Abdurrahman bin Hasan bin Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syaikh Shalih bin Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Hasan bin Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab (qadhi (hakim) Riyadh),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syaikh Sa’ad bin Hamd bin Faris bin ‘Athiq (qadhi Riyadh),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syaikh Hamd bin Faris (wakil Baitul Mal Riyadh),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syaikh Sa’ad Waqqash al-Bukhari (guru &lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tajwid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" class="new" title="Tajwid (belum dibuat)"&gt;tajwid&lt;/a&gt; beliau pada tahun 1355 H),&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullathif Aalu as-Syaikh (tempat beliau menimba berbagai macam disiplin ilmu Syari’at Islam mulai tahun 1347-1357 H).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;  &lt;strong&gt;Sifat Dermawannya.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dermawan adalah di antara sifat yang dimiliki oleh para nabi ‘alaihimussalam. Begitu pula halnya nabi kita yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling dermawan, makhluk yang paling memiliki sifat memberi, orang yang paling agung pemberiannya, dan manusia yang paling sempa dalam memberi, sehingga Jabir radhiallahu’anhu berkata:&lt;br /&gt;Artinya: “Belum pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dimintai sesuatu (kepadanya) kemudian beliau menjawab: ‘Tidak’.”&lt;br /&gt;Dari Anas radhiallahu‘anhu beliau berkata:&lt;br /&gt;Artinya: “Sesungguhnya seorang laki-laki telah meminta kambing (yang jumlahnya) memenuhi (lembah) antara dua gunung kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau memberikannya kepada orang tersebut, lalu laki-laki itu datang menemui kaumnya dan berkata,’Wahai kaumku! Masuklah kamu sekalian ke dalam Islam, demi Allah! Sesungguhnya Muhammad akan memberikan suatu pemberian (bila kamu sekalian masuk Islam) dan dia tidak pernah takut miskin (karena memberi)”.&lt;br /&gt;Shahih Muslim hadits no. 5975 [syarah Imam Nawawi cet. Dar al-Ma’rifah Beirut Tahun 1418 H/ 1997] &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Disebutkan dalam “Imamul ‘Ashar ibnu Baz wa al-Albani” hal. 13, bahwa pernah seorang mujahid diutus menemui beliau (untuk meminta sumbangan), namun yang ada adalah sebuah benda yang sangat penting miliknya, maka beliau pun &lt;strong&gt;menjual barang tersebut dan memberikan hasil penjualannya kepada mujahid itu&lt;/strong&gt; untuk dimanfaatkan di jalan Allah ‘Azza wa Jalla.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Beliau tidak mengizinkan bagi orang yang datang berkunjung kepadanya untuk &lt;strong&gt;permisi pergi, kecuali setelah makan siang atau makan malam bersamanya&lt;/strong&gt;, istimewa apabila yang berkunjung itu adalah musafir atau datang sengaja dari daerah jauh. (Imamul ‘Ashar Dr. Nasir Zahrani hal. 99)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berkata salah seorang sahabat karib as-Syaikh bin Baz yang beama Sa’ad bin Abdul Muhsin (orang ini lebih tua sepuluh tahun dari as-Syaikh bin Baz), “Dahulu ketika masa mudanya, beliau (Bin Baz) belajar dengan as-Syaikh al-‘Allaamah Muhammad bin Ibrahim rahimahullah. Apabila pulang dari belajar dan di jalan bertemu dengan seseorang penuntut ilmu atau orang yang merantau atau tamu ataupun tetangga, maka beliau berusaha sekuatnya untuk mengajak orang tersebut masuk ke rumahnya untuk makan bersamanya, &lt;strong&gt;padahal beliau adalah seorang yang miskin dan kurang persediaan makanan,&lt;/strong&gt; hal ini terus-menerus berkelanjutan selama hidupnya, bahkan beliau merasa sedih apabila tidak ada seorang tamu pun yang menyertainya makan”.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Tiga tahun sebelum wafatnya beliau, setelah safar ke Mekkah dan kembali ke kota Thaaif, seperti biasanya beliau membuka pintu rumah dengan harapan agar orang-orang datang. Akan tetapi teyata tamu dan orang-orang fakir miskin tidak ada yang datang ke rumahnya (untuk makan bersamanya) karena kebanyakan mereka tidak mengetahui beliau telah kembali, serta-merta beliau pun berduka-cita sembari bertanya kepada orang-orang yang membantunya, “Apa hal yang terjadi pada orang-orang sehingga mereka tidak datang? Apakah kamu sekalian katakan bahwa saya capek (baru pulang), ataukah kamu sekalian pernah menutup pintu di hadapan mereka, atau adakah sebab lain?” Mereka menjawab, “Wahai Tuan Syaikh, kebanyakan mereka belum menetahui kalau Anda telah sampai dan sebagian yang lain ingin untuk beristirahat pada hari-hari raya pertama ini”. Beliau berkata, “Pergi beritahukan masyarakat, para tetangga bahwa &lt;strong&gt;syaikh mengundang kamu sekalian, dan rumahnya terbuka untuk anda sekalian”. &lt;/strong&gt;(Imamul ‘Ashar Dr. Nasir Zahrani hal. 101)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Semua sejajar di sisinya:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Pernah suatu ketika sebagian orang datang menemui beliau dan berkata kepadanya, “Wahai Tuan Syaikh, ada sebagian orang berpangkat berpendapat bahwa ketika beliau duduk bersama orang-orang ketika makan siang atau makan malam dan lainnya, yang duduk menemui Tuan ada buruh, pegawai, ada Arab ada pula orang ‘ajam dan orang-orang miskin, bahkan ada pula orang-orang hitam; hal seperti ini membuat kurang enak di hati para penziarah dan tamu-tamu besar. Maksud kami bukanlah &lt;strong&gt;mengusulkan supaya&lt;/strong&gt; Tuan tidak usah memberi orang-orang tersebut makan dan menutup pintu bagi mereka, akan tetapi alangkah baiknya kalau bagi mereka disediakan tempat makan dan minum tersendiri sedangkan Tuan dan orang-orang yang istimewa berada pada suatu tempat yang khusus pula”. Seketika itu muka syaikh langsung berubah, (muka tidak senang) karena mendengar ucapan orang tersebut, dan beliau berkata, “Miskin…miskin…(aduhai malangnya, aduhai malangnya), &lt;strong&gt;orang yang berpendapat seperti ini belum mengecap lezatnya bergaul dengan orang-orang miskin dan makan bersama orang-orang fakir,&lt;/strong&gt; saya tidak akan meninggalkan kebiasaan ini dan saya tidak memiliki orang-orang istimewa. Bagi yang sanggup duduk bersama sya dengan ditemani oleh orang-orang fakir miskin itu silakan duduk, barangsiapa yang tidak betah, maka tidak ada paksaan”. (Imamul ‘Ashar Dr. Nasir Zahrani hal. 93)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;strong&gt;Ibnu Baz sebagai bapak bagi orang miskin&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Seorang miskin dengan pakaian ala kadaya yang berasal dari Afrika datang menanyakan beliau pada musim haji yang terakhir (musim haji sebelum beliau meninggal dunia). Orang tersebut bertanya, “Mana as-Syaikh Bin Baz?”, maka dikatakan kepada orang tersebut, bahwa beliau tidak sanggup pergi haji. Orang negro itu balik ditanya, “Anda mau apa?”, orang itu menjawab, “saya tidak menginginkan apa pun dari Anda, hanya saha saya adalah seorang miskin sedangkan as-Syaikh adalah bapak bagi orang-orang miskin”. (Imamul ‘Ashar Dr. Nasir Zahrani hal. 190)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebagai penutup kami merasa perlu menyampaikan bahwa riwayat-riwayat ini mungkin hanya seperseribu riwayat yang mengungkapkan tentang alangkah indahnya kehidupan beliau. Mudah-mudahan dalam kesempatan lain ada di antara saudara kita bersedia menggoreskan tintanya tentang keilmuan, ketakwaan, amanah, santunnya beliau dan lain-lainnya. Sehingga tersimpullah bagi kita yang pemula, “&lt;strong&gt;Kalau sekiranya Ibnu Baz seorang imam kaum Muslimin yang hidup seribu lima ratus tahun setelah Rasulullah wafat, maka bagaimana halnya dengan orang yang menurunkan warisan semua ilmu para ulama, yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?,&lt;/strong&gt; semoga Allah Ta’ala mengaruniakan pemahaman yang benar dan ketakwaan yang sempua kepada kita dan kepada seluruh kaum Muslimin, amin!&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kerjayanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Jabatan yang pernah beliau duduki&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Qadhi (Hakim) di daerah al-Kharaj semenjak tahun 1357-1371 H,&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengajar di Ma’had (Universitas)al ‘Ilmi di Riyadh pada tahun 1372 H dan fakultas Syari’ah di Riyadh setelah dibentuknya fakultas tersebut pada tahun 1373 H (dalam mata pelajaran ilmu fiqh, tauhid dan hadits, dan jabatan ini beliau tekuni sampai tahun 1380 H).&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada tahun 1381 H ditunjuk sebagai wakil Rektor Universitas Islam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah" title="Madinah"&gt;Madinah&lt;/a&gt; hingga tahun 1390 H, diangkat menjadi Rektor Universitas tersebut pada tahun 1390 H setelah wafatnya as-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Aalu as-Syaikh pada bulan Ramadhan 1389 H, kemudian beliau tetap memegang jabatan tersebut sampai tahun 1395 H.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada tanggal 14-10-1395 H keluar Surat Keputusan Kerajaan untuk mengangkatnya sebagai pimpinan umum untuk bagian Pembahasan Ilmiyah, Fatwa Dakwah dan Irsyad (kemudian tersebut berubah menjadi Mufti Umum Kerajaan setelah dibentuknya Kementrian Urusan Islam, Waqaf, Dakwah dan Irsyad pada tahun 1414 H).&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Selain itu beliau menjabat sebagai anggota pada beberapa Majelis Islamiyah yang berskala internasional, seperti:&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Anggota Perkumpulan Ulama Besar Kerajaan Arab Saudi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepala Badan Tetap Pembahasan Ilmiyah dan Fatwa pada lembaga di atas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anggota dan kepala majelis pendiri Rabithah Alam Islami.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepala pada Majma’ al-Fiqhi al-Islami yang berpusat di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah" title="Mekkah"&gt;Makkah yang&lt;/a&gt; merupakan bagian dari Rabithah Alam Islami.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anggota pada majelis tertinggi di Universitas Islam Madinah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anggota pada majelis tinggi Da’wah Islamiyah Kerajaan Arab Saudi.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;&lt;a name="Karya_Karya" id="Karya_Karya"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline"&gt;Karya Karya Beliau&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Karangan-karangan beliau, sebagian kecilnya antara lain: &lt;ul&gt;&lt;li&gt;Al-Fawaid al-Jalilah fi al-Mabahits al-Fardhiyah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;At-Tahdzir minal Bida’&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-‘Aqidah ash-Shahihah wamaa Yudhaadhuha&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Jihad fi Sabilillah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ad-Da’watu Ilallah wa Akhlaaqu ad-Du’at&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Al-Jawabul Mufid fi Hukmi at-Tashwiir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wujuubu Tahkiimi Syar’illahi wa Nabdzu maa Khaalafahu&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kewafatannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Beliau wafat pada subuh Kamis 27 Muharram 1420 H di kota &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Thaif&lt;/span&gt;, dishalatkan pada hari Jumaat (28 Muharram 1420 H) di MasjidilHaram, dan dimakamkan di pemakaman al-‘Adl Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-7075803444741646403?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/7075803444741646403/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=7075803444741646403' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/7075803444741646403'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/7075803444741646403'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/04/tokoh-yang-aku-kagumisamahatusy.html' title='Tokoh Yang Aku Kagumi.....'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/SBGSVXuvcjI/AAAAAAAAAFI/Wh4s9g5H4rw/s72-c/bin-baz.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-7323946948566615730</id><published>2008-04-23T22:42:00.006+08:00</published><updated>2008-04-24T13:15:28.548+08:00</updated><title type='text'>Mencintai Rasulullah S.A.W Melalui Sunnah.</title><content type='html'>&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h5 dir="rtl" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center; text-indent: 0in; direction: rtl; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0);" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;سْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="MS"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; text-indent: 36.95pt; direction: rtl; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;أَنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-bottom: 0.0001pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Maksudnya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 37.4pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Segala puji bagi ALLAH, TUHAN semesta alam. Kepada-NYA kita memohon dan kepada-NYA jua kita meminta ampun. Kita memohon perlindungan kepada ALLAH dari kejahatan diri dan keburukan amal perbuatan. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh ALLAH, maka dia tidak akan mendapatkan kesesatan. Barangsiapa yang tersesat, maka tidak ada yang dapat memberikannya petunjuk kecuali hanya DIA. Saya bersaksi bahawa tidak ada TUHAN selain ALLAH yang Maha Esa. Saya bersaksi bahawasanya Muhammad adalah&lt;b&gt; &lt;/b&gt;hamba dan utusan-NYA&lt;b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText3" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-indent: 37.4pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ  تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 37.4pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada ALLAH dengan sebenar-benar taqwa, dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.&lt;/i&gt; - Aali-‘Imraan (3) :102&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 37.4pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="QuranFont" style=";font-family:Traditional Arabic;font-size:100%;"  &gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ  رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا  وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي  تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Wahai sekalian manusia! Bertaqwalah kepada TUHAN kamu yang telah menjadikan kamu (bermula) dari diri yang satu (Adam), dan yang menjadikan daripada (Adam) itu pasangannya (isterinya - Hawa), dan juga yang membiakkan dari keduanya - zuriat keturunan - lelaki dan perempuan yang ramai. Dan bertaqwalah kepada ALLAH yang kamu selalu meminta dengan menyebut-nyebut nama-NYA, serta peliharalah hubungan (silaturrahim) kaum kerabat; kerana sesungguhnya ALLAH sentiasa memerhati (mengawas) kamu&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; - al-Nisaa’ (4) : 1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 28.05pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: -0.45pt; text-align: justify; text-indent: 37.4pt; direction: rtl; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70)  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ  وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maksudnya:&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 37.4pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada ALLAH, dan katakanlah perkataan yang tepat - benar (dalam segala perkara). Supaya DIA memberi taufiq dengan menjayakan amal-amal kamu, dan mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah) sesiapa yang taat kepada ALLAH dan Rasul-NYA, maka sesungguhnya dia telah berjaya mencapai sebesar-besar kejayaan&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;b&gt;- &lt;/b&gt;al-Ahzaab (33) : 70-71&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 37.4pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: -0.45pt; text-align: justify; text-indent: 37.4pt; direction: rtl; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;إِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maksudnya:&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 37.4pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Sesungguhnya perkataan yang paling benar adalah kitabullah. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad s.a.w. Sedangkan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan dan semua yang diada-adakan adalah bid’ah&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Semua yang bid’ah adalah sesat dan semua yang sesat tempat kembalinya adalah neraka&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; - Hadis riwayat imam al-Nasa’i di dalam Sunannya, &lt;i&gt;Kitab Sholat al-‘Iedaini&lt;/i&gt;, no: 1560&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adapun tajuk yang saya pilih, “Mencintai Rasulullah Melalui Sunnah” adalah sebagai membuka mata kita,apakah ISLAM kita hari ini,ISLAM sebagaimana yang dibawa oelh Rasulullah S.A.W? Apakah kita peka dengan sunnah-sunnah Rasulullah S.A.W?Maka marilah kita bersama-sama bermuhasabah,pada pagi yang penuh keberkahan ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sunnah,didefinisikan sebagai segala macam perbuatan(fi’il),perkataan(qaul) dan pengakuan (taqrir) Rasulullah S.A.W.Secara umumnya Hadith dan Sunnah adalah sama,namun hadith lebih menjurus kepada ucapan-ucapan Rasulullah S.A.W yang ditulis dan dikumpulkan.Sebahagian ulama’ telah membahagikan sunnah kepada dua,iaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)Sunnah ‘Amaliah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)Sunnah Tarkiyyah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a)Sunnah ‘Amaliyah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sunnah ‘amaliyah ialah segala macam perbuatan Nabi S.A.W yang dianjurkan kita mencontohi dan mengikutinya.Contohnya,menyimpan janggut,solat secara berjemaah,membersihkan mulut dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;b)Sunnah Tarkiyyah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Manakala &lt;span style=""&gt;Sunnah Tarkiyyah&lt;/span&gt; pula bermaksud apa sahaja &lt;b&gt;yang ditinggalkan&lt;/b&gt; (tidak dilakukan)&lt;b&gt; &lt;/b&gt;oleh Nabi &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; dan Baginda tidak pernah menyuruh atau menggalakkannya. Dengan perkataan lain, jika melakukan amalan (keagamaan) yang dilakukan oleh Nabi itu dilihat sebagai mengikut Sunnah, maka tidak melakukan perkara yang tidak dilakukan oleh Nabi itu juga dilihat sebagai mengikut Sunnah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sabda Nabi S.A.W:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;من حسن إسلام المرء تركه ما لا يعنيه&lt;span style=""&gt;                             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 0.5in; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maksudnya: &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;“Antara ciri keelokan Islam seseorang ialah dia meninggalkan apa yang tidak perlu baginya”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Segala bentuk amalan keagamaan yang ditinggalkan oleh Nabi &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;&lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; akan melakukannya sebagai ikutan bagi umatnya. Tetapi bila sesuatu amalan itu tidak dilakukan oleh Baginda &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;, maka ia menunjukkan bahawa amalan tersebut tidak perlu, dan meninggalkan perkara yang tidak perlu itu dilihat sebagai mengikut Sunnah, manakala melakukannya pula dilihat sebagai tidak mengikut Sunnah.  adalah termasuk dalam jenis perkara yang tidak diperlukan oleh seseorang muslim, kerana jika ia perlu nescaya Baginda &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="text-indent: 0.5in; line-height: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Antara contoh &lt;i&gt;Sunnah tarkiyyah&lt;/i&gt; yang telah sedia dihayati oleh umat Islam ialah tidak mendahulukan khutbah ke atas solat hari raya, tidak melaungkan azan dan iqamah untuk solat Hari Raya, solat &lt;i&gt;al-istisqa’&lt;/i&gt; dan solat jenazah, tidak melakukan solat sunat rawatib secara berjamaah dan tidak berdoa secara berjamaah sebelum solat fardu. Umat Islam tidak melakukan semua perkara itu kerana Nabi &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt; tidak pernah melakukannya. Justeru, prinsip ikutan terhadap Sunnah Nabi &lt;i&gt;Shallallahu ‘alaihi wasallam&lt;/i&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftn3" name="_ftnref3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; adalah sama ada dengan melakukan apa yang Baginda lakukan (dalam perkara keagamaan) atau meninggalkan (tidak melakukan) apa yang Baginda tinggalkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mengapa kita perlu menghayati dan mengamalkan sunnah?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Firman ALLAH S.A.W :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText2" style="line-height: normal; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik, iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat, serta dia pula menyebut dan mengingati Allah banyak-banyak (dalam masa susah dan senang) (Surah al-Ahzab,ayat 21)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam ayat ini ALLAH Tabaraka wa Ta’ala telah memerintahkan agar kita mengambil amalan agama kita daripada Rasulullah S.A.W,dan bukannya memandai-mandai dalam urusan agama.Selain itu,sunnah juga merupakan sumber hukum yang kedua dalam Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalilnya Rasulullah S.A.W bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right; text-indent: 0.5in; direction: rtl; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ت&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ركت فيكم أمرين لن تضلوا ما إن تمسكتم بهما، كتاب الله وسنتي.&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 1.5in; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maksudnya: &lt;b&gt;&lt;i&gt;“&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang kamu tidak sekali-kali akan&lt;b&gt; sesat &lt;/b&gt;selama kamu berpegang dengan keduanya, iaitu &lt;b&gt;Kitab Allah (Al-Quran) dan Sunnahku”&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;-(Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam al-Muwatta’ No 1727.)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sabda Nabi lagi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-bottom: 6pt; text-align: right; text-indent: 0.5in; direction: rtl; unicode-bidi: embed; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد.&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 1.5in; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;            Maksudnya: &lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;“Sesiapa yang mengerjakan sesuatu amalan (ibadat) bukan mengikut (spesifikasi) cara kami, maka ia adalah tertolak”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, No 1718)&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 6pt 1.5in; text-indent: 0.5in; line-height: 18pt; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain itu ALLAH S.WT juga menjanjikan kelebihan dan ganjaran bagi orang-orang yang mengikuti sunnah Rasulullah S.A.W.Firman ALLAH S.W.T:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;وَمَن يَقْنُتْ مِنكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُّؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dan sesiapa di antara kamu semua tetap taat kepada Allah dan RasulNya serta mengerjakan amal yang soleh, Kami akan beri kepadanya pahala amalnya itu dua kali ganda dan Kami sediakan baginya limpah kurnia yang mulia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Firman ALLAH lagi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="" lang="AR-SA"&gt;قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Katakanlah (wahai Muhammad): Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutilah daku, nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam kedua-dua ayat Qur’an&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah dijanjikan ganjaran yang besar,berupa keampunan dan kasih sayang ALLAH S.W.T,inilah yang menjadi pegangan Ahli Sunnah wal Jamaah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Metod/Cara Mengamal dan Mengaplikasi Sunnah dalam Kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seringkali dalam kalangan masyarakat kita,berlaku kekeliruan dalam mengikuti sunnah,akibatnya berlakulah kejanggalan dan rasa ragu-ragu terhadap perkara-perkara sunnah.Dalam mengamalkan sunnah terdapat dua cara iaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1) Ittiba’ Suri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2) Ittiba’ Hakiki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;a)Ittiba’ Suri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ittiba’ Suri bermaksud mengikuti sesuatu sunnah secara total atau keseluruhan tanpa membuat penambahbaikan atau perubahan terhadap sunnah tersebut.Misalnya,kaifiyat &lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftn4" name="_ftnref4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;ibadah,cara berpakaian,adab-adab dalam kehidupan dan sebagainya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;b)Ittiba Hakiki &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ittiba’ Hakiki pula bermaksud mengadakan penambahbaikan terhadap sesuatu sunnahsesuai degan peredaran zaman.Misalnya menggantikan kayu &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Arak&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftn5" name="_ftnref5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dengan berus gigi untuk bersugi,menaiki kereta bagi menggantikan unta, dan sebagainya.&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftn6" name="_ftnref6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kegagalan memahami kedua-dua metod ini telah menyebabkan ada pihak yang membabi buta dalam mengamalkan sunnah.Terdapat segelintir masyarakat hari ini yang berkeras kepala dalam mengamalkan sunnah –sunnah dengan mengabaikan dua kaedah ini.Antaranya ialah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1)Enggan memberus gigi menggunakan berus gigi dan ubat gigi,dengan alasan kayu arak lebih aula’ dan sunnah.Hakikatnya,sama sahaja penggunaan kedua-dua alat tersebut,iaitu bertujan bagi mewangikan dan membersihkan mulut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2)Kes pelajar dibuang sekolah kerana memakai serban,wal hal serban merupak sunnah nabi yang lebih bersifat kepada keadaan bagiunda di tanah airnya yang panas,.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Dan banyak lagi perkara-perkara yang dibenarkan bagi kita meninggalkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya,kita haruslah memahami konsep ittiba’ Suri dan Ittiba’ Hakiki,serat dapat mengenal pasti sunnah-sunnah yang bersifat ‘Amaliyyah dan Tarkiyyah dalam mengamalkan sunnah.Kita juga perlu mempelajari dan mengamalkan sunnah Rasul,sebagagi isyarat bahawa kita mencintai Baginda dan apabila kita telah ada rasa cinta kepada Rasul,maka kita juga akan raa cinta kepada ALLAH.Semoga dengan adanya penjelasan tentang sunnah ini,kita akan lebih bersemangat untuk mempertahan dan mengamalkan sunnah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;*Bahan ini merupakan bahan edaran yang akan digunakan oleh tuan rumah pada kuliah subuh,27 hb ini,bertempat di surau al-Ikhwan,Kuantan.Pengunjung yang berkesempatan dijemput hadir&lt;br /&gt;*Digalakkan menyebarkan edaran ini kepada kenalan,dan kaum kerabat anda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;hr style="height: 3px;font-size:78%;" align="left"  width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ibadah baru yang diada-adakan dalam agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Ucapan ini dikenali sebagai Khutbah Hajat.Salah satu sunnah dalam memulakan ucapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn3"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftnref3" name="_ftn3" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Siapa Ahli Sunnah Sebenar,Dr Azwira Abdul Aziz ,mukasurat12-13&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn4"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftnref4" name="_ftn4" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Tatacara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn5"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftnref5" name="_ftn5" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Kayu yang biasa dikenali dengan nama kayu sugi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn6"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2277953417980993833&amp;amp;postID=7323946948566615730#_ftnref6" name="_ftn6" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Rakaman&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kuliah Maulana Asri,Ittiba’ Suri dan Ittiba Hakiki,Darul Kautsar, Kota Bharu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-7323946948566615730?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/7323946948566615730/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=7323946948566615730' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/7323946948566615730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/7323946948566615730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/04/mencintai-rasulullah-saw-melalui-sunnah.html' title='Mencintai Rasulullah S.A.W Melalui Sunnah.'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-7809382808149512330</id><published>2008-03-26T08:09:00.005+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.296+08:00</updated><title type='text'>Ya,Memang aku Wahabi!/نَعَمْ أَنَا وَهَّابِيٌّ</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pada dua tiga hari lepas,ada blog yang mengcap ana sebagai &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;WAHABI&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.Na'am,ana &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;WAHABI&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:'Simplified Arabic';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:'Simplified Arabic';"&gt;نَعَمْ أَنَا وَهَّابِيٌّ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:'Simplified Arabic';"&gt;الكاتب: أبو بصير&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:'Simplified Arabic';"&gt;رغم نفوري من المسميات المحدثة التي تفرق المسلمين ولا توحدهم .. إلا أني أعلنها صريحة واضحة ـ من غير تعصب ولا تحزب ـ بأني وهابيّ .. وممن يشرفهم حُبُّ الشيخ محمد بن عبد الوهاب ـ رحمه الله ـ وحُبُّ دعوته.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا كانت الوهابية تعني الدعوة إلى التوحيد .. والعقيدة الصحيحة .. ونبذ الشرك والبراءة منه ومن أهله .. كما كانت دعوة الشيخ .. نعم أنا وهَّابيّ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:'Bookman Old Style';"&gt;&lt;span&gt;                        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:'Simplified Arabic';"&gt;إذا كانت الوهابية تعني الدعوة إلى الكتاب والسنة .. والتمسك بغرس وهدي وفهم السلف الصالح .. ونبذ التعصب المذهبي .. كما كانت دعوة الشيخ .. نعم أنا وهابيّ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا كانت الوهابية تعني التمسك بالسنة الثابتة الصحيحة .. ونبذ البدع والخرافات .. كما كانت دعوة الشيخ .. نعم أنا وهابيّ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا كانت الوهابية تعني جهاد الطواغيت الظالمين .. وجهاد الشرك والمشركين .. كما كانت دعوة الشيخ .. نعم أنا وهابيّ!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إذا كانت الوهابية تعني الوسطية .. من غير جنوحٍ إلى غلوٍّ ولا إرجاء .. كما كانت دعوة الشيخ .. نعم أنا وهابيّ!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:'Simplified Arabic';"&gt;لقد تأملت حال الناقمين الحاقدين على الشيخ ودعوته، فوجدتهم:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إما كافراً .. أو شيعياً رافضياً .. أو صوفياً مغالياً .. أو مبتدعاً ضالاً .. أو جاهلاً يكرر ما يسمع من دون أن يعلم شيئاً عن الشيخ وعن دعوته ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وهذا طابور خبيث .. خاب وخسر من رضي لنفسه أن يقف فيه .. أو أن يكون من عداد أهله .. أو أن يكثر سوادهم في شيء!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ماذا ينقمون من الشيخ .. وما أكثر الناقمين في هذا الزمان .. فنحن منذ زمن نسمع من الأصناف التي ذُكرت أعلاه .. الشتم والتشهير والطعن .. بالشيخ ودعوته ـ حتى مضت كلمة وهابي ووهابية مسبة وانتقاصاً في عرف كثير من الناس! ـ من دون أن يأتوا ببرهانٍ صغير ثابت يبرر لهم كل هذا الظلم والطعن والشتم .. والحقد؟!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ها هي آثار الشيخ ومؤلفاته بين أيدينا .. سهلة المنال لمن يريدها .. كلها تنطق بالحق .. وتدعو إلى الحق .. وتأمر بالحق .. آتونا بنقيصةٍ واحدة معتبرة ـ إن كنتم صادقين ـ أُخذت على الشيخ .. وعلى دعوته .. تبرر لكم هذا الحقد والطعن والتشهير؟! &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:'Simplified Arabic';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فإن لم تجدوا .. ولن تجدوا .. علمنا أن الذي حملكم على النقمة من الشيخ ودعوته .. هو ما كان عليه من حق لا يرضيكم ولا يرضي طواغيتكم وشياطينكم!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فإن قيل: أنظر إلى ظلم وأخطاء بعض من ينتسبون للشيخ ودعوته في هذا الزمان...؟&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أقول: ما يُضير الشيخ ودعوته إذا وجد في زماننا ـ بزعم الانتساب إليه وإلى دعوته ـ من يسيء للشيخ ولدعوته .. فهم يُسيئون لأنفسهم لا لغيرهم .. فالمرء لا يجوز أن يُسأل أو يُحاسَب بجريرة غيره .. ولو جاز ذلك لما سلم رجل على وجه الأرض من المحاسبة والمؤاخذة؟&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="font-family:'Simplified Arabic';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:'Bookman Old Style';"&gt;YA, AKU ADALAH WAHABI !&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:'Bookman Old Style';"&gt;Oleh : Abu Basir&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Sekalipun aku mengelak daripada jenama yang dicipta, yang telah memecahbelahkan kaum muslimin dan tidak menyatupadukan mereka, akan tetapi, secara jelas aku mengumumkan tanpa rasa ta’sub atau kecenderungan berpuak bahawa aku adalah WAHABI. Iaitu mereka yang dimuliakan dengan kecintaan kepada Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dan kecintaan kepada seruan dakwah beliau.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Jika Wahabiah itu maknanya seruan kepada tauhid.. dan aqidah yang sahih.. serta menghapuskan syirik dan juga bebas daripada perbuatan dan golongannya.. seperti yang diseru oleh Syeikh, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Ya, aku adalah WAHABI...!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Jika Wahabiah itu maknanya seruan kepada al-Kitab dan al-Sunnah..serta berpegang teguh dengan cara, petunjuk dan pemahaman Salafus Soleh.. dan menghapuskan kefanatikan mazhab.. seperti yang diseru oleh Syeikh, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Ya, aku adalah WAHABI...!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Jika Wahabiah itu maknanya berpegang kepada sunnah yang tsabit lagi sahih.. serta menghapuskan bid’ah dan khurafat.. seperti yang diseru oleh Syeikh, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Ya, aku adalah WAHABI...!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Jika Wahabiah itu maknanya berjihad memerangi taghut yang zalim.. juga jihad memerangi syirik dan orang musyrikin.. seperti yang diseru oleh Syeikh,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Ya, aku adalah WAHABI...!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Jika Wahabiah itu maknanya jalan pertengahan.. tanpa condong kepada sikap melampau dan berserah.. seperti yang diseru oleh Syeikh,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Ya, aku adalah WAHABI...!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Telah ku teliti keadaan mereka yang mengkritik secara penuh kedengkian terhadap Syeikh dan seruan dakwahnya, lalu ku dapati mereka itu ;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Samada kafir.. ataupun syiah rafidhah.. ataupun ahli sufi yang melampau.. ataupun ahli bid’ah yang sesat.. ataupun mereka yang jahil.. yang mengulang-ulang apa yang mereka dengari tanpa mereka mengenali siapakah Syeikh dan seruan dakwahnya itu.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Inilah barisan yang buruk.. amat malang dan rugi bagi mereka yang merelakan diri mereka berdiri bersama barisan ini.. ataupun menjadi pesertanya.. ataupun menambahramai bilangannya.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Apakah yang mereka dendamkan terhadap Syeikh.. Alangkah ramainya sekali golongan pendendam pada zaman ini.. Kita telahpun mendengarnya sejak dari dulu lagi akan dendam golongan ini.. kata nista dan cacian serta tohmahan.. terhadap Syeikh dan seruan dakwahnya - sehingga kalimah Wahabi itu menjadi kata nista dan jelik pada kebanyakan masyarakat! - tanpa ditunjangi kepada hujah (sekalipun yang kecil) yang membenarkan golongan ini mengenai kezaliman, tohmahan dan hinaan serta dendam mereka...?!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Nah, inilah dia peninggalan Syeikh dan karya-karyanya berada di tangan kita..! mudah untuk didapati bagi yang berkehendakkannya.. semuanya berbicara dengan Haq.. menyeru kepada yang Haq.. menyuruh dengan Haq.. Datangkanlah kepada kami satu kekurangan ( yang benar-benar salah ) - jika kalian adalah golongan yang benar - untuk diadili Syeikh.. dan diadili juga seruan dakwahnya.. yang sudah tentu akan membenarkan segala dendam, nista dan tohmahan kalian...?!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Jika kalian tidak menjumpainya.. dan sememangnya kalian tidak akan menemukannya.. kami telah mengetahui, bahawa, apakah sebenarnya yang menjadikan kalian mendendami Syeikh dan seruan dakwahnya.. iaitu kerana berdirinya Syeikh di atas kebenaran amat tidak menyenangkan kalian dan juga syaitan-syaitan kalian.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Jika dikatakan : Lihatlah kepada kezaliman dan kesalahan mereka yang menisbahkan diri mereka terhadap Syeikh dan seruan dakwahnya pada zaman ini...?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);font-family:'Stylus BT';" &gt;Aku katakan : Tidak terjejas sama sekali Syeikh dan seruan dakwahnya &lt;span&gt; &lt;/span&gt;dengan wujudnya golongan ini pada zaman ini - yang mendakwa mereka adalah pengikut Syeikh dan seruan dakwahnya - kerana mereka melakukan kesalahan yang dihasilkan oleh diri mereka sendiri dan bukannya kesalahan orang lain.. Sesungguhnya seseorang itu tidak boleh disoal dan dihisab dengan sebab kesalahan orang lain.. jika ianya dibolehkan, maka, tiada siapa pun yang akan selamat di muka bumi ini daripada dakwaan orang lain...?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;selingan:&lt;br /&gt;&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UVHyTLLDq_I&amp;amp;hl=en"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/UVHyTLLDq_I&amp;amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;*Jazakallahu Khairan Kathira kepada abang angkatku yang sudi menterjemahkan artikel ini....&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-7809382808149512330?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/7809382808149512330/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=7809382808149512330' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/7809382808149512330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/7809382808149512330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/03/yamemang-aku-wahabi.html' title='Ya,Memang aku Wahabi!/نَعَمْ أَنَا وَهَّابِيٌّ'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-329395449032391434</id><published>2008-02-12T08:15:00.001+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.296+08:00</updated><title type='text'>Makluman: Blog-blog Anti Ahbash tiada kaitan dengan AAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R7DlMBzfQaI/AAAAAAAAAEY/MOMWche2nNw/s1600-h/aan_cela.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R7DlMBzfQaI/AAAAAAAAAEY/MOMWche2nNw/s320/aan_cela.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165880767399543202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;Makluman: Blog-blog Anti Ahbash tiada kaitan dengan AAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;1. Pihak al-ahkam.net (AAN) ingin memaklumkan bahawa segala blog anti Ahbash tiada kaitan sama sekali dengan AAN.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;2. Pihak AAN mencela dan mengutuk blog berikut atas tindakan mereka mengkafir kumpulan Ahbash dan mencela mereka dengan cara yang tidak berakhlak:&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;i. &lt;a href="http://takfirahbash.blogspot.com/"&gt;http://takfirahbash.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt; yang meletakkan gambar babi yang tertera tulisan "&lt;strong&gt;&lt;em&gt;wajah ahbash pengkafir!!!&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;" serta mengkafirkan golongan ahbash dengan perkataan: "&lt;em&gt;Maka kini kami pula hendak mengatakan bahawa KALIAN TELAH KAFIR DENGAN KATA-KATA KALIAN WAHAI KUMPULAN AHBASY&lt;/em&gt;".&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;ii. Blog &lt;a href="http://anti-ahbasy.blogspot.com/"&gt;http://anti-ahbasy.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt; yang meletakkan gambar kambing hitam yang tertera tulisan: &lt;em&gt;&lt;strong&gt;JAIS&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;iii. Blog &lt;a href="http://ahbash-sesat.blogspot.com/"&gt;http://ahbash-sesat.blogspot.com/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt; yang menulis seperti berikut: "&lt;em&gt;Kalau sudah sekalipun, sudah tentu kalian semua telah menutup hati-hati kalian serta sombong dan taksub terhadap pengasas kalian Abdullah Al-Harary. Bahkan, kalian sudah tergugat dengan banyaknya fatwa-fatwa ulama tentang kekafiran Ahbash&lt;/em&gt;"&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;3. Pihak AAN meragui siapa di belakang blog-blog di atas. Kita yakin ia bukan dibangunkan oleh golongan Sunnah.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;4. Nasihat kami kepada semua, berhati-hatilah dengan blog-blog yang &lt;u&gt;mempunyai ciri-ciri antaranya ialah&lt;/u&gt;:&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;i. Mengkafirkan sesama Islam&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;ii. Mencerca peribadi seseorang&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;iii. Kata-kata kesat&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Yang pasti, blog yang mempunyai ciri-ciri di atas adalah blog anti sunnah/salafi. Berkemungkinan ia dibangunkan oleh golongan Ahbash.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;5. Pihak AAN berpendirian tidak mengkafirkan golongan Ahbash apatah lagi golongan Asya'irah. Yang menjadi fokus AAN terhadap kumpulan Ahbash ialah sikap ghuluw mereka terhadap syeikh mereka dan sikap mereka yang gemar mengkafirkan sesama Islam yang berlainan aliran.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Sekian&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Harap Maklum&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;zain-ys (&lt;a href="http://www.al-ahkam.net/"&gt;www.al-ahkam.net&lt;/a&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:tahoma,arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;Pihak AAN mencela perbuatan blog ini:&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R7Dl7hzfQbI/AAAAAAAAAEg/aLVN1LM1P-g/s1600-h/takfir_ahbash_001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R7Dl7hzfQbI/AAAAAAAAAEg/aLVN1LM1P-g/s320/takfir_ahbash_001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165881583443329458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Blog ni pun sama...tak ada kaitannya dengan blog-blog yang ghuluw macam tu...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-329395449032391434?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/329395449032391434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=329395449032391434' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/329395449032391434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/329395449032391434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/02/makluman-blog-blog-anti-ahbash-tiada.html' title='Makluman: Blog-blog Anti Ahbash tiada kaitan dengan AAN'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R7DlMBzfQaI/AAAAAAAAAEY/MOMWche2nNw/s72-c/aan_cela.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-9189752683335169550</id><published>2008-02-12T08:00:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.297+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0); font-family: georgia;font-size:180%;" &gt;Muncul Kembali !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Blog memfitnah orang&lt;br /&gt;Blog menyesatkan orang&lt;br /&gt;Blog mencaci maki orang&lt;br /&gt;Blog mengkafirkan orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R7DiVhzfQZI/AAAAAAAAAEQ/96A2UlOm8_I/s1600-h/abu_syafiq007.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R7DiVhzfQZI/AAAAAAAAAEQ/96A2UlOm8_I/s320/abu_syafiq007.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5165877632073417106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;Berhati-hati dengan blog ini !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AWAS...Jangan Sampai Terjebak&lt;br /&gt;AHBASH....Virus Perosak Ummah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.al-ahkam.net"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-9189752683335169550?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/9189752683335169550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=9189752683335169550' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/9189752683335169550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/9189752683335169550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/02/muncul-kembali-blog-memfitnah-orang.html' title=''/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R7DiVhzfQZI/AAAAAAAAAEQ/96A2UlOm8_I/s72-c/abu_syafiq007.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-8063320526323634996</id><published>2008-02-01T11:32:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.298+08:00</updated><title type='text'>Ancaman Kafir-mengkafir</title><content type='html'>Dunia Islam tidak pernah sunyi dari gangguan golongan-golongan yang menyeleweng dari jalan yang lurus iaitu ahli sunnah wal jamaah. Sesungguhnya sejarah telah membuktikan perkara ini. Maka munculnya golongan seperti syiah rafidhah, khawarij, Murjiah, Muktazilah, Jabariyah, Jahmiyah dan selainnya yang merosakkan pegangan aqidah yang benar. Walaupun sebahagian daripada golongan yang disebutkan namanya hanya tinggal sejarah dan telah pun lenyap di telan zaman, tetapi hakikat yang terpaksa kita akur ialah pemikiran golongan-golongan ini masih wujud pada zaman ini hasil daripada saki-baki pengikut golongan tersebut yang menyebarkan fahaman mereka sehinggalah ke hari ini. Cuma yang sedihnya mereka menyebarkan pemikiran dan ajaran yang menyeleweng ini dengan berselindung di sebalik nama ahli sunnah wal jamaah supaya kesesatan mereka tidak dapat dihidu oleh masyarakat umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh al-Darimi bahawasanya Abdullah bin Mas’ud r.h. berkata: “Suatu hari Rasulullah s.a.w. membuat satu garisan (yang lurus) lalu baginda bersabda Ini ialah jalan Allah. Kemudian baginda menambah garisan-garisan di sebelah kanan dan kirinya (garisan lurus tersebut) lalu baginda bersabda ini ialah jalan-jalan dan di setiap jalan-jalan tersebut ada syaitan yang memanggil-manggil kepadanya, kemudian nabi membaca ayat al-quran surah al-An’am ayat 153 yang bermaksud: “dan bahawa (yang kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikut jalan-jalan (yang lain) kerana jalan itu memecah belahkan kamu dari jalanNya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fokus artikel ini ialah menjelaskan kepada masyarakat sebuah kumpulan yang sudah mula bertapak di Negara ini dan sangat giat menyebarkan fahaman mereka di dalam masyarakat. Kumpulan ini ialah sebuah Jemaah Takfir yang dinamakan oleh mereka sendiri sebagai Al-Ahbash. Kumpulan ini telah lama muncul tetapi ianya baru memasuki Negara kita sejak kebelakangan ini melalui pelajar-pelajar yang melanjutkan pelajaran di timur tengah khususnya di Lubnan dan disbarkan melalui blog-blog mereka di dalam internet. Maka umat Islam Malaysia harus peka dan berwaspada dengan perkembangan ini serta mesti mengenali ciri-ciri Jemaah Takfir ini supaya tidak terjebak ke dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan ini telah pun disebut di dalam kitab al-Mausu’ah al-Muyassarah fi Adyan wal Mazahib wal Ahzab al-Mu’asirah iaitu sebuah ensiklopedia yang menceritakan tentang agama, mazhab dan kumpulan-kumpulan yang muncul di dalam Islam. Disebut bahawa Al-Ahbash merupakan sebuah kumpulan yang sesat yang diambil namanya bersempena gelaran yang diberikan kepada guru mereka Abdullah al-Harari al-Habasyi. Kumpulan ini yang muncul di Lubnan dengan menggunakan peluang yang ada ketika keadaan huru-hara yang berlaku di Negara itu disebabkan perang saudara. Apabila berlakunya perang saudara ini menyebabkan masyarakatnya berada di dalam keadaan kejahilan dan kefakiran. Dan ketika itulah kumpulan Ahbash ini mengambil peluang untuk menyebarkan ajaran mereka melalui metodologi ahli kalam, amalan kesufian dan kebatinan bertujuan merosakkan aqidah dan memecah belahkan kesatuan umat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah al-Harari dikenali sebagai “al-Fattan” pembawa fitnah, juga dikenali sebagai “Syeikhul Fitnah” iaitu orang yang suka membawa fitnah. Ini disebabkan tindakan Abdullah al-Harari ini yang bersekongkol dengan kerajaan kafir Hilasilasi di lubnan pada ketika itu yang akhirnya menyebabkan ramainya para ulamak dan pendakwah yang melarikan diri ke Mesir dan Saudi untuk menyelamatkan diri dari fitnah tersebut. Sesungguhnya kumpulan Ahbash ini membawa fahaman yang menyeleweng dari mazhab ahli sunnah wal Jamaah. Antaranya mereka berfahaman Jahmiyyah iaitu kumpulan yang menafikan sifat Allah Ta’ala, membawa fahaman Murjiah, Jabariah dan Rafidhah atau syiah. Mereka mencela para sahabat Nabi dan menuduh Ummul Mukminin Aisyah r.ha telah bermaksiat kepada Allah disamping fatwa-fatwa mereka yang pelik.&lt;br /&gt;Akhirnya Abdullah al-Harari berjaya mengumpulkan pengikut-pengikut yang taksub dimana mereka tidak mengiktiraf keislaman seseorang kecuali kepada mereka yang tunduk dan mengakui aqidah yang dibawa oleh Syeikh mereka Abdullah al-Harari sahaja. Sedangkan aqidah yang dibawa oleh Abdullah al-Harari ini menyeleweng dari aqidah ahli sunnah wal jamaah. Pengikut-pengikut yang taksub ini memaksa orang ramai mempelajari aqidah al-Habasyiah dengan mengetuk-ngetuk pintu rumah dan menyebarkan buku-buku syeikh mereka secara percuma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tokoh Ahbash ini ialah Nizar al-Halabi yang digelarkan oleh mereka sebagai “Samahatu al-Syeikh” iaitu gelaran bagi seorang mufti. Pengikut-pengikut yang taksub ini menconteng di dinding-dinding jalan slogan “Katakan tidak kepada Hassan Khalid (mufti lubnan) yang Kafir, dan katakan ya kepada mufti Nizar al-Halabi”. Mufti Hassan Khalid ini telah dibunuh oleh kumpulan Ahbash ini. Dan akhirnya Nizar al-Halabi ini juga mati dibunuh kerana fatwa-fatwa sesat yang dikeluarkan olehnya. Begitulah akhlak buruk pengikut-pengikutnya yang diajarkan oleh guru mereka al-Harari iaitu amat mudah melemparkan tuduhan kafir kepada sesiapa sahaja yang tidak bersetuju dengan kumpulan mereka.&lt;br /&gt;Aqidah dan ajaran yang dianuti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ahbash mendakwa mereka bermazhab dengan mazhab al-Syafi’e di dalam fiqh dan juga aqidah, sedangkan pada hakikatnya mazhab mereka amat jauh dari mazhab Imam al-Syafi’e. Mereka secara semberono mentakwil sifat-sifat Allah Ta’ala tanpa berpandukan kepada kaedah yang betul, contohnya mentakwil iaitu mengubah sifat Allah Ta’ala Istiwa’ kepada Istila’ iaitu berkuasa seperti yang dilakukan oleh mazhab Muktazilah dan Jahmiyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al-Harari Al-Habasyi mendakwa al-Quran merupakan lafaz Jibril, maka Al-Quran itu bukanlah kalamullah sepertimana aqidah ahli sunnah wal jamaah. Ini boleh dilihat di dalam kitab yang ditulis oleh al-Harari sendiri Izdharul Aqidati al-Sunniyyah:ms. 51.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ahbash di dalam masalah yang berkaitan dengan iman seperti Murjiah dan Jahmiyyah iaitu memisahkan di antara iman dan amal. Amalan seseorang tidak ada kena mengena dengan iman. Maka seorang itu dikira beriman di sisi mereka walaupun meninggalkan solat dan juga rukun-rukun islam yang lainnya. Ini bercanggah dengan aqidah ahi sunnah wal jamaah yang menyatakan islam itu ialah iman dan amal. Sila lihat buku al-Harari al-Dalil al-Qawim: ms. 7 dan kitabnya Bughyatu al-Tolib: ms.51&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al-Harari berkata: “Sesiapa yang tidak berhukum dengan syariat Allah di dalam dirinya, tidak melaksanakan kefardhuan yang telah ditetapkan oleh Allah, Tidak menjauhkan diri dari kemaksiatan (melakukan kemaksiatan), tetapi di dalam seumur hidupnya dia pernah mengucapkan “La ilaha illallah” walaupun sekali, dia merupakan seorang islam yang beriman. Juga disebutkan sebagai orang yang beriman yang berdosa. Rujuk al-Dalil al-Qawim: ms. 9-10 dan Bughyatu al-Tolib: ms. 51.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ahbash di dalam masalah al-Qadr merupakan Jabariyyah. Mereka mendakwa bahawa Allah lah yang menolong seorang kafir di atas kekufurannya, kalau tidak kerana Allah maka tidaklah seorang kafir itu menjadi kafir. Lihat kitabnya al-Nahju al-Salim: ms. 71&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ahbash menggalakkan supaya pergi ke kubur dan memohon hajat dan pertolongan kepada ahli kubur. Ini kerana menurut dakwaan mereka ahli kubur akan keluar dari kubur-kubur mereka untuk menunaikan hajat orang yang memohon kepada mereka kemudian kembali ke kubur semula. Begitu juga mereka membenarkan memohon perlindungan dari selain Allah. Lihat al-Dalil al-Qawim: ms. 173, Bughyatu al-Tolib: ms. 8 dan Sorih al-Bayan: ms. 57, 62.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ahbash mensahihkan hadis-hadis yang lemah dan palsu yang menyokong mazhabnya dan sebaliknya melemahkan sesuatu hadis sekiranya bercanggah dengan mazhabnya. Boleh dilihat dengan jelas di dalam kitabnya al-Maulid al-Nabawi.&lt;br /&gt;• Al-Harari banyak mencela para sahabat terutamanya Muawiyyah bin Abi Sufian r.h, ummul Mukminin Aisyah r.ha. mengutuk Khalid bin al-Walid dan sahabat yang lainnya. Dia juga berkata sesiapa yang tidak bersama pemerintahan Ali mati dalam keadaan Jahiliyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al-Harari mengkafirkan sekian ramai para ulamak, maka dia menghukum Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah sebagai kafir dan menjadikan kewajipan pertama bagi setiap mukallaf mengiktiraf kekufurannya. Begitu juga Imam al-Zahabi disisinya seorang yang keji. Mengkafirkan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab, Syeikh Muhammad Nasiruddin al-Albani, Syeikh Sayyid Sabiq, Sayyid Qutub, Syeikh al-Qaradhawi, Syeikh Said Ramadhan al-Buti dan ulamak yang lainnya. Tetapi Ibn Arabi seorang yang sepakat ulamak mengatakan kufurnya fahaman yang dibawa iaitu wahdatul wujud, aqidah hulul dan sebagainya, al-Harari mengatakannya sebagai Syeikhul Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Antara fatwa-fatwa al-Harari al-Habasyi di dalam feqh yang pelik ialah seperti bolehnya melihat kepada wanita ajnabiah (tidak menundukkan pandangan), ihktilat (percampuran lelaki dan wanita), boleh bersalam-salaman antara wanita ajnabiah, wanita boleh keluar rumah dalam keadaan tabarruj dan memakai wangi-wangian walaupun tanpa keizinan dan keredhaan suami. boleh berjual-beli anak yang merdeka, bolehnya memakan hasil riba’ dan bolehnya bersolat dengan pakaian yang bernajis. Lihat Bughyatu al-Tolib: ms. 99.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari apa yang telah disebutkan di atas maka ciri-ciri kumpulan Ahbash ini boleh disimpulkan seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bermazhab dengan Mazhab al-Asy’ari yang terkemudian di dalam masalah sifat-sifat Allah yang lebih menghampiri mazhab Jahmiyyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bermazhab Murjiah dan Jahmiyyah di dalam masalah iman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berpegang dengan tarekat kesufian yang menyeleweng seperti tarekat al-Rifa’ie dan Naqsyabandiah dan juga aqidah golongan al-batiniyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengkafirkan para ulamak dan umat islam umumnya yang tidak sehaluan dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mensahihkan hadis yang lemah atau palsu berdasarkan apa yang selari dengan kumpulan mereka dan melemahkan sebuah hadis yang sahih sekiranya bercanggah dengan kumpulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengaburi masyarakat dengan gelaran ulamak hadis dan sebagainya yang mereka berikan kepada guru mereka al-Harari seperti Al-Allamah al-Muhaddis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara kitab-kitab yang ditulis oleh Abdullah al-Harari yang disebarkan di Malaysia termasuk di perpustakaan-perpustakaan Universiti tempatan seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Al-Maqalat al-Sunniyyah fi Kasyfi Dhalalat Ibn Taimiyyah&lt;br /&gt;• Al-Ta’qib al-Hasis&lt;br /&gt;• Al-Nahju al-Sawi fi Raddi ‘ala Sayyid Qutub&lt;br /&gt;• Al-Dalil al-Qawim ‘ala Sirat al-Mustaqim&lt;br /&gt;• Bughyatu al-Tolib fi Makrifati ilmi al-Din al-Wajib&lt;br /&gt;• Izhar al-Aqidah al-Sunniyyah syarh al-Aqidah al-Thohawiyyah&lt;br /&gt;• Kitab al-Maulid al-Nabawiy&lt;br /&gt;• Sorih al-Bayan&lt;br /&gt;• Al-Taufiq al-Rabbani fi Raddi ‘ala Ibn Taimiyyah al-Harrani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.abusyuaib.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-8063320526323634996?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/8063320526323634996/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=8063320526323634996' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/8063320526323634996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/8063320526323634996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/02/ancaman-kafir-mengkafir.html' title='Ancaman Kafir-mengkafir'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-7621177104841291081</id><published>2008-01-29T07:36:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.300+08:00</updated><title type='text'>Muslims Beware of "Abdullah Habashi"</title><content type='html'>Bismillah ir-Rahman ir-Raheem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Muslims! Beware of a man who calls himself Abdullah Habashi and of his followers. They are a group of extremists who are busy accusing all Muslims who don't follow their teachings and beliefs, of being kaafir and mushrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Prophet (s) said, "man kaffara musliman faqad kafar" which means "whoever calls a Muslim a kaafir, he is a kaafir." This is borne out in the following three hadiths. The Prophet (s) said, as narrated in Bukhari and Muslim by Ibn Mas'ud, "sibaab al-muslimeen fusuqun wa qitaaluhu kufrun." which means "to curse a Muslim is corruption and to fight him is apostasy." He said in another hadith related by Abdullah ibn 'Umar in Tabarani, that the Prophet (s) said, "kuffu 'an ahli `la ilaha ill-Allah' laa tukaffirruhum bi-dhambin faman kaffara `ahla la ilaha ill-Allah' fa-hua lil-kufri aqrab." This means "leave alone the people who say there is no deity except Allah, don't call them unbelievers if they did something that in your eyes is a sin, for whoever says that they are unbelievers, he is the one nearer to unbelief." Anas ibn Malik related from the Prophet (s), "thalathun min aslil-iman, al-kaffu an man qala `la ilaha ill-Allah', la tukaffiruhu bi-dhambin wa laa tukhreejhu min al-Islam" [Abu Dawud.] "the origin of faith is threefold: to leave alone those who say there is no deity but God alone, not to call him an unbeliever because of a sin, and not to bring him out of Islam."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our answer to these people is simply "It is enough for them to understand the meaning of these three hadiths." The Prophet (s) said, "alaykum bi-ijmaa al-muslimeen" which means "you must follow the majority of Muslims." The majority of Muslims are following these three hadiths and avoid accusing anyone of kufr and unbelief, except "Abdullah Habashi" and his followers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abdullah Habashi" (a.k.a. Abdullah al-Hariri) has been trained to poison the minds of Muslims, and he was sent to Damascus. There he began his activities by visiting Muslim scholars and attending their lectures, in order to analyze their personalities. However, after much effort to spread his poisonous beliefs, he found that Damascus was too spiritual and Islamic a place for him, as he was unable to poison the minds of people. Therefore he was ordered by his masters to move on to Lebanon. There he sought asylum from the Secretary General of the Religious Affairs Department in Lebanon, Mukhtar Alele. He was given shelter on condition that he only stay in the mosque of Ziqaq al-Bilat in Beirut, and the condition that he in no way spread his teachings to people.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unfortunately, "Abdullah Habashi" broke his promise to the General Secretary who had sponsored him. The Prophet (s) said, "al-Muslim idha wa'ada wafa.'" Which means "the Muslim when he makes a promise, fulfills it" The first action that he did was to break his promise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He began to spread his teachings through Lebanon at that time, and has continued until the present day. During the Lebanese crisis the so-called "Abdullah Habashi", gave a fatwa that his followers could rob any house left empty by tenants who had fled the fighting. He also permitted them to kill any person who carried an identity card which identified them as Christian or non-Muslim. This is not accepted in Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;During the crisis moreover people were pressured to become followers of the "Habashi" group by blackmail, phone threats, and by placing bombs near their homes and their cars, until this day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here we will present some of the fatwas "Abdullah Habashi" made up for his followers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anyone is considered an unbeliever unless they take initiation with their shaykh. Everyone else is considered kaafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. They marry only within their group. They trade, buying and selling only among themselves.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. They gave a fatwa that a man can sleep with any woman that is not a member of their group, because she will be considered jaariya, as they consider themselves at war with those who do not follow them. They are even permitted to use force for this purpose, thereby condoning rape.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. They destroyed families by demanding that wives leave husbands and husbands leave wives, based on their claim that if one spouse took initiation with the so-called "Habashi," he or she must leave the other, unless the other spouse also take initiation. By this means, they have broken up thousands of families, in Lebanon, Europe, in America where they have some small groups.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. They have given a fatwa to the effect that wives forcibly separated from their husbands, remarry, though they are still considered married by sharia; moreover they force them to remarry one of the members of their group.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. They gave a fatwa that as long as the woman is covering her head, she can go swimming in a one-piece bathing suit or bikini, even in front of strange men. Their special beaches are infamous in Lebanon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. They say that women can go in front of any man wearing all types of cosmetics, fragrances, eyelashes, rouge and makeup, and wearing tight trousers and alluring clothes, as long as she is covering her head.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Now they are finally studying the possiblity of a fatwa to allow mut'ah to take place.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. They permitted mufakhadha, which means a man may sleep and commit any sexual act with other than his wife, as long as no penetration occurs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This is only a small sample, a drop in the bucket, of what they have permitted their followers to do which is contrary to Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O Muslims, the same ones who are spreading these fatawa, from this so-called "Abdullah Habashi," have cursed and charged many Muslim scholars with kufr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To sum up, if the "Habashis" are not going to keep quiet and repent, and offer an apology to all those they accused of kufr and called unbelievers, we are going to expose the dealings of their rank and file with the Nusayris, who are a radical sect of Shi'ites who live in Syria. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber dipetik dari:http://www.sunnah.org/fiqh/muslims_beware.htm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-7621177104841291081?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/7621177104841291081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=7621177104841291081' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/7621177104841291081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/7621177104841291081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/muslims-beware-of-abdullah-habashi.html' title='Muslims Beware of &quot;Abdullah Habashi&quot;'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-3558770597254784147</id><published>2008-01-28T11:06:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.301+08:00</updated><title type='text'>Kursus UZAR...Daftar Segera</title><content type='html'>Kursus Solat &amp; Muhasabah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diri Terakhir Tahun Ini : Daftar Segera..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaharuddin Abd Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.zaharuddin.net/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursus Terakhir Tahun Ini&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursus Solat Sempurna &amp; Muhasabah Diri saya telah hampir mencecah 3 tahun umurnya. Ia juga telah dianjurkan hampir 70 kali di pelbagai tempat seluruh Malaysia, termasuk Brunei dan Jordan. Ada yang dianjurkan oleh syarikat swasta, kerajaan, IPTA, IPTS, Masjid dan lain-lain. Alhamdulillah, sambutan juga amat menggalakkan, sepengiraan saya purata pesertanya mencecah 14,000 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ye sekitar 10-14 ribu peserta telah menyertai kursus ini,malah ada yang menyertai lebih dari tiga kali bagi memperolehi dan mengulang kembali ilmu yang dibentangkan di dalam kursus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursus ini juga telah menerima pujian melambung dan kejian keras. Pujian biasanya datang dari peserta yang telah menyertainya, dan kejian biasanya datang dari ‘hear say' atau mendengar cerita orang dari mulut orang sedangkan mereka sendiri tidak pernah menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang memuji tanpa ikhlas dengan niat untuk merosakkan saya, ada pula yang mengutuk kerana cemburu dengan kejayaan kursus ini (penyakit typical orang kita). Tidak dinafikan ada yang memuji dengan ikhlas dan terharunya mereka dengan ilmu yang diperolehi dan ada juga kritik kerana ikhlas untuk menambah elok program ini. Allah sahaja yang mengetahui niat mereka dan membalas yang terbaik berdasarkan niat mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi s.a.w bersabda :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ertinya : Cukuplah seorang itu digelar pembohong apabila menyebarkan semua benda yang didengarinya (tanpa usul periksa) ( Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun, kursus ini berjalan berterusan mengikut kemampuan masa saya sepanjang tiga tahun yang lalu iaitu bermula Dis 2004  bertempat di masjid as-Syakirin, KLCC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Targetnya Apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Targetnya hanya untuk mengajak umat Islam mendekati solat mereka dengan lebih terperinci agar mereka mampu menunaikan solat dengan lebih berilmu berbanding sebelum ini. Kursus ini membentangkan panndangan mazhab Syafie sebagai asas dan dalil-dalil yang disebutkan oleh mazhab Syafie, sebagai meraikan mazhab di negara ini dan adakalanya memberikan input tambahan tentang pandangan sahabat baginda dan ulama-ulama dari mazhab lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kebiasannya dalam isu-isu perkara sunat sahaja. Seperti ada yang tidak dianggap wajib, sunat atau makruh oleh mazhab Syafie tapi dianggap sunat oleh mazhab lain. Justeru saya bentangkan sebagai motivasi untuk mereka lakukan. Demikian juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti dari seluruh kursus yang telah dianjurkan, begitu ramai orang Malaysia yang sebelum ini mengganggap mereka bermazhab Syafie tetapi rupanya tidak pun menunaikan ibdah solat seperti yang tercatat di dalam kitab mazhab Syafie yang muktamad. Namun tidak mengapa dan kita perlu berlapang dada, kerana kebanyakkannya hanya melibatkan hal-hal sunat atau tidak sunat pun, ia langsung tidak menjejaskan solat, cuma boleh diperbaiki lagi. Proses pembaikan itu yang kami tumpukan dalam kursus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya, saya berusaha BERUSAHA melalui kursus untuk : -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a) Mengajak menghayati hadith Nabi " Solatlah kamu sebagaimana kamu melihat (mempunyai ilmu) tentang perihal aku solat" (Riwayat Bukhari). Sambil mengutamakan pentafsiran mazhab syafie terhadap dalil-dalil sambil meninjau dan memanfaatkan ijtihad dari mazhab-mazhab lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) memotivasikan orang ramai agar mengamalkan sunat-sunat dalam solat secara maksimum dan ilmu di samping menunaikan rukun dan syarat solat secara terbaik menurut persepakatan ulama sambil mempelajari dalilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) satu usaha membawa orang ramai ke arah menghayati solat mereka dengan memuhasabah kefahaman bacaan dalam solat dan setiap pergerakan solat mereka, agar benar-benar terbaik fizikal dan spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d) satu usaha membawa orang ramai ke arah memahami apakah dosa-dosa terbesar yang menyebabkan solat mereka menjadi tidak khusyu' ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e) satu usaha membawa orang ramai ke program ilmu agama yang disebut oleh Nabi : Sesungguhnya Allah mempunyai sekumpulan Malaikat yang ditugaskan mencari majlis ilmu dan zikir, apabila mereka menjumpainya, maka para malaikat ini akan duduk bersama lalu berkata kepada yang hadir : Marilah minta (doa) dengan apa yang kamu inginkan" (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi juga menyebutkan : "Barangsiapa yang mencari satu jalan untuk memperolehi ilmu, maka Allah akan mempermudahkan baginya satu jalan ke syurga.." ( Riwayat Abu Daud, Tirmidzi ; Ibn Hibban : Sohih ; Al-Qaradawi : Hasan ; al-Muntaqa ; no 46 , 1/ 120 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f) satu usaha membawa orang ramai bekorban sejumlah wang dan masa untuk tujuan kehampiran Allah dan RasulNya..iaitu untuk ilmu dan manfaat akhirat...mgkn ada sesetengah orang yang tak pernah menyumbang untuk agamanya, maka kursus ini menyebabkan orang itu berkorban masa cuti dan sedikit wangnya (sebagai yuran) untuk hadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g) satu usaha membawa orang ramai insaf dengan kelalaian yang dibuat. Sebahagian peserta dilihat menitiskan air mata keinsafan dan kesedaran atas dosa-dosa yang tidak pernah mereka sangkakan. Ada juga yang menitiskan air mata ini semasa ceramah keempat saya. Namun itu bukanlah target saya, namun saya turut gembira jika titisan air mata itu kerana Allah. Sebuah hadith menyebut : "Dua mata yang tidak disentuh api neraka, iaitu mata yang menangisi kerana takutkan Allah, dan mata yang berjaga di jalan Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h) satu usaha membawa orang ramai mempelajari selok belok ibadah solat yang dituntut dalam masa sehari secara intensif, dalam suasana pembelajaran moden dan interaktif serta mengutamakan isu-isu pokok dan paling penting. Jika ingin harapkan pelajaran solat di masjid dan surau, sudah tentu memakan masa bertahun-tahun dan banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modul Untuk Dewasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat modul kursus ini dirangka untuk orang dewasa. Dalam kata lainnya untuk target individu berusia 15 tahun ke atas. Bawah dari umur itu mungkin ada risiko ia akan ditimpa kebosanan. Namun terpulang kepada anda untuk mendaftarkan anak anda atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh kerana ia modul untuk dewasa, cara penyampaian juga adalah untuk level orang dewasa yang mengutamakan sentuhan fikiran, minda dan hati. Ia juga bersifat interaktif, anda boleh menyoal soalan secara bertulis mahupun secara terus bersuara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perbincangan saya hadkan kepada tahap ilmiah yang sederhana dan tidak terlalu ‘detail' sebagai meraikan kepelbagaian latar belakang peserta. Namun saya akan pastikan ia tetapi selesa didengari bagi orang yang bertaraf tinggi serta mereka juga akan diberi beberapa input baru. InshaAllah. Tidak akan jadi semacam si kanak-kanak pintar Matematik (Adi Putra) yang bosan belajar di sekolah kerana terlalu rendah ‘level' pengajian yang diberi kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nyatakan ingin  kerana agak ramai individu menyangka kursus ini untuk kanak-kanak dan layak untuk anaknya sahaja. Padahal si ibu dan ayah sendiri pun solat masih tunggang langgang. Lebih malang tiada siapa yang ingin membantu ibu ayah. Kem solat untuk anak-anak memang banyak, bagaimana pula untuk si ayah dan ibu? Ini dia kursus untuk mereka menyemak  tatacara solat mereka. Kursus ini tidak membid'ah ini dan itu, kami hanya mencadangkan dalam kursus ini seperti berikut :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"bagaimana jika buat begini berdasarkan dalil ini dan tafsiran ulama berikut", mungkin dengan niat ikhlas kita, akan dapat pahala sunatnya itu, tetapi jika tak buat pun, tiada masalah besar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak mendabik dada mengatakan kami tahu yang terbaik, tetapi sekurang-kurangnya itu usaha kerdil kami dan kami telah berusaha membaca 40 buah kitab ulama silam dan moden bagi memperolehi ilmu yang ingin disampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya, jumlah buku rujukan utama sebanyak itu sudah mencukupi. Kuantiti buku tidaklah begitu penting, kualitinya lebih penting. Justeru kami hanya memilih kitab paling berkualiti silam dan moden untuk digali ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun tidak mampu untuk menggali semua kitab yang ada di pasaran dan ilmu kita memang sedikit dan saling memerlukan, namun jangan dijadikan alasan belum khatam 1000 kitab lalu kita tak boleh untuk memberikan sesuatu kefahaman. Jika anda mampu, silakan dan saya menyokong usaha anda. Tiada sebab ingin saya larang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu bagi menepati sasaran dewasa, kursus ini diselitkan dengan ilmu-ilmu motivasi hati dan amal. Disamping menyemak kedudukan amalan seharian kita yang menjadikan kita tidak memperolehi khusyu' dan kemanisan sewaktu solat. Sama-sama kita berusaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Individu Sempit Dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu kebanjiran program hiburan dan merosak jiwa, kursus ini hadir sebagai pengisi masa dan hari minggu umat Islam. Maka saya tidak pasti mengapa ada yang perlu merasa sempit dada dengannya. Jika ragu, datanglah mendaftar untuk memantau dan menilai sendiri dengan ikhlas. Namun, perlulah membayar yuran juga, untuk memberi percuma mungkin kurang wajar pula kerana makanan dan kertas kerja adalah di tanggung, malah peserta lain juga berbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikatnya, jika tidak berbayar pun mereka yang ragu ini tidak akan muncul tiba, kerana bagi mereka ‘jatuh standard' mereka untuk berada di posisi pendengar sedangkan mereka lebih alim dan hebat ilmu. Mungkin bukan semua, tapi pasti ada yang sedemikian. Namun jika datang untuk berdebat, maaf ini bukan tempatnya kerana ramai lagi peserta yang ingin belajar dengan jelas dan bukannya ingin mendengar debat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"apa standard nak mendengar dia ceramah pula, patutnya dia yang dengar ana ceramah sikit pasal solat ini" tempelak mereka bila diminta oleh bekas peserta solat saya untuk mendaftar untuk kursus akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika demikian, tiada siapa memaksa anda.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kursus Terakhir Tahun Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun sebabnya, kini mungkin sudah tiba masanya saya iklankan kursus solat dan muhasabah diri yang terakhir yang dibuka kepada umum. Justeru, sehingga beberapa tahun akan datang ini, tiada sebarang kursus dijadualkan lagi. Jika ada rezeki kita akan teruskan di masa hadapan. Jangan ditanya sebab apa ianya terakhir atau direhatkan.."biarlah rahsia" namun ia bukan kerana tekanan sesiapa. Ia adalah keputusan saya sendiri. Bagaimanapun, mungkin saya akan khabarkan sebabnya kepada peserta di ketika hari kursus kelak. InshaAllah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi meneruskan manfaat bagi ummah, buku fiqh solat yang bakal terbit sekitar bulan Mac 2008 akan datang (InshaAllah) akan mengubat minda dan hati mereka yang terlepas dari menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu berikut adalah Tarikh Kursus Penghayatan Solat &amp; Muhasabah Diri :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tarikh            : 2 Mac 2008 (Ahad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat           : Abu Yusuf Lecture Hall (LT 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          Kuliyyah Economics &amp; Management Sciences&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          International Islamic University Malaysia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                          Gombak, Selangor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa                : 8.30 pagi - 6.30 petang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuran              : RM 70 (makan minum dan kertas kerja)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar               : Dengan cara berikut :-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Bank in' yuran dan emailkan resit serta nama lengkap ke tibyan2006@gmail.com   atau telefon ke nombor 019-6096 117, 019-388 5486 atau 017-681 7810&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No akaun :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Zaharuddin Abd Rahman&lt;br /&gt;Bank : Maybank ( Wadiah Acct )&lt;br /&gt;Cawangan : Jln Tun Perak, Pudu&lt;br /&gt;No Akaun Semasa : 164017071347&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Zaharuddin Abd Rahman&lt;br /&gt;Bank : Bank Islam Malaysia Berhad &lt;br /&gt;Cawangan : KL Sentral&lt;br /&gt;No. Akaun Simpanan: 14023010023571&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama : Zaharuddin Abd Rahman&lt;br /&gt;Bank : RHB Islamic Bank Berhad&lt;br /&gt;Cawangan : CUKL&lt;br /&gt;No Akaun Semasa : 214 013 60000 425&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cepat sebelum tempat penuh.. moga mendapat ilmu yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaharuddin Abd Rahman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.zaharuddin.net/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15 Muharram 1429 H&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24 Januari 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-3558770597254784147?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/3558770597254784147/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=3558770597254784147' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3558770597254784147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3558770597254784147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/kursus-uzardaftar-segera.html' title='Kursus UZAR...Daftar Segera'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-3282003364652143209</id><published>2008-01-28T09:42:00.001+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.301+08:00</updated><title type='text'>Larangan bertudung dihapus</title><content type='html'>Larangan bertudung dihapus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ISTANBUL: Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan berkata semalam, beliau mahu larangan memakai tudung di universiti dihapuskan secepat mungkin walaupun ditentang hebat golongan sekular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agensi berita Anatolia melaporkan, Erdogan mahu isu berkenaan diselesaikan secepat mungkin melalui arahan parlimen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Masanya sudah sampai untuk mengakhiri masalah ini,” kata Erdogan dalam satu pertemuan dengan Parti Keadilan dan Pembangunan (AKP) pimpinannya, di Istanbul, semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parti AKP mencapai persetujuan peringkat awal dengan parti pembangkang Khamis lalu untuk meminda perlembagaan bagi menghapuskan larangan berkenaan, walaupun dikritik hebat badan kehakiman dan ahli akademik di negara itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parti AKP yang dibentuk selepas pengharaman Parti Islam, sejak sekian lama mahu larangan memakai tudung di universiti dihapuskan kerana mendakwa peraturan itu melanggar kebebasan dan hak untuk pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan sekular termasuk tentera, badan kehakiman dan ahli akademik kanan, melihat tudung kepala sebagai simbol penentangan terhadap sistem sekular di Turki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mendakwa kelonggaran yang diberikan akan meningkatkan tekanan sosial terhadap wanita untuk menutup aurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erdogan bagaimanapun menafikan tuduhan bahawa AKP mahu menghapuskan sistem sekular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana anda boleh katakan bahawa mereka yang memakai tudung tidak sekular. Kita mempunyai masyarakat di mana mereka yang bertudung dan tidak bertudung mempertahankan negara demokratik dan sekular,” katanya. - AFP&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-3282003364652143209?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/3282003364652143209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=3282003364652143209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3282003364652143209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3282003364652143209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/larangan-bertudung-dihapus.html' title='Larangan bertudung dihapus'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-272025007359215289</id><published>2008-01-28T07:33:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.302+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>PENGENALAN MUHARRAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    MUHARAM adalah bulan pertama dalam Sistem Kalendar Islam (Hijriah). Pada asasnya, Muharam membawa maksud 'diharamkan' atau 'dipantang', iaitu Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah. Namun demikian larangan ini ditamatkan setelah pembukaan Makkah (Al Baqarah: 91).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sejak pemansuhan itu, umat Islam boleh melaksanakan tugas dan ibadat harian tanpa terikat lagi dengan larangan berkenaan. Rasulullah s.a.w telah menamakan bulan Muharram sebagai bulan Allah (shahrullahi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Sandaran yang dilakukan oleh Baginda s.a.w kepada Allah s.w.t lantaran kemuliaan dan kelebihan bulan ini kerana sesungguhnya Allah s.w.t tidak merujukkan kepadaNya melainkan oleh golongan khowas (terkhas) di kalangan makhluk - makhlukNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    SEJARAH KALENDAR ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Permulaan penggunaan Kalendar Tahun Hijrah / Hijriah adalah hasil dari ilham Khalifah Ar-Rasyidin yang kedua iaitu Saiyidina Umar Al-Khattab radhiyallahu `anhu. Ini adalah turutan dari Kesatuan Arab yang ditubuhkan di bawah naungan Islam pada zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ada satu riwayat lain yang mengatakan bahawa Gabenor Abu Musa Al-As'ari telah mengirimkan surat kepada Saidina Umar r.a minta beliau menjelaskan tentang tahun bagi tarikh surat/arahan Umar yang telah dihantar kepadanya. Maka dengan ini beliau (Umar r.a) mahukan satu kalendar / taqwim Islam yang khas untuk menggantikan tahun rujukan kalendar yang berbagai-bagai yang digunakan oleh bangsa-bangsa Arab dan bangsa-bangsa lain pada zaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di kalangan bangsa Arab sendiripun ada berbagai-bagai kalendar yang digunakan seperti Kalendar Tahun Gajah, Kalendar Persia, Kalendar Romawi dan kalendar-kalendar lain yang berasal dari tahun peristiwa-peristiwa besar Jahiliah. Maka Umar telah memilih tahun yang terdapat di dalamnya peristiwa paling agung dalam sejarah Rasullullah s.a.w untuk dijadikan asas permulaan tahun pertama bagi kiraan kalendar / taqwim Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Peristiwa tersebut adalah peristiwa hijrah Rasullullah saw dari Makkah ke Madinah. Ini adalah kerana dengan hijrah inilah permulaan pertolongan Allah kepada RasulNya dan agama Islam ditegakkan. Hasil dari itu, Kesatuan Arab lebih sistematik, bersatu dan tersusun serta mendapat berbagai-bagai kejayaan besar dan bertambah kuat hasil dari pilihan Umar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Di antara kejayaan besar Islam waktu itu ialah kerajaan Kisra dapat ditumbangkan, Baitul Muqaddis dibebaskan dari Rom dan Masjidil Aqsa dibangunkan. Setelah Umar membandingkan kalendar tersebut dengan kalendar-kalendar Persia dan Romawi, didapati bahawa kalendar ini ternyata lebih baik. Maka dengan itu Umar mengisytiharkan Kalendar Tahun Hijrah adalah Kalendar / Taqwim Islam yang rasmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KISAH HIJRAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    RASULULLAH (SAW) berusia 40 tahun apabila malaikat Jibrail (as) melawat baginda ketika baginda sedang berkhalwat di Gua Hira. Jibrail memberitahu Nabi Muhammad, baginda diangkat oleh Allah SWT sebagai rasul untuk seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Pada peringkat awal, Rasulullah hanya memperkenalkan Islam kepada sahabat terdekat dan ahli keluarga baginda. Apabila baginda menerima perintah daripada Allah SWT supaya berdakwah secara terbuka, baginda segera akur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Baginda mengumpul beberapa pengikut di Makkah. Begitupun, kumpulan kecil Muslim itu terdedah kepada maut berikutan ancaman daripada kaum kafir, terutama bangsa Quraish, yang menyeksa mereka dengan teruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bagi mengelakkan ancaman itu, Rasulullah SAW mengarahkan pengikutnya supaya keluar dari Makkah secara senyap-senyap ke Madinah (ketika itu dikenali sebagai Yathrib). Mereka meninggalkan keluarga yang kafir dan harta benda dan disambut dengan mesra oleh penduduk Madinah. Satu hari pada tahun 622M, iaitu kira-kira 12 tahun selepas berdakwah di Makkah, Rasulullah SAW diberitahu kaum kafirun Makkah merancang membunuh baginda untuk memusnahkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rasulullah menunggu perintah daripada Allah SWT. Malaikat Jibrail (as) menemui baginda untuk memberitahunya Allah SWT mengarahkan baginda supaya meninggalkan Madinah pada waktu malam. Berikutan itu, baginda menemui sahabat baiknya Abu Bakar as-Siddiq (ra) dan memintanya supaya menemani baginda dalam perjalanan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rasulullah juga memberitahu rancangan baginda kepada Ali bin Abi Talib (ra). Baginda memberitahunya: "Saya akan berhijrah tetapi anda perlu mengambil tempat saya di rumah." Ali (ra) tanpa banyak soal menuruti permintaan Rasulullah (SAW) walaupun menyedari bahaya bakal dihadapinya. Malam itu, sekumpulan Quraish mengepung rumah Rasulullah (SAW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mengintai melalui lubang di pintu, mereka nampak seseorang sedang tidur di atas katil Rasulullah (SAW). Mereka begitu yakin Rasulullah tidak dapat melepaskan diri dan mereka pasti dapat membunuh baginda. Apabila fajar menjelang, mereka terperanjat melihat Ali (as) dan bukannya Rasulullah (SAW) bangun dari katil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Mereka terpinga-pinga memikirkan bila Rasulullah (SAW) keluar dari rumah itu. Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr (as) keluar dari Makkah pada malam itu juga. Tiada siapa mengetahui arah tujuan mereka dan tiada siapa tahu tempat persembunyian mereka kecuali Abdullah dan anak-anak Abu Bakr, Aishah dan Asma, serta orang gaji mereka, Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr bersembunyi dalam sebuah gua di Gunung Thaur. Selama tiga hari mereka berada dalam gua itu. Apabila kaum Quraish menghampiri gua itu untuk mencari Rasulullah (SAW) tetapi mereka tidak memasukinya. Mereka yakin Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr (as) tidak berada di dalam kerana mulut gua itu dilitupi oleh benang sarang labah-labah dan sepasang burung merpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Allah SWT membantu dua insan ini, melindungi mereka daripada bahaya. Kumpulan Quraish kemudian meninggalkan gua itu dan bersetuju untuk pulang ke Makkah. Yakin musuh sudah beredar, Rasulullah (SAW) dan Abu Bakr (as) meneruskan perjalanan dengan menaiki unta dibawa oleh orang gaji mereka, Abdullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ketiga-tiga mereka menggunakan laluan tidak diketahui ramai untuk ke Madinah bagi mengelakkan kumpulan pemburu Quraish. Mereka meredah gunung, bukit dan gurun di bawah perit matahari tetapi mereka tidak pernah berputus asa. Mereka meletakkan segala kepercayaan kepada Allah SWT. Sementara itu, kaum Quraish di Makkah semakin marah dengan kehilangan Rasulullah (SAW). Mereka menawarkan hadih kepada sesiapa yang dapat menangkap Rasulullah (SAW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Ramai yang mencuba nasib tetapi semuanya gagal. Akhirnya dengan perlindungan Allah SWT, Rasulullah (SAW) dan sahabatnya tiba perkampungan kaum Bani Sabin yang menyambut mereka dengan gembira. Setelah sekian lama, Rasulullah (SAW) dan sahabatnya akhir merasakan kehadiran harapan untuk masa depan. Ketika Rasulullah (SAW) dan sahabatnya dalam perjalanan, penduduk Islam yang sudah berpindah ke Madinah sebelum ini mendengar berita mengenai kedatangan pemimpin mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Malah penduduk Madinah yang baru memeluk Islam juga gembira dapat bertemu Rasulullah (SAW). Jelaslah, sebelum tibanya Rasulullah di Madinah, Islam semakin kukuh di tempat baru itu, sesuatu yang tidak berlaku ketika berada di Makkah. Maka pada hari Isnin 8 Rabiulawal bersamaan 20 September 622M, Rasulullah (SAW) akhirnya tiba di Quba, sempadan Madinah dan benar-benar masuk ke Kota Madinah pada 12 Rabiulawal, hari Jumaat dan mendirikan solat Jumaat yang pertama di Kampung Bani Amar. Kaum Muslimin semua keluar untuk menyambut baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bertitik tolak dari itu, Rasulullah (SAW) mula membina sebuah negara Islam yang megah. Baginda memupukkan persaudaraan di kalangan umat Muslim dan menyeru mereka supaya menegakkan yang hak dan mengikut segala perintah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kesan daripada penghijrahan Rasulullah (SAW) dari Makkah ke Madinah adalah satu catatan penting sehingga umat Islam menjadikan tahun peristiwa bersejarah ini sebagai tahun permulaan kalendar Islam.&lt;br /&gt;Sumber: http://www.al-azim.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-272025007359215289?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/272025007359215289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=272025007359215289' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/272025007359215289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/272025007359215289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/pengenalan-muharram-muharam-adalah.html' title=''/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-6000275053943268608</id><published>2008-01-28T07:23:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.302+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R50TCSj6vFI/AAAAAAAAAEI/aJ0Qck1YS3E/s1600-h/vlcsnap-20988.png"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp2.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R50TCSj6vFI/AAAAAAAAAEI/aJ0Qck1YS3E/s320/vlcsnap-20988.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160301678099610706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Friday, January 25, 2008&lt;br /&gt;Fatwa Samahatu al-Syeikh al-Imam Ibn Baz Rahimahullahu Ta'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terhadap Kumpulan Al-AHBASH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan al-Ahbash merupakan kumpulan sesat, ketua mereka Abdullah al-Habasyi terkenal dengan penyelewengan dan kesesatannya. Maka wajib memboikot dan menginkari aqidahnya yang batil. Dan memberi peringatan kepada masyarakat supaya menjauhinya dan tidak mendengar serta menerima apa yang mereka katakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No ruj. Fatwa: 1/2392. Bertarikh: 30/10/1406 hijrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://www.abusyuaib.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-6000275053943268608?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/6000275053943268608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=6000275053943268608' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/6000275053943268608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/6000275053943268608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/friday-january-25-2008-fatwa-samahatu.html' title=''/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R50TCSj6vFI/AAAAAAAAAEI/aJ0Qck1YS3E/s72-c/vlcsnap-20988.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-3490896454074325565</id><published>2008-01-27T15:37:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.302+08:00</updated><title type='text'>Fatwa tentang AHBASH dari www.islam-qa.com</title><content type='html'>&lt;div class="datasimp" align="center"&gt;Jamaa’at al-Ahbaash (the Habashis)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span class="datasimp"&gt;Question:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;       &lt;span class="datasimp"&gt;what's the Islamic point of view concerning the new group that appeared in Islam "AL AHBASH"? what are we supposed to do with them? and would you please tell me in brief what are the mistakes they have in their Aqeedah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;    &lt;span class="maintitle"&gt;Answer:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;span class="datasimp"&gt;&lt;p align="left"&gt;&lt;big&gt;Praise be to Allaah.&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;Praise be to       Allaah Alone, and peace and blessings be upon the one after whom there is       no Prophet, and upon his family and companions.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; The       Standing Committee for Academic Research and Issuing Fatwaas (&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-Lajnah       al-Daa’imah li’l-Buhooth al-‘Ilmiyyah wa’l-Iftaa’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;)       has received questions and requests for information concerning Jamaa’at       al-Ahbaash (the Habashis) and about the person after whom this group is       named, one ‘Abd-Allaah al-Habashi, who is based in Lebanon. This group       conducts activities in various European countries, and in America and       Australia. The Committee therefore examined the books and articles       published by this group, in which their beliefs, thoughts and call are       stated clearly. After examining this material and pondering the matter,       the Committee issued the following statement to the Muslims:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; Firstly:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;It was       reported in &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-Saheehayn&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; from the hadeeth of Ibn Mas’ood (may Allaah be       pleased with him) that the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings of Allaah be       upon him) said:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;“The best of       people are my generation, then the generation that follows them, then the       generation that follows them.” And there are other versions of this       hadeeth.            &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; And the       Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings of Allaah be upon him) said:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;“I advise       you to fear Allaah and to listen and obey, even if a slave is appointed as       your leader. Whoever among you lives after I die will see differences       arise. I urge you to adhere to my Sunnah and the way of my rightly-guided       successors (al-khulafaa’ al-raashidoon); clench your teeth on it (i.e.,       hold fast to it). Beware of newly invented things, for every innovation       (bid’ah) is a going astray.” &lt;/span&gt;(Narrated by Ahmad, and Abu Dawood       and al-Tirmidhi, who said, it is a saheeh hasan hadeeth).&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; One of       the most important characteristics by which those first generations were       distinguished and by which the achieved a higher level of righteousness       than all other people, was the fact that they referred all their affairs       to the Qur’aan and Sunnah; the Qur’aan and Sunnah were given       precedence over all individual opinions, no matter whose opinion it was;       they understood the texts of the two noble Revelations (i.e., the       Qur’aan and Sunnah) in accordance with the principles of sharee’ah and       the Arabic language; the sharee’ah was adopted in its entirety, and with       regard to every single detail; ambiguous texts were referred to clear       texts. Hence they upheld the sharee’ah and adhered to it, and they held       fast to it. They did not add anything to it or take anything away from it.       How could they add anything to it or take anything away from it when they       were adhering to the divine texts which free from mistakes and errors?           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; Secondly:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;Then these       generations were succeeded by others among whom there were many       innovations and invented matters, where everyone who had an opinion was       enamoured of his opinion and forsook the texts of sharee’ah, and the       texts were deliberately misinterpreted and distorted to suit people’s       desires and ideas. Thus they went against the Trustworthy Messenger, and       followed a way other than that of the believers. Allaah says       (interpretation of the meaning):           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And       whoever contradicts and opposes the Messenger (Muhammad) after the right       path has been shown clearly to him, and follows other than the       believers’ way, We shall keep him in the path he has chosen, and burn       him in Hell — what an evil destination!” [al-Nisaa’ 4:115]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; It is a       part of the grace of Allaah towards this Ummah that in each age He sends       to it scholars who are well versed in knowledge and who can stand up       against every kind of bid’ah that distorts the beauty of the faith and       contaminates its purity, and competes with or tries to destroy the Sunnah.       This is the fulfilment of Allaah to protect His religion and sharee’ah,       as He said (interpretation of the meaning):           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Verily,       We, it is We Who have sent down the Dhikr (i.e. the Qur’aan) and surely,       We will guard it (from corruption&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;)”       [al-Hijr 15:9]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; And       according to the hadeeth narrated in the books of &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saheeh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;,       the &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sunans&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, the &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Musnads&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; and others, the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings of       Allaah be upon him) said:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="left"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;“A group       of my ummah will continue to adhere to the commands of Allaah, and they       will not be harmed by those who let them down or oppose them, until the       Command of Allaah comes to pass, and they will be prevailing over the       people.” And there are other versions of this report.&lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; Thirdly:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;During the       last quarter of the fourteenth century AH there emerged a group led by       ‘Abd-Allaah al-Habashi, who moved from Ethiopia to Syria, taking his       miguidance with him, and he moved about in that region until he settled in       Lebanon, where he started to call people to his way. His number of       followers increased and his ideas – which are a mixture of the ideas of       the Jahamiyyah [a group which misinterpreted the attributes of Allaah],       the Mu’tazilah [a philosophical group many of whose ideas differ from       those of Ahl al-Sunnah], grave-worshippers and Sufis – began to spread.       He fanatically supported his ideas by engaging in debates and printing       books and leaflets which propagate them.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; Anyone       who reads what has been written and published by this group will see       clearly that their beliefs go beyond the pale of Islam, i.e. Jamaa’at       al-Muslimeen (Ahl al-Sunnah wa’l-Jamaa’ah). Among their false beliefs,       for example are the following (this is not a complete list):            &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-indent: -18pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-right: 18pt;" align="left"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;                       &lt;/span&gt;With regard to the issue of faith, they follow the school of       thought of al-Irjaa’ [those who believe that sin does not matter so long       as one is a believer] which is condemned in Islam.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; It is       known that the belief of the Muslims, which was that followed by the       Sahaabah, the Taabi’een and those who follow their path until the       present day, is that faith (eemaan) is the matter of words spoken by the       tongue, beliefs held in the heart and actions done by the body. Belief       must be accompanied by submission to the laws of Islam, otherwise that       so-called faith is not valid.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;There are many       reports from the Salaf which confirm this belief, for example the words of       Imaam al-Shaafa'i (may Allaah have mercy on him): “Among the consensus       of the Sahaabah and the Taabi’een and those who came after them, and       those whom we have met, is that they say: faith is words, actions and       intentions; one of these three will not be complete without the others.”           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; 2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;                       &lt;/span&gt;They allow seeking help from and seeking refuge with the dead, and       praying to them instead of to Allaah. This is &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;shirk       akbar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (major &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;shirk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;)       according to the texts of the Qur’aan and Sunnah, and the consensus (&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;ijmaa’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;)       of the Muslims. This &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;shirk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;       is the same as the religion of the earlier mushrikeen, such as the kuffaar       of Quraysh and others, as Allaah says (interpretation of the meanings:            &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="left"&gt;&lt;big&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;"And they worship besides Allaah things that harm them not, nor profit them, and they say: 'These are our intercessors with Allaah'" [Yoonus 10:18]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="left"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Verily,       We have sent down the Book to you (O Muhammad) in truth. So worship Allaah       (Alone) by doing religious deeds sincerely for Allaah’s sake only.           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Surely,       the religion (i.e. the worship and the obedience) is for Allaah only. And       those who take Auliyaa’ (protectors, helpers, lords, gods) besides Him       (say): ‘We worship them only that they may bring us near to&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;       &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allaah.’ Verily, Allaah will judge between them concerning that       wherein they differ. Truly, Allaah guides not him who is a liar, and a       disbeliever”           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[al-Zumar       39:2-3]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="left"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Say       (O Muhammad): ‘Who rescues you from the darkness of the land and the sea       (dangers like storms), (when) you call upon Him in humility and in secret       (saying): If He (Allaah) only saves us from this (danger), we shall truly,       be grateful.’” [al-An’aam 6:63]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="left"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“And       the mosques are for Allaah (Alone), so invoke not anyone along with       Allaah” [al-Jinn 72;18]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="left"&gt;&lt;big&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Such       is Allaah, your Lord; His is the kingdom. And those, whom you invoke or       call upon instead of Him, own not even a Qitmeer (the thin membrane over       the date stone).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;If you       invoke (or call upon) them, they hear not your call; and if (in case) they       were to hear, they could not grant it (your request) to you. And on the       Day of Resurrection, they will disown your worshipping them. And none can       inform you (O Muhammad) like Him Who is the All‑Knower (of       everything)” [Faatir 35:13-14]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="left"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; And       the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings of Allaah be upon him) said: “&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Du’aa’&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;       (supplication) is worship.” This was narrated by the authors of &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sunan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;       with a saheeh isnaad. And there are many aayaat and ahaadeeth which say       the same thing. This indicates that the earlier mushrikeen knew that       Allaah was the Creator and Provider, the One Who brings benefit or causes       harm, and they worshipped their gods so that they would intercede for them       with Allaah and bring them closer to Him. Thus they committed &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;shirk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.       Allaah ruled that they were guilty of &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;kufr&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;       and &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;shirk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, and commanded His       Prophet to fight them until all worship was for Allaah Alone, as Allaah       says (interpretation of the meaning):           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p align="left"&gt;&lt;big&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“And       fight them until there is no more Fitnah (disbelief and polytheism, i.e.       worshipping others besides Allaah), and the religion (worship) will all be       for Allaah Alone” [al-Anfaal 8:39]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; The       scholars have written many books on this topic in which they have       explained clearly the true Islam with which Allaah sent His Messengers and       revealed His Books. They also discussed the religion and beliefs of the       people of the Jaahiliyyah, and their actions which went against the laws       of Allaah. One of the best writers on this topic was Shaykh al-Islam Ibn       Taymiyah (may Allaah have mercy on him), in his numerous books. One of the       most concise of his works is &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Qaa’idah       Jaliyyah fi’l-Tawassul wa’l-Waseelah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; 3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;                       &lt;/span&gt;In their view, the Qur’aan is not the Word of Allaah in the true       sense.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; It is       known from the texts of the Qur’aan and Sunnah, and by the consensus of       the Muslims, that Allaah speaks whenever He wills, in a manner that befits       His Majesty, may He be glorified, and that the Qur’aan, both its letters       and meanings, is the word of Allaah in the true sense. Allaah says       (interpretation of the meanings):           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt;"&gt;And       if anyone of the Mushrikoon (polytheists, idolaters, pagans, disbelievers       in the Oneness of Allaah) seeks your protection then grant him protection       so that he may hear the Word of Allaah” [al-Tawbah 9:6]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt; font-style: italic;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="letter-spacing: -0.2pt; font-style: italic;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;and       to Moosa (Moses) Allaah spoke directly” [al-Nisaa’ 4:164]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “And       the Word of your Lord has been fulfilled in truth and in justice”       [al-An’aam 6:115]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “a       party of them (Jewish rabbis) used to hear the Word of Allaah [the Tauraat       (Torah)], then they used to change it knowingly after they understood       it?”           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[al-Baqarah       2:75]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;They       want to change Allaah’s Words. Say: ‘You shall not follow us; thus       Allaah has said beforehand.’” [al-Fath 48:15]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; And there       are many well known aayaat which say the same thing. Numerous &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mutawaatir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;       reports from the Salaf confirm this belief, which is stated in the texts       of the Qur’aan and Sunnah – to Allaah be praise and blessings.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; 4. They       think that it is obligatory to interpret the texts of the Qur’aan and       Sunnah which speak of the attributes of Allaah, may He be glorified and       exalted (i.e., to understand them differently from the apparent meaning).       This is contrary to the consensus of the Muslims, from the Sahaabah and       Taabi’een to those who follow their path until the present day. The       Muslims believe that it is obligatory to believe in what is stated in the       texts about the Names and attributes of Allaah, without distorting the       meanings, denying any of His attributes, discussing the hows and whys or       likening any of Allaah’s attributes to human attributes. They (the       Muslims) believe that there is none like unto Allaah and He is the       All-Hearing, All-Seeing; they do not deny any of the attributes with which       He has described himself. They do not change the words from their (right)       places or belie or deny (or utter impious speech against) His Names or       signs. They do not discuss the nature of His attributes, or liken His       attributes to the attributes of His creation, because there is nothing       that can be compared to Him, and He has no equal or rival.            &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; Imaam       al-Shaafa'i (may Allaah have mercy on him) said: “I believe in Allaah       and in what has come from Allaah as Allaah meant it. I believe in the       Messenger of Allaah and in what has come from the Messenger of Allaah as       the Messenger of Allaah meant it.” Imaam Ahmad (may Allaah have mercy on       him) said: “We believe in it; we do not reject anything that the       Messenger of Allaah &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings of Allaah be upon him) said,       and we do not describe Allaah with more than He has described Himself.”           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; 5.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;                       &lt;/span&gt;Among their false beliefs, they deny that Allaah is above His       creation.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; The       belief of the Muslims, as indicated by the verses of the Qur’aan, the       ahaadeeth of the Prophet, sound human nature and clear common sense is       that Allaah is above His creation, over His Throne, and nothing at all of       His creatures’ affairs is hidden from Him. Allaah says (interpretation       of the meaning):           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“and       then He rose over (Istawaa) the Throne (really in a manner that suits His       Majesty)”. [al-A’raaf 7:54]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;       – this phrase appears seven times in the Qura’aan. And Allaah says       (interpretation of the meaning):           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“To       Him ascend (all) the goodly words, and the righteous deeds exalt it (i.e.       the goodly words are not accepted by Allaah unless and until they are       followed by good deeds)” [Faatir 35:10]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;big&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“And       He is the Most High, the Most Great” [al-Baqarah 2:255]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Glorify       the Name of your Lord, the Most High” [al-A’laa 87:1]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; “And       to Allaah prostrate all that is in the heavens and all that is in the       earth, of the moving (living) creatures and the angels, and they are not       proud [i.e. they worship their Lord (Allaah) with humility]. They fear       their Lord above them, and they do what they are commanded” [al-Nahl       16:49-50]&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; – and there       are other similar aayaat.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;And many saheeh       ahaadeeth have been narrated from the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings of       Allaah be upon him) on this topic, for example: the story of the Mi’raaj       (ascent into the heavens), which is &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;mutawaatir&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;,       when the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings of Allaah be upon him) passed       through the heavens one by one, until he reached his Lord, Who brought him       close or called to him, and enjoined fifty prayers upon him, then he kept       going back and forth between Moosa (peace be upon him) and his Lord. He       came down from the presence of his Lord to Moosa, and Moosa asked him,       “How many (prayers) have been enjoined upon you?” When he told him, he       said, “Go back to your Lord and ask Him to reduce them.” So he went       back up to his Lord and asked Him to reduce them.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; It was       reported in &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-Saheehayn&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; that Abu Hurayrah (may Allaah be pleased with       him) said: the Messenger of Allaah &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings of Allaah be       upon him) said: “When Allaah created His creation, He wrote in a Book       which is with Him, above the Throne: ‘My Mercy prevails over My       wrath.’”           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; It was       reported in &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-Saheehayn&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; from Abu Sa’eed al-Khudri (may Allaah be       pleased with him) that the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings of Allaah be       upon him) said: “Do you not trust me, when I am the trustee of the One       Who is in the heaven?”           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; In &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saheeh       Ibn Khuzaymah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; and &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sunan Abi       Dawood&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; it is reported that the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and       blessings of Allaah be upon him) said: “The Throne is above water, and       Allaah is above the Throne, and Allaah knows what you are doing.”            &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;In &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saheeh       Muslim&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; and elsewhere it is reported that the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;        (peace and blessings of Allaah be upon him) said to the slave-girl,       “Where is Allaah?” She said, “In heaven.” He said, “Who am I?”       She said, “You are the Messenger of Allaah.” He said: “Set her free,       for she is a believer.”           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; This is       the pure belief which was adhered to by the Muslims: the Sahaabah, the       Taabi’een and those who have followed them in truth until the present       day, praise be to Allaah. Because of the great importance of this topic       and the fact that so much evidence (daleel) – more than one thousand       aayaat and ahaadeeth – points to it, the scholars have devoted books to       it, e.g., al-Haafiz Abu ‘Abd-Allaah al-Dhahabi in &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;al-‘Alu       li’l-‘Aliy al-Ghaffaar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;, and al-Haafiz Ibn al-Qayyim in &lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ijtimaa’       al-Juyoosh al-Islaamiyyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; 6. They       speak of some of the Companions of the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings       of Allaah be upon him) in a manner that is not appropriate.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; An       example of that is their statement that Mu’aawiyah (may Allaah be       pleased with him) was a faasiq (rebellious evildoer). In this regard they       go along with the Raafidis (may Allaah curse them). The Muslims should not       discuss what happened among the Sahaabah, may Allaah be pleased with them       all; they should refrain from speaking whilst believing that all of them       were good and had the virtue of having been companions of the Messenger of       Allaah &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings of Allaah be upon him). It was reported       that the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings of Allaah be upon him) said:       “Do not slander my Companions, for even if any of you were to spend (in       charity) gold equivalent to the size of Mount Uhud, he would never reach       their level, not even half way.” &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;(Narrated       by al-Bukhaari and Muslim).&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;       And Allaah says (interpretation of the meaning):           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p&gt;&lt;big&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“And       those who came after them say: Our Lord! Forgive us and our brethren who       have preceded us in Faith, and put not in our hearts any hatred against       those who have believed. Our Lord! You are indeed full of kindness, Most       Merciful.” [al-Hashr 59:10]           &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;This       is the sound belief concerning the Companions of the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace       and blessings of Allaah be upon him). This is the belief of Ahl al-Sunnah       wa’l-Jamaa’ah throughout the centuries. Imaam Abu Ja’faar       al-Tahhaawi (may Allaah have mercy on him) said, explaining the beliefs of       Ahl al-Sunnah wa’l-Jamaa’ah:            &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;“We       love the companions of the Messenger of Allaah &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and blessings       of Allaah be upon him), but we do not go to extremes in our love for any       of them, and we do not disown any of them. We hate those who hate them,       and we do not say anything but good about them (the companions). Love for       them is true religion, faith and goodness; hatred for them is kufr,       hypocrisy and transgression.”            &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; Fourthly:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;What       we may note about this group is that they follow weird fatwas, and their       fatwas go against the shar’i texts of the Qur’aan and Sunnah. Examples       of that include the following:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; They       permit gambling with the kuffaar in order to take away their money; they       permit stealing their crops and animals, on the condition that this       stealing will not cause fitnah (tribulation); they permit dealing in ribaa       when dealing with the kuffaar; they permit those who are in need to buy       lottery tickets, which is haraam.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; Other       ways in which they obviously go against the sharee’ah include:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;They       permit looking at a non-mahram woman in a mirror or on a screen, even with       desire; they say that persisting in looking at a non-mahram woman is not       haraam; they say that for a man to look at any part of a woman who is not       permissible for him is not haraam; they say that if a woman goes out       wearing make-up and perfume but she does not have the intention of       attracting men, this is not haraam; they permit free mixing of men and       women; and they have other odd and outrageous fatwas which go against       sharee’ah and they consider things which are major sins to be       permissible. We ask Allaah to keep us safe from that which will provoke       His wrath and earn His punishment.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; Fifthly:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;Some       of the outrageous means they use to turn people away from the scholars who       have deep knowledge, and put people off from reading their books or       referring to the reports transmitted from them, include: slandering them,       belittling them and undermining them, and even denouncing them as kaafirs.       Chief among the scholars whom they defame in this manner is the imaam and       mujaddid Shaykh al-Islam Abu’l-‘Abbaas Ahmad ibn ‘Abd al-Haleem ibn       ‘Abd al-Salaam ibn Taymiyah, may Allaah have mercy on him. ‘Abd-Allaah       al-Habashi even wrote a book specifically about this reforming imaam, in       which he accused him of being misguided and misled; he attributed to him       words that he did not say, and fabricated other lies about him. Allaah       will deal with him, and it is before Allaah that all disputing parties       will ultimately meet.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; They       also slander the reforming imaam Shaykh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhaab,       may Allaah have mercy on him, and his call for reform which he undertook       in the heart of the Arabian Peninsula, where he called people to follow       Tawheed and cast aside Shirk, to honour the texts of the Qur’aan and       Sunnah and to act upon them, and to uphold the Sunnah and do away with       bid’ah. Through him, Allaah revived the teachings of Islam that had been       forgotten, and He did away with whatever He willed of bid’ah and       innovation. The effects of this call – by the grace and blessings of       Allaah – spread throughout the Islamic world, and Allaah guided many       people thereby. But this misguided group have directed their arrows       against this call of the Sunnah and those who make this call; they have       fabricated lies and propagated doubts and confusion, and they have       rejected this clear call to follow the Qur’aan and Sunnah. They have       done all of this to put people off the truth and to prevent them from       following the straight path. We seek refuge with Allaah from that.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; No       doubt the hatred that this group has towards the great and blessed       scholars of this ummah is indicative of the hatred that they hold in their       hearts towards everyone who calls people to worship Allaah Alone and       adhere to Tawheed, which was the belief and way of the people of the best       generations. This group is far away from the essence of true Islam.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; Seventhly:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 8.5pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;Based       on what we have said above, and other things that we have not mentioned       here, the Committee makes the following statements:           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin-right: 26.5pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;1-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;                            &lt;/span&gt;Jamaa’at al-Ahbaash (the Habashis) is a misguided group which is       beyond the pale of the Muslim community (Jamaa’at al-Muslimeen, i.e.,       Ahl al-Sunnah wa’l-Jamaa’ah). They must come back to the truth which       was followed by the Sahaabah and Taabi’een in all aspects of religion,       action and belief. This is better and more lasting for them.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin-right: 26.5pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;2-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;                            &lt;/span&gt;It is not permissible to follow the fatwas of this group, because       they adopt odd views which clearly contradict the Qur’aan and Sunnah,       and they follow some far-fetched and corrupt interpretations of some       shar’i texts. All of these are reasons why ordinary Muslims should not       trust their fatwas or believe them.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="margin-right: 26.5pt; text-align: justify; text-indent: -18pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;3-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;                            &lt;/span&gt;What they say about the Ahaadeeth of the Prophet &lt;img src="http://www.islam-qa.com/images/saws.gif" /&gt;  (peace and       blessings of Allaah be upon him) is not to be trusted, whether it has to       do with the isnaad or the meaning of a hadeeth.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-indent: -18pt; direction: ltr; unicode-bidi: embed; margin-right: 26.5pt;" align="left"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt;4-&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal;"&gt;                            &lt;/span&gt;Muslims in all places must beware of this misguided group and warn       others against them. They must beware of falling into their traps under       any name or banner, and they should seek reward by advising their       followers who have been deceived by them, and explain the faults in their       way of thinking and their beliefs.           &lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;big&gt;&lt;span style=""&gt; Having       stated this clearly to the people, the Committee asks Allaah, may He be       exalted, by His Most Beautiful Names and Sublime Attributes to protect the       Muslims from all fitnahs (trials, temptations), both visible and       invisible, to guide those Muslims who have gone astray, to reform their       affairs, to turn the plots of the plotters against them, and to suffice       the Muslims against their evil. For Allaah is Able to do all things, and       He is most Generous in responding. May Allaah bless our Prophet Muhammad       and his family and companions, and those who follow them in truth.&lt;/span&gt;&lt;/big&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-3490896454074325565?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/3490896454074325565/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=3490896454074325565' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3490896454074325565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3490896454074325565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/fatwa-tentang-ahbash-dari-wwwislam.html' title='Fatwa tentang AHBASH dari www.islam-qa.com'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-1982597748128034589</id><published>2008-01-27T14:51:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.303+08:00</updated><title type='text'>TENTANG SYIAH!!</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;KHAS BUAT MEREKA YANG MENUDUH SAYA ANTI-ISLAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaulah syiah boleh berlapang dada, kenapa Syaikh Muhammad bin Muhammad&lt;br /&gt;Dhiya`i seorang ulama sunni Iran terima tekanan yg hebat di sana. Syeikh diumumkan&lt;br /&gt;mati oleh pemerintah Iran pada 20 Julai 1994. iaitu selepas seminggu syeikh 'hilang'.&lt;br /&gt;Dan kaum keluarga syeikh percaya ada satu pakatan jahat di sebalik kematiannya.&lt;br /&gt;Seorang lagi Ayatullah Al 'Uzma Sayyid Abu Fadhl bin Muhammad At Taqiy bin Ali&lt;br /&gt;bin Musa Ar Ridha Al Burqu'i, seorang ulama besar syiah yg akhirnya diberi Allah&lt;br /&gt;cahaya untuk keluar dari kegelapan dan kebatilan syiah imamiah. Beliau pergi ke&lt;br /&gt;pangkuan Ahlus Sunnah wal jamaah. Beliau mempertahankannya serta membongkar segala penyelewengan yg wujud dalam ajaran syiah Imamiah. Diterjemahkannya&lt;br /&gt;karya syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mukhtasar Minhaajus Sunnah ke bahasa Farsi&lt;br /&gt;dan menulis beberapa karya kritikan terhadap syiah imamiah.&lt;br /&gt;Hidupnya selepas menjadi sunni amat memedihkan. Dia pernah diculik dan dikurung&lt;br /&gt;dalam penjara.&lt;br /&gt;Sebelum itu, syeikh ahmad al-Kisrawi telah mendahulu al-Burqu'i bertaubat dari&lt;br /&gt;kesesatan syiah imamiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda perlu teliti buku2 atau kitab2 syiah terlebih dahulu. dalami apa kitab2 karangan&lt;br /&gt;khomeini. baru anda tahu tinggi rendah langit akan syiah ini. Banyak ulamak2 syiah&lt;br /&gt;keluar dan masuk ke ASWJ.&lt;br /&gt;Sbg contohnya, As-Syaukani yg dahulunya Mazhab Syiah Zaidiyah. Al-Musawi,&lt;br /&gt;rakan karib al-khomeini, juga telah meninggalkan syiah kerana syiah penuh dgn&lt;br /&gt;ajaran yg pelik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukup kita senaraikan 2 penyelewengan Syiah Imamiah. Jika sdra dari kalangan&lt;br /&gt;Ahlus Sunnah, sdra tak perlukan fatwa khusus dari ulama muktabar. Sdra sendiri pasti&lt;br /&gt;tahu apa hukumnya jika orang beri'tiqad seperti i'tiqad berikut:&lt;br /&gt;1. Syi'ah Imamiah meyakini bahwa Al-Qur'an sekarang ini telah dirubah, ditambahi&lt;br /&gt;atau dikurangi dari yang seharusnya. (Al-Kafie, Kitabul Hujjah: I/417)&lt;br /&gt;Ada tambahan "fii 'Aliyyin" dari teks asli Al-Qur'an yang berbunyi:&lt;br /&gt;"wa inkuntum fii roibim mimma nazzalna 'ala 'abdina fa`tu bi shuratim mim mits lih"&lt;br /&gt;(Al-Baqarah:23)&lt;br /&gt;Karena itu mereka meyakini bahwa: Abu Abdillah a.s (imam Syiah) berkata: "Al-&lt;br /&gt;Qur'an yang dibawa oleh Jibril a.s kepada Nabi Muhammad saw adalah 17.000 ayat (Al-Kafi fil Ushul Juz II hal.634). Al-Qur'an mereka yang berjumlah 17.000 ayat itu&lt;br /&gt;disebut Mushaf Fatimah (lihat kitab Syi'ah Al-Kafi fil Ushul juz I hal 240-241 dan&lt;br /&gt;Fashlul Khithab karangan An-Nuri Ath-Thibrisy)&lt;br /&gt;2. Syi'ah Imamiah meyakini bahwa para Sahabat selepas wafat Nabi saw, semuanya&lt;br /&gt;murtad, kecuali beberapa orang saja, seperti: Al-Miqdad bin Al-Aswad, Abu Dzar Al-&lt;br /&gt;Ghifary dan Salman Al-Farisy (Ar Raudhah minal Kafi juz VIII hal.245, Al-Ushul&lt;br /&gt;minal Kafi juz II hal 244)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber:http://ajim-kehidupan.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-1982597748128034589?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/1982597748128034589/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=1982597748128034589' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1982597748128034589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1982597748128034589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/tentang-syiah.html' title='TENTANG SYIAH!!'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-4039975019554218377</id><published>2008-01-27T12:55:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.303+08:00</updated><title type='text'>Syiah...Wabak Yang Sedang Merebak di Malaysia</title><content type='html'>&lt;h1 class="firstHeading"&gt;Al Jam'iyah Al Khairiyah&lt;/h1&gt;       &lt;h3 id="siteSub"&gt;Dari Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas.&lt;/h3&gt;              &lt;div id="jump-to-nav"&gt;Lompat ke: &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al_Jam%27iyah_Al_Khairiyah#column-one"&gt;navigasi&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al_Jam%27iyah_Al_Khairiyah#searchInput"&gt;gelintar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;   &lt;!-- start content --&gt;    &lt;p&gt;Sebuah organisasi mazhab Syiah di Malaysia.&lt;/p&gt; &lt;table class="plainlinks" style="background: rgb(255, 68, 0) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; margin-bottom: 20px;" align="center"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td rowspan="2" style="padding: 6px;"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Imej:Ypg.jpg" class="image" title="Ypg.jpg"&gt;&lt;img alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/ms/thumb/8/88/Ypg.jpg/60px-Ypg.jpg" border="0" height="60" width="60" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt; &lt;td style="padding: 6px 15px 6px 6px;" align="center"&gt;&lt;span style="color:white;"&gt;&lt;b&gt;Sebahagian rencana ini lebih sesuai untuk&lt;br /&gt;&lt;span style="color:yellow;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;halaman kuning&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr style="background: rgb(255, 255, 0) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt; &lt;td colspan="2" align="center"&gt;&lt;b&gt;Bantulah mengemaskinikan rencana ini.&lt;/b&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Alamat: 7, Pesiaran Lidcol, Jalan Yap Kwan Seng, Kuala Lumpur, Malaysia&lt;br /&gt;Tel: (03) 451 1803&lt;/p&gt;  &lt;!--  Pre-expand include size: 644/2048000 bytes Post-expand include size: 528/2048000 bytes Template argument size: 0/2048000 bytes #ifexist count: 0/500 --&gt;  &lt;!-- Saved in parser cache with key mswiki:pcache:idhash:25877-0!1!0!!ms!2 and timestamp 20080125053753 --&gt; &lt;div class="printfooter"&gt; Diambil daripada "&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/wiki/Al_Jam%27iyah_Al_Khairiyah"&gt;http://ms.wikipedia.org/wiki/Al_Jam%27iyah_Al_Khairiyah&lt;/a&gt;"&lt;/div&gt;    &lt;div id="catlinks"&gt;&lt;p class="catlinks"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;a href="http://ms.wikipedia.org/w/index.php?title=Kategori:Syiah_Malaysia&amp;amp;action=edit" class="new" title="Kategori:Syiah Malaysia"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak diubah sedikitpun,100% diambil dari&lt;/span&gt;   www.wikipedia.org&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-4039975019554218377?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/4039975019554218377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=4039975019554218377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/4039975019554218377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/4039975019554218377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/syiahwabak-yang-sedang-merebak-di.html' title='Syiah...Wabak Yang Sedang Merebak di Malaysia'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-3565570222060217139</id><published>2008-01-27T12:31:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.303+08:00</updated><title type='text'>Bantahan Kepada Mingguan Wahabi/Abu Syafiq (Blog Pro Ahbash)</title><content type='html'>&lt;table align="center" border="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td height="44"&gt;&lt;table border="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="corporatetitle" colspan="2" align="left" width="100%"&gt;                    'Fahaman Wahabi Berasaskan Pemikiran Ibnu Taimiyyah' Oleh: Ghafani Awang Teh (JAKIM)                                        &lt;br /&gt;      &lt;/td&gt;                                                       &lt;/tr&gt;               &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           &lt;tr&gt;              &lt;td&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Gerakan Wahabi diasaskan oleh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi (1703 – 1791 M) lahir di Uyaynah&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;utara &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Riyadh&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; di daerah Nejad Arab Saudi. Bapanya adalah seorang qadhi di Nejad yang berpegang kepada akidah Ahli Sunnah wal-Jamaah. Selain berguru dengan bapanya beliau juga berguru dengan ulama-ulama Ahlu Sunnah Wal-Jamaah di Mekah dan Madinah. Gurunya yang terkenal di Madinah ialah Syeikh Muhammad Hayat yang menulis kitab Al-Hashiyah ‘Ala Sahih al-Bukhari.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Imam Muhammad bin Abdul Wahhab merupakan seorang ulama’ yang banyak dipengaruhi&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Mazhab Hanbali tetapi pegangan tauhidnya berasaskan fikrah Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang juga&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bermazhab Hanbali. Beliau tertarik dengan pemikiran dua pemikir dan &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;cuba&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menghidupkan kemabli konsep pemikiran Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Ibnu Taimiyyah&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;( 1263 – 1328 M) adalah seorang pemikir besar umat Islam. Pemikiran Ibnu Taimiyyah menimbulkan bantahan beberapa ulama berfahaman akidah Ahli Sunnah Wal-Jamaah yang sedang menguasai pemikiran akidah pada masa itu sehingga ia di penjara, dilarang menulis dalam penjara dan akhirnya meninggal dunia dalam penjara di Damshik Syiria. Ibnu Qayyim (1292 – 1350 M) adalah juga murid kepada Ibnmu Taimiyyah.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Secara umumnya Syeikh Mohammad bin Abdul Wahab muncul ketika pengaruh Mazhab Hanbali sedang merosot dan umat Islam pada masa itu banyak melakukan pencemaran akidah seperti khurafat, bid’ah dan wakil gabenor Turki pula terlibat dengan rasuah. Beliau telah melancarkan reformasi dan pembaharuan di semenanjung Arab dalam usaha membersihkan mengembalikan umat Islam kepada ajaran sebenar al-Quran dan Hadis&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Sahih Rasulullah s.a.w. Usahanya mendapat sokongan beberapa pemimpin kabilah Arab di Nejad.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Berasaskan gerakan reformasi inilah maka ia beruasaha menghapuskan rasuah, segala macam bid’ah, khurafat dan pelbagai perbuatan yang membawa kepada syirik. Penegak-penegak fahaman Wahabi ini juga menamakan fahaman mereka sebagai kumpulan Salafi iaitu kumpulan yang tidak terikat dengan mana-mana mazhab seperti mana yang berlaku di zaman Rasulullah dan kepimpinan sahabat-sahabat selepasnya.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Bagaimana pun terdapat juga penganalisis politik Arab bahawa gerakan Wahabi ini lahir sebagai usaha untuk membebaskan bangsa Arab dari pemerintahan Kerajaan Uthmaniah Turki yang menguasai negara Arab pada masa itu. Muhammad bin Saud (pengasas pemerintah&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kerajaan Arab Saudi sekarang) telah memimpin kabilah Arab dan mendapat sokongan British berjaya memerintah Arab Saudi. Muhammad bin Saud dan pengasas fahaman Wahabi itu telah bersatu dalam usaha mengukuhkan kepentingan masing-masing dan usaha mereka berjaya. Kerajaan Uthmaniah Turki gagal mengawal kebangkitan Muhammad bin Saud dan perkembangan gerakan Wahabi kerana sibuk memnperkukuhkan penyebaran Islam di Eropah. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Menurut sumber sejarah ulama Mekah dan Madinah pada awalnya menentang fahaman Wahabi di mana berlaku isu kafir mengkafir yang hebat di antara&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ulama Ahli Sunnah Wal-Jamaah dengan ulama Wahabi. Bagaimana pun gerakan Wahabi berjaya menawan dua tempat suci itu maka bermulalah fahaman itu bertapak kukuh. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Pada prinsipnya fahaman Wahabi ini membuat terjemahan serta tafsiran al-Quran dan hadis sebulat-bulatnya mengikut fahaman pemimpin mereka serta ditegaskan dengan pendirian keras pergerakan itu. Mereka juga dikatakan menolak fahaman 4 Mazhab utama serta pegangan Ahli Sunnah Wal-Jamaah.&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Menurut K.H Sirajudin Abbas seorang ulama besar Indonesia dalam buku 40 Soal-Jawab Agama menyatakan konsep moden fahaman Wahabi antaranya adalah seperti berikut:&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Dalam mempelajari ilmu Usuludin&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;hendaklah berpegang kepada fahaman yang diasaskan oleh Ibnu Taimiyyah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Di dalam amalan fiqh pula tidak berpegang kepada mana-mana mazhab malah boleh menampal antara satu sama lain (Talfiq).&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Berpegang kepada sumber al-Quran dan hadis sahih sahaja tanpa berpegang kepada Ijmak dan Qias.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Melarang keras umat Islam berdoa melalui tawassul (perantaraan).&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Melarang ziarah kubur walaupun maqam Rasulullah s.a.w. Kerajaan Arab Saudi membenarkan Jemaah Haji dan Umrah menziarah Maqam Rasulullah itu adalah atas dasar menziarahi Masjid Nabawi.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Menghancurkan tugu-tugu peringatan kerana semua itu menjadikan umat Islam syirik.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Melarang membaca qasidah dan berzanji yang memuji Rasulullah s.a.w. tahlil dan seumpamanya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Melarang umat Islam mengadakan sambutan hari-hari kebesaran Islam seperti Maulid Nabi, Isra’ Mikraj dan lain-lain.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Melarang umat Islam belajar sifat 20 dan seumpamanya.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Fahaman Asa’ari iaitu fahaman Ahlu Sunnah Wal-Jamaah dibuang jauh-jauh.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Imam dilarang membaca Bismillah pada permulaan Fatihah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Tidak boleh membaca wirid-wirid yang memuji Rasulullah.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Tidak boleh melagu-lagukan lafaz al-Quran dan laungan azan tetapi boleh baca dengan lurus sahaja. &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Menghadakan majlis zikir secara berjemaah dilarang.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyText" style="margin: 0in 0in 0pt;"&gt;&lt;b&gt;.&lt;/b&gt; Amalan tariqah dilarang sama sekali.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Amalan berwirid selepas solat berjemaah dilarang keras.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%;"&gt;Fahaman Wahabi menjadi pegangan Kerajaan Arab Saudi yang menguasai Masjidil Haram Mekah dam Masjid Nabawi Madinah. Berdasarkan penguasaan dua tempat suci ini maka fahaman Wahabi terus bertapak kukuh. Malah Kerajaan Arab Saudi menjadi negara Islam paling banyak menyumbangkan dana-dana untuk perkembangan dakwah dan syiar Islam di seluruh dunia. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Di negara kita Kerajaan Perlis Indera Kayangan satu-satunya negeri yang tidak berpegang kepada mana-mana mazhab. Mereka mendakwa berpegang kepada al-Quran dan hadis sahih sepenuhnya seperti mana yang diamalkan di Arab Saudi. Terdapat kalangan pelajar &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; yang belajar di Arab Saudi dan mahir dalam selok belok hukum tertarik dengan fahaman Wahabi dan mengembangkannya&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;di &lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Malaysia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Penerapan fahaman Wahabi di kalangan umat Islam di negara ini yang sejak berkurun lama&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;berakar umbi dengan Akidah Ahli Sunnah Wal-Jamaah telah menimbulkan salah faham di kalangan umat Islam. Manakala bagi orang awam yang kurang mahir dalam selok belok mazhab maka lebih baik bertaqlid dengan pegangan mazhab sedia ada. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Hakikatnya fahaman Wahabi tidak membawa pemikiran baru tentang akidah. Mereka hanya mengamalkan apa yang telah dikemukakan oleh Ibnu Taimiyyah&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dalam bentuk yang lebih keras berbanding apa yang diamalkan oleh Ibnu Taimiyyah sendiri. Perkembangan fahaman Wahabi dan penerapan mazhab lain dalam masyarakat Islam di negara ini tidak dapat dielakan kerana kesan pengglobalan ilmu di dunia hari ini.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Malah dalam penghayatan muamalah dan sisitem perbankan Islam di negara ini dan di dunia sekarang banyak menggunakan kaedah yang terdapat dalam Mazhab Hanafi. &lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 150%;"&gt;Kesimpulannya dari segi tauhid fahaman Wahabi bukan ajaran baru dan juga tidak termasuk antara 73 cabang ajaran sesat seperti mana yang dijelaskan ulama berdasarkan huraian hadis penjelasan 73 ajaran sesat itu.&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;     &lt;tr&gt;&lt;td&gt;                  &lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;          &lt;!-- &lt;tr&gt;             &lt;td height="25"&gt;     &lt;a target="_blank" onclick="Javascript:window.open('print_format.php?IDarticle=894','About','top=100,left=200,width=600,height=400,scrollbars=1;menubar=0,status=0,toolbar=0,resizeable=0');"&gt;      &lt;input name="submit" type="image" src="img/print.gif" width="18" height="20"&gt;     &lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:78%;"&gt;Print Format&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;           &lt;/tr&gt;           --&gt;                    &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;              &lt;!--  &lt;td width="35%" class="corporatedesc" valign="top"&gt;&lt;b&gt;: &lt;/b&gt;               Puan Adibah bt. Ahmad Rafae             &lt;/td&gt; --&gt;                  &lt;b&gt;Tarikh : &lt;/b&gt;  23 Disember 2006&lt;br /&gt;           &lt;b&gt;Sumber : &lt;/b&gt;                                Pengarah Bahagian ILIM                               &lt;br /&gt;                &lt;b&gt;Editor :&lt;/b&gt; PRO JAKIM&lt;br /&gt;   &lt;b&gt;Hits : &lt;/b&gt; 3859&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-3565570222060217139?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/3565570222060217139/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=3565570222060217139' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3565570222060217139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3565570222060217139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/bantahan-kepada-mingguan-wahabi.html' title='Bantahan Kepada Mingguan Wahabi/Abu Syafiq (Blog Pro Ahbash)'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-3079766731600728344</id><published>2008-01-27T11:45:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.304+08:00</updated><title type='text'>Pelik dan Hairan</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;" id="QuranFont"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;Assalamualaikum....&lt;br /&gt;Pelik.....&lt;br /&gt;Memang pelik.....&lt;br /&gt;Seorang Habsyi yang punya pengikut.....&lt;br /&gt;Lawan beratus-ratus 'ulama'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;" id="QuranFont"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Hairan....&lt;br /&gt;Sungguh menghairankan....&lt;br /&gt;Dari beratus-ratus 'ulama', si Habsyi itu juga yang jadi ikutan....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelik dan Hairan.....&lt;br /&gt;Apa nak dihairankan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;" id="QuranFont"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;Tiada apa yang pelik....&lt;br /&gt;Kalau  ghuluw  merajai hati&lt;br /&gt;Fikiran buta  dek hasad dengki...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ku seru sekalian umat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Traditional Arabic;font-size:180%;" id="QuranFont"  &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;yang masih punya hati,&lt;br /&gt;yang masih celik 'akalnya,&lt;br /&gt;tinbanglah dengan bestari,&lt;br /&gt;jangan tertipu dek penjenayah agama...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;br /&gt;"Say No To Ahbash!!!!!!!!!!!!!!,No to Shia!!!!!!!!!!!Yes for Ahl Sunnah Wal Jamaah!!!!!!!!!!!!!&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R5wEFij6vEI/AAAAAAAAAD8/0664DH2FDOk/s1600-h/ahbash.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R5wEFij6vEI/AAAAAAAAAD8/0664DH2FDOk/s320/ahbash.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160003766283058242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/ADMINI%7E1/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-3079766731600728344?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/3079766731600728344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=3079766731600728344' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3079766731600728344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/3079766731600728344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/pelik-dan-hairan.html' title='Pelik dan Hairan'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R5wEFij6vEI/AAAAAAAAAD8/0664DH2FDOk/s72-c/ahbash.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-5065244300750382496</id><published>2008-01-26T16:19:00.001+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.304+08:00</updated><title type='text'>Apa Kata 'Ulama' Setempat Mengenai Ahbasy?</title><content type='html'>&lt;span class="pn-title"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="pn-normal"&gt; Saya Sempat berjumpa Sahibus Samahah Dato' Sulaiman bin Ahmad,bekas mufti Pahang,ketika dalam perjalanan untuk ke Surau Al-Ikhwan,untuk solat Maghrib.Ketika itu,beliau sedang menyapu laman rumahnya(untuk makluman rumah beliau teletak berhampiran dengan surau tersebut).Berikut adalah dialog saya dan beliau:&lt;br /&gt;Saya:Assalamualaikum Dato'&lt;br /&gt;dato' Sulaiman:Waalaikumussalam.&lt;br /&gt;Saya:Bagaimana fikiran dato',sekiranya adas tuduhan yang mengatakan Ibn Taymiyyah seorang MUJASSIM?&lt;br /&gt;dato':masya-ALLAH.Itu fitnah.Biasalah, 'ulama' mana yang tidak akan menghadapi fitnah?&lt;br /&gt;Saya:Kalau mereka kata Ibn taymiyyah itu KAFIR?&lt;br /&gt;dato':tidak mudah bagi ahl sunnah mengkafirkan seseorang.Siapa yang berkata demikian?&lt;br /&gt;Saya:Puak AHBASY atau pengikut Abdullah al-Harari.&lt;br /&gt;dato:Jangan terpengaruh.Mereka ini TIDAK BETUL....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitulah serba sedikit perbualan saya dengan beliau.Natikan wawancara lengkap bersama SS.Dato Sulaiman(bekas mufti negeri pahang)dan SS Dato' Zulkifli Hj Ali,bekas Imam Besar Masjid Negeri,Masjid Sultan Haji Ahmad Shah,Kuantan,merangkap mudir Maahad Tahfiz Wal qiraat Negeri Pahang,mengenai isu:AHBASY...Suatu Ancaman.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-5065244300750382496?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/5065244300750382496/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=5065244300750382496' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/5065244300750382496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/5065244300750382496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/apa-kata-ulama-setempat-mengenai-ahbasy.html' title='Apa Kata &apos;Ulama&apos; Setempat Mengenai Ahbasy?'/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-8159700083497984799</id><published>2008-01-26T15:02:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.305+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h2 class="date-header"&gt;Saturday, January 26, 2008&lt;/h2&gt;  &lt;a name="8753143284118941359"&gt;&lt;/a&gt; &lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;a href="http://ibnu-qayyim.blogspot.com/2008/01/siapakah-mereka-blog-yang-kononnya.html"&gt;Siapakah Mereka?&lt;/a&gt; &lt;/h3&gt;   &lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Siapakah Mereka ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Blog yang kononnya berpegang kepada ASWJ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Adakah begini sifat  seorang ASWJ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Blog yang penuh dengan artikel menhina orang....&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Adakah begini sifat  seorang ASWJ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Blog yang penuh dengan gambar-gambar diedit menghina orang...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Adakah begini sifat  seorang ASWJ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jawapannya terletak pada anda sendiri........&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tepuk Dada tanya iman...&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Beginikah sifat-sifat yang diajar Rasulullah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_zTB8MqG6fC0/R5p7_QTBdlI/AAAAAAAAADo/cdAXpApWA84/s1600-h/kafirkan1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 384px; height: 291px;" src="http://bp2.blogger.com/_zTB8MqG6fC0/R5p7_QTBdlI/AAAAAAAAADo/cdAXpApWA84/s400/kafirkan1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159572649743054418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Gambar menghina dan memfitnah seorang ustaz dan keluarganya..walaupun ditulis sekadar gambar hiasan...tetapi pada masa yang sama ia satu penghinaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_zTB8MqG6fC0/R5p9sATBdnI/AAAAAAAAAD4/qFYSNSx11iE/s1600-h/kafirkan.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 401px; height: 296px;" src="http://bp1.blogger.com/_zTB8MqG6fC0/R5p9sATBdnI/AAAAAAAAAD4/qFYSNSx11iE/s400/kafirkan.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159574518053828210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gambar seorang ulamak diedit dengan dilukis tanduk...menunjuk satu penghinaan  kepada seorang ulamak..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Beginikah sifat seorang yang berpegang pada ASWJ ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Klik pada gambar untuk membesarkan)&lt;br /&gt;Sumber dipetik dari Bro_aiman:www.ibnu-qayyim.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-8159700083497984799?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/8159700083497984799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=8159700083497984799' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/8159700083497984799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/8159700083497984799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/saturday-january-26-2008-siapakah.html' title=''/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_zTB8MqG6fC0/R5p7_QTBdlI/AAAAAAAAADo/cdAXpApWA84/s72-c/kafirkan1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-2864927085255788592</id><published>2008-01-25T09:24:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.305+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R5k5jyj6vDI/AAAAAAAAAA0/1S_WPRxHZfk/s1600-h/ahbash.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R5k5jyj6vDI/AAAAAAAAAA0/1S_WPRxHZfk/s320/ahbash.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159218135160241202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kita tidak kafirkan,sekdar menjauhkan "duri dalam daging "dan api dalam sekam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-2864927085255788592?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/2864927085255788592/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=2864927085255788592' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/2864927085255788592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/2864927085255788592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/kita-tidak-kafirkansekdar-menjauhkan.html' title=''/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R5k5jyj6vDI/AAAAAAAAAA0/1S_WPRxHZfk/s72-c/ahbash.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-1411473252667821071</id><published>2008-01-25T08:59:00.000+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.305+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h1&gt;The         Habashies Weighted On The Scales the Sharee'ah&lt;/h1&gt; &lt;blockquote&gt;    &lt;p&gt;&lt;b&gt;Introduction:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;A new group has recently emerged with ambitious     thoughts, and a variety of rulings. They are called &lt;b&gt;Ahbash or Habashies&lt;/b&gt;     (Ethiopians, or Abyssinians), not because they come from that land, but because their     leader Abdullah AlHabashy hales from Harare in Somalia.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;The Ahbash present their leader to the public as:     " the new scholar, a role model for the researchers, and a representative of the     scrutineers, the cream of the working scholars, the Imam who narrates traditions, the     pious to extreme, the better worshipper, owner of majestic gifts, the elder Abu     AbdelRahman Abdullah ben Muhammad ben Yousef ben Abdullah ben Jame' Alharary AlShiby,     Al'Abdary the chief jurisprudent of Somalia, born in the city of Harare c 1339 ah / 1920     ad" (note1). However, those who do not follow the Ahbash say that he is Abdullah     AlHabashy, comes from a country the inhabitants of which hate him to an extent that they     began referring to him as the father of lies and divisiveness, as per the declaration of     one of those related to him, his brother in law, Yousef ben AbdulRahman AlHarary who now     resides in the Madina Almunawarra, in Saudi Arabia. He refers to him thus because of his     big part in the rebellion of "Kulub" in Harare with support from Adis Ababa     where he helped the enemies of the Muslims, in particular the governor of     "Endragy" the brother in law of Hilasilasy, against the Muslim organisations     working to the Holy Qur'an in Harare in 1367 ah / 1940 ad. (note 2)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;The political analyst Walid Abdul-Baset says:     "The Ahbash movement represents a man of religion who arrived in Beirut in 1950 whose     name is Abdullah AlHarary, referred to as AlHabashy. AlHabashy was a jurisprudent in his     country until he was banished by the Emperor Hilasilasy. He then came to Beirut and took     residence in one of the areas in Musayteba. Initially AlHabashy would approach groups of     children playing in the streets, he would play with them like a child, and during their     periods of rest, he would converse with them on religion." (note 3)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;The Ahbash have great loyalty for their leader     AlHabashy, do not dispute with what he says, and they act on his rulings even where these     differ with all the Islamic scholars. They argue profusely and infringe upon the scholars,     they regularly engage &lt;em&gt;Kalam &lt;/em&gt;(the blasphemy of discussing various attributes of     God and trying to relate or explain these with reference to human experiences), describing     this as the science of monotheism. The Ahbash first appeared in Beirut, Lebanon, then     submerging into the various extremities of the community until they began to gradually     multiply. They have many members outside of Lebanon, in places such as Syria, Denmark,     America, France, Australia, Canada, and the Ukraine.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Since they first appeared the Ahbash have entered     into many confrontations and disputes, and numerous debates with many of the scholars,     students, and people in general. They continued in this fashion until their nefarious     scheme was discovered, and their intentions became clear to every sane person, or anyone     who hears or bears witness to their blasphemies.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;In this treatise, we will put forward the thought of     this group, their religious opinions, their creed, their statements in relations to the     beautiful names and attributes of Allah, and their delving into Kalam. Then we will     present their current political views, and their opinion concerning those who do not     govern according to what Allah - the Exalted - has decreed (We have been particularly     careful to use references from their own books, cassettes and the speeches of their     elders, including page numbers and book names).&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;We will then follow up their words with a response     from the book of Allah and the way of life of His messenger (peace and blessings upon     him), and what the scholars who serve Allah have said concerning this, may Allah reward     them on behalf of the rest of the Muslims with the best reward. These have stood as a     strong dam against the torrents of passers by who have strayed from the true pass.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;The Ahbash claim that they are the upholders of &lt;em&gt;Ahlussunna&lt;/em&gt;     and &lt;em&gt;Jama'a &lt;/em&gt;(the way of life of the prophet (peace and blessings upon him)), and     that they adhere to the Shafii school, and that the rulings of their leader do not depart     from the schools accepted by the adherents of the Sunnah, and Jama'a. They have stated     this in an interview with the AlMajalla magazine issue no 679 where they stated: "We     make up an Islamic calling, upholding the way of the people of Sunnah and Jama'a, and in     particular the school of Imam Shafii may Allah be pleased with him. From this outlook we     represent a traditional calling as Imam Shafii was a pillar of the righteous Imams of past     times." (note 4)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;The Ahbash and the Qur'an&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;    &lt;/b&gt;&lt;p&gt;AlHabashy had divided the word of Allah     into two categories: First, word which is not sound or letter. Second, which is the     pronounced and written word, which says the word of Allah, but it is in reality composed     by Gabrael. (Izharool Akidat AlSunnyah, pp58-59).&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;The Ahbash believe that Allah - the Exalted speaks     in everlasting words which have no beginning or end, and are not composed of continuing     letters or annunciations which are separated or combined. They believe it to be a self     discussion in which God talked within Himself, because in their opinion the words of God     are not a language, a letter, or a sound.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Whilst this argument is incoherent, and the Holy     Qur'an from the moment of its revelation, had been composed of letters and parts, as also     espoused in the words of our holy prophet Muhammad (peace and blessings upon him):     "Allah has divided the Qur'an into three parts" (note 5). AlHabashy has thus     regarded the Qur'an as created, and it is called the word of God, whilst this was not     really the case. As such, to them it "represents the word of God", meaning that     it speaks of the word of God, whilst not being actually the word of God. (note 5)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;He also said: "The self speech of God which is     not a letter or a language is the true speech of God. However the Qur'an which is composed     of letters and words, is created, but may be described as the word of God." (note 6)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;These words differ from the beliefs of the people of     Sunnah and Jama'a, and are not supported by them. This however, agrees with the words of     the Jahmia and mu'tazila (cultists) who said that the Qur'an which is the word of God is     created.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;We Ask? and we have a right to question: Who amongst     our righteous predecessors spoke in these terms, what has Shafii, Ahmad, Abu Hanifa, or     Malek said??&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;In fact, the truth, evident as the sun at high noon     is that the righteous predecessors differ with the Ahbash, Abdullah Ben Ahmad Ben Hanbal     tells us that his father the Imam of the people of Sunnah - may Allah bless him - said:     "Whoever narrates the traditions, or speaks of kalam, and refuses to deny that the     Qur'an is created, is a Jahmy (cultist)." (note 7)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Imam Ahmad AlGhumran said that the righteous     predecessors all say that the Qur'an is the word of God and is not created. The torture of     Imam Ahmad - may Allah bless him - at the hand of AlMu'tamed for over ten years was purely     for his insistence that the Qur'an is the word of God and is not created.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Abdullah Ben Ahmad Ben Hanbal has relayed many of     the words of the righteous predecessors on this issue in his book on Sunnah , of whom are:     AlNahfy, Sa'id Ben AlMusayyab, Muhammad Ben Ishaq AlSan'any, AlA'mash, Abdullah Ben     AlMubarak, Waki' Ben AlJarrah, AlZahry, etc. (note 7)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;This dangerous talk was innovated by a group of non     Arabic origin scoundrels as narrated by Ibn AlJawzi: "A group of non Arabic origin     seeking to spread mischief came to Bagdad, so they elevated themselves to the positions of     preachers and teachers, and would say in their lessons that God did not have any words on     this earth, and is the Qur'an but paper? They then said: "Which set of rules claim     that the Qur'an is composed of letters and truth? It is only the word of Gabriel."     (note8)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;The position of AlJilany to the Word of     Allah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Imam AbdulQader AlJilany - may Allah have mercy on     him - said: "We believe that the Qur'an is composed of intelligible letters, and     audible sounds, as through it the mute can see and speak, and whoever denies this only     increases in ignominy, and blinds his vision. (note9)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Even the Ash'arys and the Mannarids, believed that     the Qur'an is the word of Allah - the Exalted - , and the Imam Abul Makhas through the     Imam AlTahhawy speaking with respect to the word of Allah said: "From him it started     without a 'how'", and rebutting those who say that the speech of Allah has a single     meaning which can not be heard, said: "I has been supported by the Ma'thury, that     Allah - the Exalted - will speak if He wishes until He wishes, and how He wishes, and that     the type of speech is old." (note 10)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Thus we see that the Ahbash have gone against the     people of Sunna and Jama'a, and the righteous predecessors in saying that the Qur'an is     not the word of Allah - the Exalted.&lt;/p&gt;     &lt;h3&gt;The Ahbash and Islamic Jurisprudence:&lt;/h3&gt;     &lt;p&gt;The Ahbash have departed from the consensus of the     Scholars, and in particular the Shafii school in many of their religious rulings. Some of     these rulings are illustrated below.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;The permissibility of taking interest from     the rejecters of faith in "state of war":&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;    &lt;/b&gt;&lt;p&gt;Abdullah AlHabashy has permitted the taking     of interest from the rejecters of faith in a state of war, and said that Lebanon is a land     of war, and that it was permissible to take interest there from non Muslims. He added that     there are no people in a state of peace with Muslims today.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;He also permitted Muslims to deposit their money in     a bank which deals in interest on condition that the founders be non Muslims, and said     "deposit it there and take interest on it, that is if you wish to take a benefit, if     you are certain that you will benefit, then it becomes permissible." (note 11)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;Rebuttal:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;    &lt;/b&gt;&lt;p&gt;This has been taken out of context from     words attributed to Imam Abu Hanifa which are not based on any authoritative tradition.     The words attributed to Imam Abu Hanifa were: "There is no interest between a Muslim     and a rejecter of faith in a state of war." This has been rebutted by Awza'i and     others.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Imam Shafii may Allah bless him stated: "Abu     Yousef said: "Abu Hanifa said this as some elders informed us on authority of Makhoul     that the messenger of Allah (peace and blessings upon him) said: "No interest between     people in a state of war (I think he said) and the Muslims." Imam Shafii said this     statement is not verified, and can not be used for any authority." (note 12)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Abu Yousef correctly differed from Abu Hanifa may     Allah bless them, and agreed with Awza'i saying: "what is correct is what Awza'i     said, this (interest) is not permissible." (note 13)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;We are not remiss of the words of Allah the Exalted:     "Allah will obliterate interest and increase charity", and His words:     "Allah has permitted trade and forbidden interest," and the statement of the     messenger of Allah (peace and blessings upon him) to the effect that: "Interest is 72     sins the least of which is equivalent to a man raping his own mother." (note 14)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;The permissibility of robbing non Muslims:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;    &lt;/b&gt;&lt;p&gt;AlHabashy has permitted his followers to     steal from non Muslims. He was once asked concerning people who owned a farm, and their     neighbours were non Muslims, if it was permissible to steal the non Muslims' cattle and     produce? He permitted the enquirer to steal these on the condition that this does not lead     to inequity . (note 15)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;The undesirability of using the hand when     douching with water:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;AlHabashy detests for a man to use his hand after     answering the call of nature, and he sees this as a despicable act which he does not like.     He feels similarly with respect to using water after toilet paper for cleanliness saying:     "What some people do to clean their private parts when visiting the toilet by taking     water with their left hand, and wiping clean the orifice is disgusting." (note 16)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;He also claims that if some urine from an infant     touches the hand of his mother when she is putting on his nappy amounts to a major sin on     the part of the mother." (note 17) This led some of his disciples to wear gloves when     changing the dirty nappies.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;Their ruling concerning Zakat:&lt;br /&gt;    &lt;/b&gt;(obligatory charity, which is a right to the poor from the wealth of the rich,     and purifies their wealth)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;The Ahbash view paper currency such as what is used     today as not requiring Zakat as this is not covered in the following words of Allah - Who     is Exalted far above what they infer: "Those who hoard gold and silver". (note     16)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Abdullah AlHabashy said: "There is no zakat in     wealth other than gold and silver." (note 16)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;The ruling of wearing the crucifix purely     for fear:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;    &lt;/b&gt;&lt;p&gt;AlHabashy has made an unprecedented ruling     in this respect, in that he has permitted those who visit the land of the rejecters of     faith to wear a crucifix if they fear transgression from the disbelievers. (note 18)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;The license to wear the cross is effective simply at     the first suspicion of possible impending harm, and not when he is forced to wear it.     Thus, he did not distinguish between compulsion to wear it and the mere suspicion of harm.   &lt;/p&gt;     &lt;h3&gt;The Ahbash, Women and free mixing:&lt;/h3&gt;     &lt;p&gt;In an interview between the     AlMajalla magazine and a number of Ahbash leaders - namely Nazar AlHalaby, Khaled     AlZo'aby, and Usama AlSayyed - they were asked concerning their particular views towards     womem, Their answer was: "We consider the woman to be one of the limbs of society,     and the time has come for the woman to come out of her shell and face society on her own,     and that it is not up to man to always look after her interest."&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;We would like to know what this shell (that houses     the woman) is? Is it the Words of Allah: "And remain in your houses and do not wonder     about as in the days of the first ignorance.", or His words: "So if you ask     anything of them, ask it from behind a barrier." Or does he refer to the words of the     prophet (peace and blessings upon him): "The prayer of a woman in her home is better     than her prayer at the mosque."&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;Wearing of tight clothes by women:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;    &lt;/b&gt;&lt;p&gt;The Ahbash have permitted the wearing of     trousers by women even where these contour to and hug her figure, and falsely attributed     this to the Hanafi school. One of them - Usama AlSayyed stated in their magazine 'Manar     AlHuda': "The wearing of tight trousers by women is discouraged by the elder Abdullah     AlHabashy, and some of Hanafis say that it is forbidden.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Their elder Nazar AlHalaby said in his speech to the     Majall Magazine (issue 679): "We receive in our centres women who are not adherents.     They say that our daughters wear Jeans, and we see no shame in this as we have reconciled     fashion with covering the body." (note14)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;An objective look at this ruling clearly shows that     it is at odds with the words of Allah the Exalted: "O prophet, tell your wives, your     daughters and the believing women to put on and extend their Jalbab..." (Ch 33:v 59)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;In this verse Allah orders all believing women to     lengthen their Jalbab, the Jalbab is known for its length, loose fit, and thickness so     that it does not betray the shape and curvature of the body, and that it is not     transparent so that the covered parts can not be seen, and not short so as not to reveal     any part of the body or legs.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Prophet Muhammad (peace and blessings upon him)     differed with the Ahbash, in clarifying that there was nothing shameful or embarrassing     about it, saying: "He who drags behind his clothing in arrogance and pride, Allah     will not look towards him on the day of Judgement, Um Salama asked what women should do?,     He replied: they should leave an extra hand span. She said that their feet would then be     exposed, he then said that they should leave an extra yard and not go beyond that."     narrated by Tirmizy.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;The wisdom in the women going out of the house with     scents and perfumes.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;AlHabashy said: "Know that a woman going out     with perfume whilst decently attired is discouraged for purity, but is not forbidden, but     would be a sin if the woman intends through this to entice men into disobedience. However,     if she goes out perfumed or conspicuously attired whilst covering what she is required to     cover of her body, without the indecent intention, then there would be no blame in that     except the blemish for purity, that is, she is not disobeying." (note 16)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Their elder Nazar AlHalaby unashamedly declares this     saying in the Muslimun newspaper issue no. 407 of 1992: Yes our girls wear perfume and     wear jeans as we have combined body covering with fashion.".&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;em&gt;We however, say:&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;em&gt;    &lt;/em&gt;&lt;p&gt;Islam has permitted woman to leave her house to     perform chores which no one else can do for her. It has also permitted her to go out in     search of knowledge with her husbands permission, if she is unable to acquire this at     home. Perhaps her prayer at the mosque may be the best thing that she can go out for,     although her prayer at home is better than praying in the mosque. Still prophet Muhammad     (peace and blessings upon him) has forbidden the women going to the mosque from wearing     perfume saying: "If one of you goes to the mosque she should not touch any     perfume." He also said: "Any woman who has taken a scent should not attend to     the last prayer with us." (narrated by Muslim)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Ibn Daqiq Al'Eid said: " and in this is the     impermissibility of perfume to the woman who intends to go to the mosque, due to what it     does in stirring the lust of men." (note 19) Ibn Hajr AlHaytamy regards the going out     of a woman who is wearing perfume to be of the grave sins, saying in his book 'Alzawajer     'an Iftiraq AlKaba'er' as the grave sin no. 279: "the going out of a woman with     perfume and beautiful attire even if she has her husbands permission." (note 20)&lt;/p&gt;     &lt;h3&gt;AlAhbash and judging with other than what Allah has     ordained&lt;/h3&gt;     &lt;p&gt;The Ahbash have taken a fearful and dangerous stance     in their adversarial policy against the Muslim scholars who deal with Islamic politics. So     they went attacking the scholars without fear of Allah - the Exalted. So they     anathematised the Sheikhul Islam Ibn Taymiyyeh - may Allah bless him, and they cast false     accusations and aspersions against him, and attributed words to him which he never spoke,     and quoted references which have no basis.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;We repeat some of the words of their elder     concerning some of the righteous scholars:&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;Imam Zahaby:&lt;/b&gt; AlHabashy has said     things concerning Imam Zahaby that would be rejected as false by all Muslims: "If     Zahaby is described as conniving, then it is an accurate description." (note 21)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Then he complains concerning the Hafiz Ibn Hajr:     "It is a wonder how the Hafiz has accepted Zahaby to be a man of Justice and     piety."&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;AlAlbany:&lt;/b&gt; AlHabashy does not     believe that AlAlbany will die as a Muslim, saying: "Him! if he dies a Muslim",     because of a difference of opinion and AlHabashy's inability to present a valid argument     on the issue of Sunnah. (note 22)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;Sayed Sabeq: &lt;/b&gt;AlHabashy has also     opposed Imam Sayed Sabeq the author of Fiqhul Sunnah, describing him as "a Magian     even if he claims to belong to the Umma of Muhammad." (note 23)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;He has also misquoted Sayed Sabiq in his book     "Baghiyatul Taleb". (He wrote a sort of parody to Fiqhul Sunnah)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Many other scholars have not been safe from his     anathematising, just ponder why the Jurisprudent Hasan Khaled asked the prime minister of     Lebanon not to permit Abdullah AlHabashy entry into Lebanon when he was in that position. &lt;/p&gt; &lt;b&gt;    &lt;/b&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;AlAhbash and judging with other than what Allah has     ordained&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;The Ahbash are not embarrassed with judging with     other than what Allah has ordained, and they do not see leaving this to other than the     Qur'an as rejection of faith or ignominy. Their representative Adnan Trabulsy clearly     stated in a speech in the state sportsground in Beirut: "Fundamentalist does not     describe the Arab leaders as rejecters of faith because they leave the Qur'an to judge     with something else, without believing that that law is better than the Qur'an."&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;We wonder why a ruler would use a particular law     when he believes that another law is better, and more just??&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;What right does a Muslim have to judge by a man made     law, and cast aside the law of the Lord of mankind, who knows best the situation of     mankind, as he created them?&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Allah has decreed the lack of faith of those who     turn to other than the book of God and the Sunnah: "No by your Lord they do not have     faith until they give you to judge concerning what happens amongst them, and then find in     your decision no doubt or hesitation, and accept it a good acceptance." (Ch6 ;v 65 )&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;The Exalted also said: "those who do not judge     with what Allah has sent down, they are the rejecters of faith." (Ch 5 ;v 44 )&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Shareh Al'Aqida AlTahawiye said: "From here     there is an issue that we must take heed of, and it is, judging with other than what Allah     has sent down is rejection of faith which would spread amongst the people, and that would     depend on the situation with the ruler, if he believed that judging with what Allah has     sent down is not necessary, and that he has a choice in the matter, or he was negligent     concerning it despite his faith that it is the law of Allah, then it is great     apostasy." (note 24)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;The Hafiz Ibn Katheer says in his commentary to the     words of the Exalted at: "Do they intend to have the law of the days of Ignorance?     And who is better with judging other than Allah for a people who believe." (Ch Maida;     v50)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;"The Exalted rejects for people to leave behind     his wise and just law which is a mercy and blessing for mankind while it forbids and     safeguards them from all that is evil, and rises above opinions, whims, and laws which     have been placed by men without any support from the law of Allah. This is what people in     the days of ignorance did, with misguided laws and ignorance which they invented according     to their whims and fancies. As did the Tartars judge with what was taken from their king     Ghenghis Khan, who placed AlYaseq for them, which is a book he composed from laws he     learnt from various faiths such as Judaism, Christianity, Islam, and others, and many     other laws he placed based on his whims and fancies. This book became a law to be followed     which they prefer to the book of Allah and the Sunnah of the messenger (peace and     blessings upon him), whoever of them does this is a rejecter of faith, and must be fought     until he returns to the law of Allah and His messenger, and agrees not judge with anything     else in little or large matters." (Note 25)&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;The political danger of Ahbash&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;b&gt;    &lt;/b&gt;&lt;p&gt;The Ahbash continue to struggle with all     their efforts to reach the position of jurisprudence in Lebanon, this is their dream     today, we have a right to question who will benefit from the murder of the chief     jurisprudent in Lebanon, Imam Hasan Khaled, then the removal of the Jurisprudent for North     Lebanon Imam Taha AlSabounjy?&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Sa'duddin Khaled the Son of the Jurisprudent Hasan     Khaled said: "The ground was laid easy for the like of these, and these events are     not far removed from the Zionist plans, nor is it far removed from the conditions of war     ..." He adds: "In this I have some doubt as to the origin of their allegiance,     how else can they spread with such speed and force??&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Rebutting this the Ahbash talking to the Majalla     magazine issue no 679 say: "Our women have donated to us 28 Kilograms of gold     ...".&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;We say that 28 kg of gold are valued at $280,000 if     we say that each gram is worth $10.00, does this $280,000 suffice to build three schools     for education, and a club for training to fight, and various centres in many parts of the     world, where they welcome women who wear makeup and do not observe the Islamic code of     dress. The welcome these women in the name of organised mixing, taking for excuse not to     buy decent body covering or work in segregated areas, the oppressive inflation which is     taking over Lebanon.&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;Not to mention their role in publications and their     distribution, their magazine Manaar "AlHuda", and their radio station Nida`     "AlEiman", and their "religious" musical group which is composed of     hundreds of singers and instrument players..&lt;/p&gt;     &lt;hr width="444"&gt;     &lt;p&gt;&lt;b&gt;References:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p&gt;&lt;em&gt;Please note that the following references are     quoted in the Arabic transliteration.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;em&gt;    &lt;/em&gt;&lt;p&gt;Note 1: "Izharool Aquidatisunniyah",     first edition, p9, Abdullah AlHabashy. s&lt;br /&gt;Note 2: "Al Habashi Shoothoothooho wa     Akhtaooho, p7. s&lt;br /&gt;Note 3: "An Nahar" newspaper, Wed 9, December, 1992 page2. s    &lt;br /&gt;Note 4: Magazine : "AlMajala", issue no. 679. s&lt;br /&gt;Note 5: Narrated in Sahih     Muslim. s&lt;br /&gt;Note 6: "AnNahjool Salim", p 26. s&lt;br /&gt;Note 7: "Assunnah", Imam     Abdullah Bin Ahmad Bin Hanbal, p29. s&lt;br /&gt;Note 8: "Saydul Khatir" p181, Imam     AlJawzi. s&lt;br /&gt;Note 9: AlGhounyah li Talibi Al Haq, p59. s&lt;br /&gt;Note 10: Nathand Fawa'id, pp11-13.     s&lt;br /&gt;Note 11: Quoted from tape recorded from the Habashi, tape no. 3. s&lt;br /&gt;Note 12:     "Nusburayah" - Azzaylaih, Vol4, p44. s&lt;br /&gt;Note 13: "Al Umm" Imam Shafii,     Vol8, pp358-359. s&lt;br /&gt;Note 14: "Al Awsat" Tabarani Hasan (good Hadith). s&lt;br /&gt;Note 15:     Tape3, (109) side B. s&lt;br /&gt;Note 16: Boghyat Attalib, Alhabashi, p68, pp207-209 s&lt;br /&gt;Note 17: Tape     of Khalid Kena'n, 424, side A. s&lt;br /&gt;Note 18: "AlNahgul Kawiim" p155, Al Habashi. s    &lt;br /&gt;Note 19: "Ihkam AlAhkam Bi Hashiat AlSan'any", vol2, pg179. s&lt;br /&gt;Note 20:     Azzawajiroo An Iktirafi Al Kaba'ir", vol7, pg 71. s&lt;br /&gt;Note 21: Tape no 149, side A,     voice of AlHabashi. s&lt;br /&gt;Note 22: "Atta'aqob Al Hatheeth' p89. s&lt;br /&gt;Note 23: Tape no 1,     side A. s&lt;br /&gt;Note 24: "Sharhol Aquidatih Attahawiya", pp663-664. s&lt;br /&gt;Note 25: Tafsir     Al-Qur'an Al Atheem", Ibn Kathir, Vol2, p77.&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;     &lt;p&gt;  Dipetik dari www.islamicweb.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-1411473252667821071?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/1411473252667821071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=1411473252667821071' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1411473252667821071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1411473252667821071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/habashies-weighted-on-scales-shareeah.html' title=''/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2277953417980993833.post-1007990700146867817</id><published>2008-01-25T08:55:00.001+08:00</published><updated>2008-04-23T22:24:43.306+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R5kzuCj6vCI/AAAAAAAAAAs/Nm4iU6ktS0k/s1600-h/syeikh_fitnah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R5kzuCj6vCI/AAAAAAAAAAs/Nm4iU6ktS0k/s320/syeikh_fitnah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5159211714184133666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Inilah Syeikh Al-Fitnah yang diagung-agungkan oleh kumpulan Ahbash....Syeikh Abdullah Al-Harari,namun inilah pemusnah umat,pengkafir 'ulama'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2277953417980993833-1007990700146867817?l=bicaraad-din.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/feeds/1007990700146867817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2277953417980993833&amp;postID=1007990700146867817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1007990700146867817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2277953417980993833/posts/default/1007990700146867817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bicaraad-din.blogspot.com/2008/01/inilah-syeikh-al-fitnah-yang-diagung.html' title=''/><author><name>Muhammady7</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11894090466982904978</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/-H90fOhOqMqQ/Tcoi25NF77I/AAAAAAAAAIg/O8UdZqCJd98/s220/aku.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_9ZxDppgz5is/R5kzuCj6vCI/AAAAAAAAAAs/Nm4iU6ktS0k/s72-c/syeikh_fitnah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
